KEHAMILAN DENGAN PENYAKIT VARICELLA

KATA PENGANTAR

           Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua. Atas izin-Nya kami dapat berhasil menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini.
     Akhirnya tugas makalah Asuhan Kebidanan Patologis ,dengan judul “KEHAMILAN DENGAN PENYAKIT VARICELLA” ini dapat diselesaikan. Maksud dan tujuannya adalah untuk memenuhi tugas yang di berikan dan lebih utama lagi ialah supaya lebih luas di manfaatkan sebagai pengetahuan baru bagi kami dan teman – teman. Kami mohon dengan segala kerendahan hati kepada semua pembaca terutama dosen yang memberikan tugas makalah ini untuk memberi koreksinya demi perbaikan makalah kami ini.    
            Penyusun menyadari betapa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempunaan makalah ini. Atas segala perhatiannya, penyusun mengucapkan terima kasih.


Yogyakarta,04 Maret 2013



DAFTAR ISI





BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

     Dulu, penyakit chickenpox lebih dikenal sebagai smallpox. Seorang dokter dari persia bermnama Muhammad abn Zakariya ar-Razi adalah orang pertama kali menemukan smallpox. Nama smallpox diambil dari dua suku kata small dan pox. Small berarti kecil  sedangkan pox pada zaman itu berarti kutukan
Namun pada tahun 1767, Dokter Herberden (seorang dokter dari inggris) dengan tegas menyatakan bahwa chickenpox dan smallpox adalah dua penyakit yang berbeda. Salah satu perbedaannya adalah pada penderita penyakit chickenpox bentol merah tidak ditemukan ditelapak tangan dan kaki, sedangkan smallpox menyerang seluruh anggota tubuh termasuk telapak tangan dan kaki.
Penyakit varisela ini telah lama dikenal. Ingrassia seorang dokter sicilia, telah pernah melaporkannya pada tahun 1553, sedang perbedaan karakteristik klinis antara varisela dengan variola telah ditemukan oleh Herberden pada tahun 1767. Varisela berasal dari bahasa latin, varicella. Di Indonesia penyakit ini di kenal dengan cacar air, sedangkan di luar negeri dkenal dengan nama chicken-pox. Varisela adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster, ditandai oleh erupsi yang khas pada kulit. Pada umumnya menyerang pada anak-anak  tetapi dapat juga terjadi pada orang dewasa yang belum pernah terkena sebelumnya. Banyak menyerang anak usia sekolah dasar (antara 5-9 tahun). Penularan memang cukup sering terjadi antar teman sekolah. Bersifat sangat menular dengan masa penularan antara 1 hari sebelum timbul ruam sampai 7 hari setelah munculnya gejala. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dan percikan ludah (droplet infection)

B. Tujuan                                                                           

1.      Tujuan Umum
Menjelaskan dan menatalaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan masalah penyakit Varicella.
2.      Tujuan Khusus
a.       Untuk menjelaskan Definisi Varicella.
b.      Untuk menjelaskan penyebab penyakit Varicella, tanda dan gejala serta patofisiologinya dalam tubuh.
c.       Untuk menjelasan hubungan antara Varicella dengan kehamilan dan janin.
d.      Untuk menjelaskan pengobatan pada Varicella kehamilan.

 

 

 

 

 

 

 









 



