KEHAMILAN DENGAN Toksoplasmosis

DAFTAR ISI
Halamandepan.................................................................................................. 0
Daftarisi............................................................................................................ 1
Kata pengantar................................................................................................. 2
Pendahuluan..................................................................................................... 3
Tinjauanteori..................................................................................................... 4
Menegemen kebidanan..................................................................................... 11
Asuhankebidanan............................................................................................. 12
Penutup............................................................................................................. 20
Daftarpustaka................................................................................................... 21



Kata pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Hadirat Illahi Robbi karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan sepanjang jaman Rasullulah SAW. Kami ucapkan juga terimakasih kepada dosen yang membimbing kami dam pembuatan makalah ini.

Makalah ini membahas dan menjelaskan secara sederhana tentang “INFEKSI TOKSOPLASMOSIS YANG MENYERTAI PADA KEHAMILAN”

Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran yang bersifat membangun dari semua pihak dan semoga makalah ini bermanfaat.


                                                                                             






                                                                                          


Yogyakarta,26Maret2013



                                                                                                Penulis

                                                                                                             





BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Di negara beriklim lembab, penyakit parasit masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius. Salah satu di antaranya adalah infeksi protozoa yang ditularkan melalui tubuh kucing. Infeksi penyakit yang ditularkan oleh kucing ini mempunyai prevalensi yang cukup tinggi, terutama pada masyarakat yang mempunyai kebiasaan makan daging mentah atau kurang matang. Di Indonesia faktor-faktor tersebut disertai dengan keadaan sanitasi lingkungan dan banyaknya sumber penularan.

B.     Tujuan.
  1. Untuk mengetahui definisi infeksi toxoplasmosis
  2. Untuk mengetahui patofisiologi infeksi toxoplasmosis
  3. Untuk mengetahui tanda dan gejala infeksi toxoplasmosis
  4. Untuk mengetahui cara mendiagnosa infeksi toxoplasmosis
  5. Untuk mengetahui dampak infeksi toxoplasmosis dalam kehamilan
  6. Untuk mengetahui pencegahan infeksi toxoplasmosis dalam kehamilan.






BAB 11
Tinjauan Teori

A.    Toksoplasmosis
Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yang telah diketahui dapat menyebabkan cacat bawaan (kelainan kongenital) pada bayi dan keguguran (abortus) pada ibu hamil. Infeksi toksoplasma dapat bersifat tunggal atau dalam kombinasi dengan infeksi lain dari golongan TORSH-KM.
Parasit toksoplasma cenderung untuk masuk ke dalam sel organ (intrasel) tubuh manusia dan terdapat dalam tiga bentuk, yaitu bentuk trofozoit yang beredar dalam darah, bentuk ookista yang dikeluarkan dalam tinja kucing, dan bentuk kista yang menetap dalam jaringan tubuh seperti paru, jantung, otot, dan otak. Bentuk kista berupa sebuah kantung yang di dalamnya berisi beribu-ribu trofozoit T gondii. Kucing adalah tempat hidup utama parasit toxoplasma,parasit ini dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Adapun dalam tubuh manusia, unggas dan hewan ternak lain sebagai hospes perantara, parasit ini berkembang biak secara aseksual, yaitu kemampuan untuk berkembang biak dengan cara membelah diri. Toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, lahir mati, lahir cacat atau infeksi toksoplasma bawaan. Bilamana ibu hamil terkena infeksi tokso-plasma maka risiko terjadinya toksoplasmosis bawaan pada bayi yang dikandungnya berkisar antara 30-40%. Infeksi toksoplasma bawaan ini dapat mengakibatkan anak yang dilahirkan mengalami kerusakan mata, perkapuran otak, dan keterbelakangan mental, namun seringkali gejala ini tidak terlihat pada bayi yang baru lahir (neonatus). Beberapa faktor yang mungkin berperan atas munculnya gejala adalah fungsi plasenta sebagai sawar (barrier), status kekebalan (imunitas) ibu hamil, dan umur kehamilan ketika terjadinya infeksi pada ibu. Makin besar umur kehamilan ketika terjadinya infeksi, makin besar pula kemungkinan terjadinya infeksi toksoplasma bawaan pada janin. Pada pihak lain, makin dini terjadinya infeksi pada janin, makin berat kerusakan (kelainan) yang dapat terjadi pada janin dan makin besar kemungkinan abortus.
Infeksi pada kehamilan trimester I dapat menyebabkan kelainan bawaan yang berat pada bayi, karena pada saat itu sedang berlangsung proses pertumbuhan alat-alat tubuh. Kelainan bawaan yang terjadi dapat berupa Hidrosepalus, Mikrosepalus, perkapuran otak, gangguan syaraf seperti kejang-kejang, gangguan reflek, retandasi mental, gangguan pengelihatan yang dapat menyebabkan kebutaan dan radang hati ( Frenkle – 1990, Kierzenbaum – 1994 ).