BAB II

TINJAUAN TEORI


   Varicella / chickenpox atau sering disebut cacar air adalah suatu infeksi virus menular, yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik – bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
Infeksi varicella akut ( chicken pox , cacar air , waterpoken ) disebabkan oleh virus varicella zoster yang merupakan virus herpes DNA ( famili herpesviridae) dan ditularkan melalui kontak langsung atau via pernafasan. Hampir seluruh tubuh bisa terkena benjolan yang akan menyebar ke seluruh bagian tubuh dan tanpa terkecuali pada bagian muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian tubuh yang paling intim.
   Penyakit kulit ini pun merupakan salah satu penyakit kulit yang penularannya sangat cepat dan timbulnya pun secara tiba-tiba. Penyakit ini paling sering terjadi pada anak-anak. Namun, orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini kalau daya tahan tubuh menurun. Biasanya, penyakit cacar air ini terjadi selama 17-21 hari. Cacar air biasanya menyerang anak-anak yang dimulai dengan demam dan diikuti munculnya bintil merah berair. Bintil-bintil ini baru akan hilang selama 17-24 hari.
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan memiliki kekebalan dan tidak perlu divaksin lagi. Lamanya perlindungan dari vaksin ini belum dapat diketahui secara pasti. Tapi biasanya, vaksinasi ulangan diberikan setelah 4-6 tahun. Tetapi virusnya bisa tetap tertidur didalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster.

   Penyebab penyakit ini adalah oleh infeksi dari virus Varicella-Zoster (VZV) Penamaan virus ini memberi pengertian bahwa infeksi primer virus ini menyebabkan timbulnya penyakit varisela, sedangkan reaktivasi (keadaan kambuh setelah sembuh dari varisela) menyebabkan herves zoster.

   Pada penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa di dapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Berapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut. Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
   Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat. Setelah 24-36 jam timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula).Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk secara tidak sengaja. Jika lenting ini tidak dibiarkan maka akan segera membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi. Proses ini memakan waktu selama 6-8jam. Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.Lain halnya jika lentingan cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mongering lebih lama. Kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi, setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa. Pada hari kelima biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.Pada bayi, misalnya bayi yang usianya belum genap satu tahun akan lebih menderita pada saat terserang virus ini karena demamnya bisa sangat tinggi. Kulitnya pun akan bisa terinfeksi bakteri. Mereka belum bisa mengeluarkan apa yang dirisaukannya kecuali menangis.
Cacar air menular dengan cara :
a.       Lewat udara ketika penderita bersin atau batuk.
b.      Percikan ludah dari penderita.
c.       Menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita.
d.      Kontak kulit dengan penderita.
e.       Masa inkubasi virus umumnya 2 minggu.
   Diawali dengan gejala melemahnya kondisi tubuh, pusing, demam yang kadang-kadang diiringi batuk, dalam waktu 24 jam timbul bintik-bintik yang berkembang menjadi lesi (mirip kulit yang terangkat karena terbakar) dan terakhir menjadi benjolan-benjolan kecil berisi cairan. Sekitar 250 - 500 benjolan akan timbul menyebar di seluruh bagian tubuh, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian tubuh yang paling intim. Namun dalam waktu kurang dari seminggu, lesi ini akan mengering dan bersamaan dengan itu terasa gatal. Dalam waktu 1 - 3 minggu bekas pada kulit yang mengering akan terlepas.

   Ibu hamil rentan terserang cacar air terutama pada trimester pertama karena pada trimester ini sebagian ibu hamil daya tahan tubuhnya menurun akibat rasa mual yang disebabkan oleh perubahan hormon dalam tubuh. Karena merasa mual dan ingin muntah sebagian ibu hamil sulit untuk mengkonsumsi makanan.
   Ibu hamil yang terserang cacar air akan mengalami gangguan dan resiko komplikasi lebih tinggi, baik bagi ibu maupun janinnya. Umumnya cacar air pada orang dewasa lebih berat dan beresiko dibandingkan cacar air pada anak-anak .Cacar air atau chickenpox, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zooster, orang yang pernah terkena cacar air maka dalam tubuhnya akan terbangun antibody terhadap virus ini sehingga tidak akan terserang untuk kedua kalinya. Pada anak normal komplikasi jarang terjadi lebih sering pada orang dewasa berupa sepsis, meningitis, ensefalitis, glomerulonefretis, karditis, hepatitis, keratitis, konjungtivitis, arthritis, pnemonia.
5 – 10% wanita dewasa rentan terhadap infeksi virus varicella zoster.
Infeksi varicella akut terjadi pada 1 : 7500 kehamilan
Komplikasi maternal yang mungkin terjadi :
1.      Persalinan preterm.
2.      Ensepalitis
3.      Pneumonia
Ibu hamil pada masa trimeter pertama biasanya kondisinya sedang lemah. Pada saat ini biasanya sedang mual, muntah dan sering tidak mau makan, yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Pada saat sperti inilah kemungkinan cacar air bisa menyerangnya. Jika terjadi pada trimester kedua dan ketiga, cacar air umumnya tak menyebabkan kelainan bawaan. Namun kemungkinan bayi lahir prematur atau menderita bintil-bintil berisi air setelah 10 hari dilahirkan. Pencegahan hanya bisa dilakukan dengan vaksinasi.Kehamilan cenderung memperburuk perjalanan penyakit varicella. Infeksi varicella pada kehamilan meningkatkan resiko kejadian komplikasi pneumonia. Infeksi varicella pada trimester awal kehamilan memunculkan resiko kelainan konginital, sebesar 0,4-2%. Pada infeksi yang terjadi pada akhir kehamilan (secara kesepakatan ditetapkan 5 hari sebelum atau sesudah kelahiran) memunculkan resiko transmisi vertikal.Pada ibu hamil penyakit ini dapat menular kepada janinnya lewat plasenta. Namun yang lebih fatal apabila varicella zooster terjadi pada ibu hamil yang beberapa hari lagi melahirkan, yang penularannya lewat darah karena bayi belum punya antibody dari ibu sehingga teridentifikasi baru yang bisa berakibat kematian dan mengakibtkan bayi baru lahir mengalami infeksi varicella berat.

G.    Pencegahan
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah mengalami komplikasi (misalnya penderita gangguan system kekebalan), bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varicella biasanya diberikan kepada anak yang berusia 12-18 bulan.
Pencegahan varicella, selain dengan meningkatkan daya tahan tubuh, dapat ditempuh dengan pemberian vaksinasi atau imunisasi immunoglobulin (IG) anti varicella. Vaksinasi diberikan untuk mereka yang belum pernah terkena varicella. Immunoglobulin diberikan setelah tejadi paparan (postexposure), terutama pada pasien dengan status imun rendah, bayi baru lahir (BBL), dan ibu hamil. Bila sudah terjadi infeksi, prinsip terapi adalah suportif dan pemberian anti viral sesuai indikasi.Anti viral terpilih adalah acyclovir, yang akan bekerja efektif bila diberikan 72 jam pertama sesudah munculnya lesi. Indikasi mutlak pemberian terapi anti viral meliputi status imun rendah, manifestasi klinis berat, serta kehamilan trimester ke-3. Pasien dengan varicella perlu dirawat bila keadaan umum lemah, lesi luas, atau untuk keperluan isolasi.


        Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah pergarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin.Bisa juga dioleskan lotion kalamin, anthihistamin atau lainnya yang mengandung mentol dan fenol.
Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya :   
a) Kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun. 
b)                   Menjaga kebersiahan tangan.
c) Kuku dipotong pendek.
d)                  Pakaian tetap kering dan bersih.
Adapun penderita varicella dapat diberikan pengobatan sebagai berikut :
1.      Topical : Bedak dan antibiotika
2.      Sistemik : Sedativa, antipiretik, antibiotika untuk infeksi sekunder, acyclovir.
        Pengobatan varicella dibagi menjadi 2, yaitu pada penderita normal dan penderita dengan imunokompromise atau penurunan system imun. Selain pengobatan di atas dapat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui hasil pemeriksaan, seperti :
a. Labolatorium
Pemeriksaan labolatorium tidak dibutuhkan untuk diagnosis karena varicella dapat terlihat dari gejala klinis. Kabanyakan pada anak-anak dengan varicella terjadi leukopeni pada 3 hari pertama, kemudian diikuti dengan leukositosis. Leukositosis mengindikasikan adanya infeksi bakteri sekunder, tetapi tidak selalu. Kebanyakan pada anak-anak dengan infeksi bakteri sekunder terjadi leukositosis.
b. Pemeriksaan serologi
Digunakan untuk mengkonfirmasi infeksi yang lalu untuk menentukan status kerentanan pasien. Hal ini berguna untuk menentukan terapi pencegahan pada dewasa yang terekspos dengan varicella. Identifikasi virus varicella zoster secara cepat diindikasikan pada kasus yang parah atau penyakit belum jelas yang membutuhkan pengobatan antiviral dengan cepat. Metode yang paling spesifik yang digunakan adalah Indirect Fuorescent Antibody (IFA), Fluorecent Antibody to Membrane Antigen (FAMA), Neutralization Test(NT), dan Radioimmunoassay (RIA). Tes serologis tidak diperlukan pada anak, karena infeksi pertama memberikan imunitas yang pasti pada anak.
c. Radiologi
Foto Toraks : Anak-anak dengan suhu yang tinggi dan gangguan respirasi seharusnya dilakukan foto toraks untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan adanya pneumonia.


