B.     Tanda dan gejala Toksoplasmosis
Tandadangejalasesuaiteoripadamakalahiniadalahsebagaiberikut.Berdasarkantandadangejala yang seringmuncul.
1.      Tanda dan gejala
Orang dewasa sehat biasanya tidak menunjukkan gejala spesifik ketika terinfeksi toksoplasmosis. Gejala yang timbul terkadang bisa menyerupai gejala flu, seperti demam, kelelahan, atau radang tenggorokan. Pernah juga dilaporkan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Jika seseorang pernah terserang toksoplasmosis, tubuhnya akan membentuk imunitas dan biasanya orang tersebut tidak akan terserang untuk kedua kalinya.
2.      cara mendeteksinya
Satu-satunya cara mendeteksi infeksi ini adalah tes darah yang tergabung dalam tes TORCH. Tes ini umumnya disarankan untuk dilakukan pada ibu hamil di trimester awal kehamilan untuk mengetahui kemungkinan adanya infeksi toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes. Menurut penasihat Parents Indonesia, Prof. Dr. med. Ali Baziad SpOG, K-FER, profesor Obstetri dan Ginekologi Universitas Indonesia, tes TORCH hanya akan diberikan jika memang sebelumnya ada indikasi tertentu, misalnya memiliki riwayat keguguran, atau jika pernah melahirkan bayi cacat dan meninggal dunia.
3.      Patofisiologis Toksoplasma
Parasit toksoplasma cenderung untuk masuk ke dalam sel organ ( intrasel ) tubuh manusia dan terdapat dalam tiga bentuk, yaitu bentuk trofozoit yang beredar dalam darah, bentuk ookista yang dikeluarkan dalam tinja kucing, dan bentuk kista yang menetap dalam jaringan tubuh seperti paru, jantung, otot, dan otak. Bentuk kista berupa sebuah kantung yang di dalamnya berisi beribu-ribu trofozoit T gondii. Kucing adalah tempat hidup utama parasit toxoplasma, parasit ini dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Adapun dalam tubuh manusia, unggas dan hewan ternak lain sebagai hospes perantara, parasit ini berkembang biak secara aseksual, yaitu kemampuan untuk berkembang biak dengan cara membelah diri.
Di tanah yang tercemar, ookista (toxoplasma) dapat dibawa oleh lalat, kecoak, semut atau cacing tanah ke berbagai tempat di kebun. Ookista dapat menempel di sayuran, buah-buahan atau termakan oleh hewan ternak seperti ayam, kambing, anjing, sapi, dan menembus epitel usus, berkembang biak dengan membelah diri serta menetap dalam bentuk kista pada organ hewan tersebut.
Bentuk parasit T gondii seperti batang melengkung dengan ukuran lebih kecil dari sel darah merah (3-6 mm) bergerak dengan gerakan aktinomisin di bawah membran plasma, dapat menembus sel secara aktif masuk ke berbagai jaringan seperti otot, otak, mata, dan usus. Kucing yang menderita toksoplasmosis akan mengeluarkan beribu-ribu ookista yang tetap infektif selama berbulan-bulan di tanah yang tidak terkena sinar matahari.
Ookista yang tertelan akan membentuk trofozoit dan ikut aliran darah serta memasuki sel berinti organ tubuh atau membentuk kista. Manusia dapat terinfeksi bila menelan ookista atau makan daging ternak seperti ayam, kambing atau sapi yang mengandung kista dan tidak dimasak matang.
4.      Cara Mendiagnosa
Toksoplasma dapat ditegakkan dengan mengidentifikasi parasit di sekresi jaringan, cairan tubuh atau adanya peninggian titer antibodi yang sangat tinggi sampai delapan kali. Pada kasus-kasus terbatas dan hanya menggunaan test tunggal dengan peninggian titer antibodi IgM, seseorang sudah dikatakan terinfeksi akut toksoplasma . Walaupun secara klinis diagnosis penyakit ini sulit ditegakkan, tetapi dapat mudah diketahui apakah seseorang bebas dari penyakit, sedang sakit atau telah kebal, melalui pemeriksaan darah terhadap antibodi Toxoplasma dengan teknik Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pemeriksaan darah seperti ini dapat dilakukan di banyak laboratorium kesehatan, sayangnya biayanya cukup mahal, sehingga pemeriksaan ini benar-benar dilakukan pada kelompok wanita yang berisiko tinggi, seperti kelompok wanita yang memelihara kucing, suka makan daging tidak matang, dan adanya abortus ataupun ada riwayat kematian janin dalam rahim.

C.    Pemeriksaan Laboratorium
1.      Pemeriksaan parasit secara langsung : rumit, tidak praktis, butuh waktu lama, mahal.
2.      Pemeriksaan antibodi spesifik Toxoplasma : IgG, IgM dan IgG affinity 

IgM adalah antibodi yang pertama kali meningkat di darah bila terjadi infeksi Toxoplasma. IgG adalah antibodi yang muncul setelah IgM dan biasanya  akan menetap seumur hidup pada orang yang terinfeksi atau pernah terinfeksi. IgG affinity adalah kekuatan ikatan antara antibodi IgG dengan organisme penyebab infeksi. Manfaat IgG affinity adalah pada keadaan IgG dan IgM positif diperlukan pemeriksaan IgG avidity untuk memperkirakan kapan infeksi terjadi, apakah sebelum atau pada saat hamil. Infeksi yang terjadi sebelum kehamilantidak perlu dirisaukan, hanya infeksi primer yang terjadi pada saat ibu hamil yang berbahaya, khususnya pada Trimester I. Tes toksoplasma yang perlu dilakukan idealnya, sebelum hamil tes IgG, dan saat hamil, sedini mungkin (bila belum pernah atau hasil sebelumnya negatif) IgG dan IgM Toxoplasma. Bila hasil negatif, diperlukan pemantauan setiap 3 bulan pada sisa kehamilan.
Interpretasi datanya adalah :
1.      Bila IgG (-) dan IgM (+)
Kasus ini jarang terjadi, kemungkinan merupakan awal infeksi. Harus diperiksa kembali 3 minggu kemudian dilihat apakah IgG berubah jadi (+). Bila tidak berubah, maka IgM tidak spesifik, yang bersangkutan tidak terinfeksi Toxoplasma.
2.      bila IgG (-) dan IgM (-)
Belum pernah terinfeksi dan beresiko untuk terinfeksi. Bila sedang hamil, perlu dipantau setiap 3 bulan pada sisa kehamilan (dokter mengetahui kondisi dan kebutuhan pemeriksaan anda). Lakukan tindakan pencegahan agar tidak   terjadi infeksi.
3.      bila IgG (+) dan IgM (+)
Kemungkinan mengalami infeksi primer baru  atau mungkin jugainfeksilampautapi IgM nya masih terdeteksi(persisten=lambat hilang).
Oleh sebab itu perlu dilakukan tes IgG affinity langsung pada serum yang sama untuk memperkirakan kapan infeksinya terjadi, apakah sebelum atau sesudah hamil.
4.      4.bila IgG (+) dan IgM (-)
Pernah terinfeksi sebelumnya, bila pemeriksaan dilakukan pada awal kehamilan, berarti infeksinya terjadi sudah lama (sebelum hamil) dan sekarang telah memiliki kekebalan, untuk selanjutnya tidak perlu diperiksa lagi.
Bila ada pertimbangan lain, dokter akan meminta izin untuk pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan.

D.    Pengaruh Toksoplasmosis Terhadap Kehamilan
Infeksi yang terjadi oleh karena toksoplasmosis sangat berbahaya baik bagi ibu atau pun bagi janin yang dikandungnya.
Berikut ini adalah dampak dari infeksi toksoplasmosis :
1.      Kelainan sistemik, seperti kuning, hepatosplenomegali , juga pendarahan.
2.      Kelainan saraf mata.
3.      Gangguan fungsi saraf pusat (gangguan kecerdasan dan keterlamabatn bicara).
4.      Cacat bawaan, seperti pembesaran kepala (hydrocephalus).
5.      Keguguran.
6.      Mikrosepalus

Toxoplasmosis akut dan reinfeksi pada wanita hamil dapat menyebabkan penularan secara pasif bayi yang dikandung. Besarnya angka penularan pada bayi tergantung pada usia kehamilan. Angka penularan sebesar 1% terjadi bila wanita hamil menderita toxoplasmosis sebelum terjadi pembuahan, 12% bila usia kehamilan 6 - 16 minggu dan 20% bila usia kehamilan 16 – 28 minggu sampai saat dilahirkan. Bayi yang dikandung oleh wanita hamil di usia kehamilan trimester I mampu terinfeksisebesar 25%, sedangkan diusia kehamilan trimester III sebesar 65%.
Infeksi pada kehamilan sangat awal dapat menyebabkan abortus dan bayi meninggal dalam kandungan.
Infeksi pada kehamilan trimester I dapat menyebabkan kelainan bawaan yang berat pada bayi, karena pada saat itu sedang berlangsung proses pertumbuhan alat-alat tubuh. Kelainan bawaan yang terjadi dapat berupa Hidrosepalus, Mikrosepalus, perkapuran otak, gangguan syaraf seperti kejang-kejang, gangguan reflek, retandasi mental, gangguan pengelihatan yang dapat menyebabkan kebutaan dan radang hati ( Frenkle – 1990, Kierzenbaum – 1994 ).

E.     Pengaruh Toksoplasmosis pada janin
Bila yang terkena infeksi adalah ibu hamil, maka sekitar 40 persen bayinya mungkin akan tertular. Seperti sudah Anda ketahui infeksi toksoplasma pada kehamilan dapat mengakibatkan abortus (keguguran). Bila infeksi terjadi pada usia kehamilan dini, maka kelainan yang mungkin terjadi mungkin berat. Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi toksoplasma dapat menunjukkan gejala segera setelah lahir atau lama setelah lahir.
Pada kelompok terakhir-yang gejalanya muncul setelah lahir-bayi pada waktu lahir tampak sehat tetapi kemudian dalam perkembangannya menunjukkan gejala-gejala kelainan mata korioretinitis, strabismus (juling), hidrosefalus (penumpukkan cairan dalam rongga otak), dan kejang Kista toxoplasma dapat berada di otak janin yang menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma.

F.     Cara penularan
Sumber penularannya adalah kotoran hewan berbulu, terutama kucing. Cara penularannya pada manusia melalui:
  1. Makanan dan sayuran/buah-buahan yang tercemar kotoran hewan berbulu (kucing).
  2. Makan daging setengah matang dari binatang yang terinfeksi.
  3. Melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi toksoplasma.
  4. Secara kongenital (bawaan) dari ibu ke bayinya apabila ibu hamil terinfeksi pada bulan-bulan pertama kehamilannya.

G.    Cara Mencegah  Agar Tidak Terinfeksi Toksoplasmosis
Risiko seorang ibu hamil yang terinfeksi akut dengan toksoplasma menurunkan infeksi pada bayi bila tidak segera mendapat pengobatan sangat variatif,. Pada kehamilan trimester pertama risiko penurunan 25 %, trimester kedua 54 % dan 65 % pada trimester ketiga.
  1. Pencegahan infeksi toxoplasmia dalam kehamilan
  2. Penting melaksanakan pemeriksaan darah terhadap kemungkinan infeksi penyakit ini pada masa pranikah atau sebelum kehamilan bagi kelompok yang mampu, karena penyakit ini dapat diobati sehingga dampak negatif seperti keguguran, lahir mati atau cacat setelah lahir dapat dihindari .
  3. Hindari makan makanan yang dimasak mentah atau setengah matang.
  4. Bersihkan dan cucilah buah-buahan atau sayuran sebelum dimakan dengan baik.
  5. Bersihkan tangan, alat-alat dapur ( seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah, hal ini untuk mencegah kontaminasi dengan makanan lainnya.
  6. Jangan minum susu unpasteurized dari hewan..
  7. Bila akan membersihkan sampah atau tempat sampah, jangan lupa menggunakan sarung tangan, dan cucilah tangan atau sebaiknya serahkan tugas ini kepada anggota keluarga lainnya, bila sedang hamil.
  8. Pakailah sarung tangan bila ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi.
  9. Untuk yang memelihara kucing :
Bila memelihara kucing, maka saat mencoba untuk hamil atau sedang hamil, serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya.
  1. Bersihkanlah kotoran kucing yang dipelihara setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan selalu mencuci tangan setiap selesai membersihkan.
  2. Mencuci tangan setiap selesai bermain dengan kucing yang dipelihara.
  3. Buanglah kotoran kucing dalam plastik ke tempat sampah, jangan menanam atau meletakanya di dekat kebun atau taman.
  4. Jangan memberi makan daging mentah untuk kucing yang dipelihara.
  5. Periksakanlah ke dokter hewan bila melihat bahwa kucing yang dipelihara terdapat tanda-tanda sakit.
  6. Kucing yang dipelihara didalam rumah, yang tidak diberi daging mentah, dan tidak menangkap burung atau tikus, biasanya tidak terinfeksi
  7. Tidak dianjurkan pemeriksaan skrinig toxoplasma secara masal mengingat biaya relatif tinggi dan masih tingginya hasil positif palsu dari laboratorium. Hindari para wanita hamil makan daging yang tidak dimasak matan
H.    Penanganan dan Pengobatan
Penangandanpengobatanpadapenderitapenyakitinipadaibuhamiladalahsebagaiberikut.
1.      Konseling yang berkaitan dengan infeksi toksoplasma, risiko terhadap fungsi reproduksi dan hasilkonsepsi.
2.      Dapat dilaksanakan pengobatan secara rawat jalan.
3.      Selama kehamilan ibu diterapi dengan spiramisin atau setelah kehamilan 14 minggu ibu diberi terapi Pirimethamin atau sulfonamide. Gabungan dari obat pirimethamin dan sulfonamide atau antibiotika spiramisin dapat menanggulangi infeksi dan menghambat kelanjutan proses anomaly congenital (tergantung tahapannya).
4.      Evaluasi kondisi antigen dan titer immunoglobulin anti toksoplasma
5.      Upayakan persalinan pervaginam dan apabila terjadi CPD karena hidrosefali, lakukan kajian USG untuk pilihan penyelesaian pervaginam.
6.      Memakai sarung tangan bila berkebun, menghindari makan daging mentah.
Pengobatan pada ibu yang terinfeksi akut toksoplasma diberikan oleh dokter yaitu antibiotika spiramycin yang diikuti pyrimetamin dan sulfadiazine, pemberian antibiotika bertujuan menurunkan risiko menurunnya infeksi pada jabang bayi. Sebaiknya pada wanita yang terinfeksi diperiksa juga Protein C Reaktif (PCR) dari cairan amnion , untuk menilai adakah infeksi pada bayinya. Bila Test PCR positif pengobatan cukup dengan pirymthamin dan sulfadiazine, sedangkan bila tes PCR negatif spyramicin dilanjutkan untuk mencegah risiko infeksi lanjutan bagi bayinya.
Mengingat risiskonya yang besar pada ibu hamil dan janin, dokter akan memberinya obat khusus untuk membunuh parasit dan mencegah infeksi toksoplasma aktif atau bertambah parah. Sementara bagi yang pernah menderita infeksi toxoplasma, hendaknya terus memantau kondisi tubuhnya dna mengonsumsi obat untuk mencegah aktifnya kembali toxoplasma, hingga tubuh benar-benar dinyatakan bersih dari parasit.




BAB III
Managmen kebidanan

 1.Kasus

  1. Pada Ny.T umur 23 tahun.G2P0A1 umur kehamilan 24 minggu mengeluh  sejak satu minggu yang lalu ,Rasa lelah,Flu,Nyeri kepala,Sakit tenggorokan,Demam,gangguan pada kulit.Ibu mengatakan dirumahnya ibu memiliki hewan pliharaan kucing 2 ekor.





















ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMILNy.T G2POA1UMUR KEHAMILAN 24 MINGGU DENGANTOKSOPLASMOSIS
DI BPS PERMATA BUNDABANDUNGAN – SEMARANG



No.Register     : 22486220
Hari/Tanggal           : Kamis 25 februari 2013
Jam                          : 08.00 wib


A.    PENGKAJIAN
1.      Data Subjektif
a)      Identitas
Namaisteri       :Ny. T              Namasuami : Tn. R
Umur               : 24tahun         Umur             : 26tahun
Agama             : Islam             Agama           : Islam
Suku                : Jawa              Suku              : jawa
Pendidikan      : SMA             Pendidikan    : SMA
Pekerjaan         : IRT                Pekerjaan       : Wiraswasta
Alama              : jurang belik   Alamat          : jurang belik

2.      Alasan datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya
3.      Keluhan utama
Ibu mengatakan sejak 1 minggu yang lalu mengalami Rasa lelah,Flu,Nyeri kepala,Sakit tenggorokan,Demam.
4.      Riwayat kesehatan
a.Dahulu
ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit seperti jantung,hipertensi,hepatitis,ginjal,hiv/aids.
b.sekarang
ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit jantung.malaria,asma,DM,hipertensi.
c.Keluarga
ibu mengatakan dalam keluaraga tdk ada yang mempunyai penyakit DM,hipertensi,ginjal,hepatitis riwayat kembar,kelalinan patologis,atau cacat bawaan
5.      Riwayat pernikahan
Ibu mengatakan menikah 1 kali pada usia 21 tahun ,pada suami usia 24 tahun,usia pernikahan 2 tahun,status pernikan sah.
6.      Riwayat obsentri
Menarche                    :14 tahun
Siklus                          :28 hari
Lama                           :7 hari
Banyak darah              :2x ganti balutan
Bau                  :amis
Warna:merah kecoklatan
Konsistensi :cair
Disminore:  -
Flour albus :  -
HPHT:09 september 2012

7.Riwayat kontrasepsi
            Ibu mengatakan belum pernah mengunakan alat konmtrsepsi jenis apa pun
8.Riwayat kehamilan sekarang
a.HPHT  :09 september 2012
b.HPL     :                                            UK 24 minggu
c.ibu mengatakan ini kehamilan yang ke 2 ibu pernah abortus 1 kali UK12 minggu.
d.Kunjugan ANC
Trisemester 1
Frekuensi :2x,tempat BIDAN            Oleh : bidan
keluhan : mual muntah
Trisemestr 2
Frekuensi           :1x tempat BIDAN            Oleh : bidan
Keluhan : Flu,Nyeri kepala,Sakit tenggorokan,Demam,sakit bagian perut sebelah kanan atas.
d.Imunisasi TT
  TT I  : UK 8 mgg
  TT II : UK  12 mgg

9.pola kebutuhan sehari-hari
Pola  Nutisi


Makan   



Sebelum hamil
            Saat Hamil
Frekuensi
3X/hari
1X/hari
Jenis
nasi,lauk ,sayur
nasi,lauk ,sayur
Porsi
1piring                                  
1piring                                 
Pantangan
Tidak ada
Tidak ada
Keluhan
Tidak ada
Tidak nafsu makan



Minum



Sebelum hamil
            Saat Hamil
Frekuensi
5-6x/hari
5-6x/hari
Jenis               
air putih,teh
air putih,teh
Porsi
1gelas
1gelas
Jenis
tidak ada
tidak ada
Keluhan
tidak ada
tidak ada



.Pola Eliminasi


BAB               


Frekuensi
1x/hari
1x/hari
Warna 
kuning khas feses
kuning khas feses
Konsistensi
Lunak
lunak
Keluhan
tidak ada
tidak ada
BAK


Frekuensi
4-5x/hari
5-6x/hari
Warna 
Kuningjernih
Kuningjernih
Konsistensi
Cair
cair
Keluhan
Tidakada
Tidakada



Pola Istirahat


Tidur siang   


Lama
1 jam
Tidakbiasatidur
Keluhan
:tidak ada
:tidak ada
Tidur malam


Lama
7-8jam
6-7 jam
Keluhan
Tidakada
merasa panas dan badan sakit
.Personal Hyginie


mandi
2x/hari
2x/hari
gosok gigi
2x/hari
2x/hari
ganti pakaian
2x/hari
2x/hari
kramas
3x/minggu
3x/minggu



10.piskososialspiritual
a)      Ibu senang atas kehamilanya dan keluarga sangat mendukung
b)      Ibu dan keluaraga cemas dengan kedaan kehamilanya
c)      Ibu seorng muslim dan ibu rasjin menjalankan ibadahnya
d)     Ibu sangat baik di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat
11.pengeahuanahui t ibu
  Ibu mengetahui tanda tanda bahaya kehamilan
12.lingkungan yang berpengaruh
a.lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b.ibu memiliki 2 hewan pliharan kucing



B.Data objektif
1.      Tanda vital          
KU                       : cemas
            Kesadaran            : composmentis
            TD                                : 120/70 mmHg
            Nadi                            :  86 x/menit
            Pernafasan                   : 26 x/menit
            Suhu                            : 37,7C
2.      Lingkar Lengan atas   : 24 cm
3.      Tinggi badan                : 154 cm
4.      BB sebelum hamil       : 43 kg
5.      BB sekarang                : 48 kg
6.      Kepala dan rambut
Warna rambutHitam
DistribusiMerata
Kekuatan                     : Tidak rontok
Kebersihan                  : Tidak berketomb
Keadaan kulit kepala  : Sehat
7.      Muka
Oedema                       : Tidak ada
Pucat                           : Tidak pucat
Closma gravidarum     : Ada
8.      Mata
Conjungtiva                 : Merah muda
Skelera                         : Putih
            Penglihatan                  : Baik
9.      Mulut
         Gigi                             : Bersih
         Gusi                             : Tidak mudah berdarah
Mukosa bibir                        : sitomatitis
10.  Telinga
Pengeluaran                         : Tidak ada
Pendengaran                        : Baik
11.  Hidung
Pengeluaran                         : Tidak ada
                     Penciuman                                : ada sekret
12.  Leher
Pembesaran kelenjar tiroid                     : Tidak ada
Pembesaran kelejar limfe                        : Tidak ada
13.     Dada
Simetris                      : Ya
Pergerakan dada         : Teratur
14.  Mammae
                     Simetris                     : Ya
Benjolan                    : Tidak ada
         Hiperpigmentasi areola: Ada
 Bentuk payudara       : Bulat
         Putting susu               : Menonjol
         Pengeluaran               : colostrums blum keluar
15.  Abdomen
Pembesaran               : Sesuai usia kehamilan
         Warna                       : Sesuai warna kulit ibu
         Bekas luka                : Tidak ada
         Linea                        : Nigra
 Palpasi

 Leopod I                 :  Teraba bulat,lunak tidak melenting 

Leopold II                :punggung kanan:teraba tahanan keras memanjang seperti papan               :punggung kiri:  teraba bagian kecil kecil janin

         Leopold III                  : teraba bulat keras melenting
Leopoid VI              :konvergen
                     TFU                             : 3 jari bawh prosesus xipoideus        (MD=27)
                     TBBJ                : 2490 gram
DJJ               : + 143 x/menit
16.  Genetalia
         a. Vagina
Oedema                                      : Tidak ada
Varises                          : Tidak ada
Pembesaran kelenjar                   : Tidak ada
 Pengeluaran cairan                     : Tidak ada
 Bekas episiotomy                      : Tidak ada
 Kemerahan                                : Tidak ada
 Nyeri                                          : Tidak ada
Cadwick                                     : Tidak ada
Anus
                     Hemoroid          : Tidak ada
17.  Ekstremitas
a.Tangan
         Kuku                : Bersih
         Oedema           : Tidak ada
         b. Kaki
Varises             : Tidak ada
         Oedema           : Tidak ada
                     Reflek patella  : kanan/kiri  +/+
c.Punggung
Lordosis                      : Ya
Kiposis                        : Tidak
         Skoliosis                     : Tidak
                     Ket2k costovertebra   : Tidak
                             
18.  Pemeriksaan penunjang

         Tanggal : 06 februari 2013
Darah    : HB                    : 11 grm%
         Golongan darah  : O
         Rhesus                : +
Urine     : Protein              : -
         Reduksi                      : -
                     Pemeriksaan hasil IgG (+) dan IgM (+)




II. INTERPRETASI DATA

Ny ‘S’ umur 24 tahun G2P0A1Ah0 UK : 24 minggu dengan toxoplasmosis,puki,preskeb,janin tunggal intra uteri

DS
Ibu mengatakan merasa lemah, mudah capek, dan merasa agak pusing seperti mau flu dan cemas dengan kehamilan sekarang karena sudah abortus satu.

DO
KIE tentang penyakit infeksi toxoplasmosis
Data Objektif  : - Keadaan umum ibu dan janin baik 
TTV :  
TD                                                      : 120/70 mmH
Nadi                                                    :86 x/menit
       Pernafasan                                          : 26 x/menit
Suhu                                                   : 37,7o C
Palpasi       TFU                                  : 3 jari diatas prosesus xipuedeus (MD 27cm)
Leopold 1                                           : Teraba bulat,lunak tidak melenting       
Leopold II                                                 : puki :teraba tahanan keras memanjang seperti papan
                                                                   :puka  teraba bagian kecil kecil janin

Leopold II                                          : teraba bulat ,keras ,melenti
ng
Leopold IV                                        : belum  masuk pintu atas panggul(konvergen
TBBJ                                                  : 2490 gram
DJJ                                                     : + 143 x/menitUK         :24 Minggu
                                                          

Masalah                                                      : badan terasa panas nyeri

 Kebutuhan                                         : Informasi tentang kehamilan saat ini

III.DIAGNOSA POTENSIAL
Kehamilan dengan toxoplasmosis berpotensi terjadinya abortus pada ibu, serta lahir prematur, IUGR, lahir mati dan lahir dengan cacat bawaan seperti kebutaan (retinokoroiditis), hidrosefalus, meningoencephalitis (radang otak), tuli, pengapuran otak,retardasi mental, kejang-kejang, dan gangguan neurologis pada janin.

IV. TINDAKAN SEGERA
KolaborasiLakukanteslebIgG dan IgM Toxoplasma kerjasamalaboratorium RS ken saras


V.INTERVENSI
Tanggal 26 februari 2013 jam 08.25wib
            1.Lakukan komunikasi interpesonal
            2.Beritahu ibu bahwa kondisi ibu terinfeksi toxoplasmosis
3.Mengajurkan ibu untuk menenangkan pikiran dan perasaannyatentangkeadaan janinya
4.Menganjurkan ibu untuk  menjaga kehamilanya.
5.Menganjurkan mengurangi aktifitas yang berhubungan dengan hewan peliharaannya.
6.Memberitahu ibu untuk menjaga kebersihan peralatan dapur dan mengelola masakan dgn baik
7.Beritahu ibu untuk membawa hewn pliharan untuk di periksa k dokter hewan
            8.Anjurkan ibu untuk datang kembali jika ada keluhan


VI. IMPLEMENTASI
Tanggal 26 februari 3013 jam 08.30    wib
1.Melakukan komunikasi interpersonal dengan ibu, agar tercipta suasana yang nyaman serta untuk membina hubungan baik dan saling percaya antara ibu dan bidan
      2.Memberitahu ibu bahwa kondisinya saat ini baik namun menurut hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa ibu sekarang positf terkena infeksi toxoplasmosis
3.Memberitahu ibu bahwa kondisi janinnya saat ini baik, namun perlu pemantauan yang ketat karena kemungkinan bisa terjadi abortus, lahir prematur,
4.Memberitahuibuuntuktatapmdenjagakehamilanya
5.Membersihkan tangan, alat-alat dapur (seperti; papan atau alas untuk memotong) yang dipakai untuk mengelola daging mentah.
6.Memakai sarung tangan bila ingin mengerjakan pekerjaan kebun atau perkarangan, untuk menghindari kontak langsung dari kotoran hewan yang terinfeksi,serahkanlah tugas membersihkan kotoran kucing kepada anggota yang lainnya, membersihkan kotoran kucing yang dipelihara setiap hari dan ingat untuk menggunakan sarung tangan dan mencuci tangan setiap selesai membersihkan.
7.memeriksakan kucingnya ke dokter hewan bila melihat bahwa kucing peliharaan ibu terdapat tanda-tanda sakit.   
8.Menganjurkan ibu untuk datang kembali  jika ada keluhan                                                                                                                                                                                    
                VII. EVALUASI
                 
Tanggal 26 maret 2013 jam 08.55wib

1.Komunikasi interpersonal sudah d lakukan
2.Ibu cemas dengan keadaannya saat ini
3.ibu sudah d beri tahu keadaan janinya saat ini baik-baik saja
4.ibu bersedia menjaga kehamilanya
5.ibu bersedia untuk mengurangi aktifitas yang berhubungan dengan hewan pliharaan
6.ibu bersedia menjaga kebersihan dapur
7.ibu bersedia untuk memeriksakan hewan pliharanya k dokter
8.ibu bersedia datang kembali dan jika ada keluhan kembali
.







PENUTUP

   Kesimpulan
           
Toxoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh protozoa  (hewan bersel satu) Toxoplasma gondii, infeksi ini ditularkan oleh organisme berkista denagn memakan daging mentah atau kurang matang yang terinfeksi atau kontak dengan kotoran kucing yang terinfeksi.
Infeksi pada kehamilan muda dapat menyebabkan abortus, kehamilan lanjut menyebabkan kelainan congenital : korioretinitis, hidrosefalus, mikrosefali, mikroftalmia, hepatosplenomegali, adenopati, kejang-kejang atau keterlambatan mental.
DAFTAR PUSTAKA

-          Asuhan kebidanan 4:patologi/AI yeyeh rukiyah,lia yulianti .Jakarta :tras info media ,2010
-          Sarwono.ilmu kebiodanan ,BINA PUSTAKA :Jakarta.2007
-          http://www.harianku.com/2008/12/bahaya-virus-toxoplasma-pada-ibu-hamil.html

                       







MAKALAH ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI INFEKSI   TOXSOPLASMOSIS PADA IBU HAMIL

  

KELOMPOK  6      :
-          SRI SUPENI
-          YETI OKTAFIANI