Pada Ny.A umur 25 tahun, G1P0A0 umur kehamilan 12 minggu mengeluh sudah 3 hari sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah.Dan timbul kemerahan pada kulit berisi cairan ,ibu juga mengatakan nyeri dan gatal pada daerah punggung .
























ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
Ny.A G1P0A0 UMUR KEHAMILAN 12 MINGGU DENGAN VARICELLA
                                                       DI RB AYAH BUNDA

No. Register                           : 4741180484
Hari/ tanggal                           : Kamis, 25 Maret 2013
Jam                                         : 09.00 WIB


I.       PENGKAJIAN                              
A.    Data Subyektif
1.     Identitas                                Istri                                         Suami
Nama                                : Ny ”A”                                  Tn “A”
Umur                                 : 25 Tahun                               27 Tahun
Agama                              : Islam                                     Islam
Pendidikan                        : SMA                                     S1
Pekerjaan                          : IRT                                        Swasta
Suku/Bangsa                     : Jawa/Indonesia                     Jawa/Indonesia
Alamat                              : Gorongan                              Gorongan      
Telp                                   : 085729292929                     085729999999

2.    Alasan Datang
 Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya dan kesehatannya.
3.    Keluhan Utama
       Ibu mengeluh sudah 3 hari sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah.Dan timbul kemerahan pada kulit berisi cairan ,ibu juga mengatakan nyeri dan gatal pada daerah punggung.

4.   Riwayat perkawinan
Status pernikahan                         : Sah
Lama                                             : ±2 th
Menikah ke                                   : I
Usia menikah pertama kali          : 23 th
5    Riwayat Menstruasi
      Menarche umur          : 13 tahun                                Warna             : merah
lama                            :  5-6 hari                                Konsistensi     : cair
                
siklus                         : 29 hari                                   Bau                  : khas
keluhan                      : Tidak ada

6.   Riwayat kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.
7.   Riwayat Kehamilan sekarang
a. Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama.
b. HPHT  : 31-12-2012
c. HPL     : 07-10-2013
d. UK  : 12 minggu
e. Kunjungan ANC
Trimester I     
Frekuensi        : 2 x, Tempat: RB                   Oleh: Bidan
Keluhan          : mual muntah
f. Imunisasi TT :
TT 1    : UK 7 +5 minggu
8.    Riwayat Kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita ( menular, menurun, dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular HIV, PMS. menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal.
b. Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga ( menular, menurun, menahun)
Ibu mengatakan keluarga tidak ada yang menderita penyakit yang membahayakan janin .
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak ada keturunan kembar.
d. Riwayat alergi
     Ibu mengatakan tidak  alergi apapun.
9.   Pola Kebutuhan Sehari-hari
a. Pola nutrisi                    Sebelum hamil                                   Saat Hamil     
Makan
Frekuensi              : 3x/hari                                              2x/hari
Jenis                      : nasi, lauk, sayur                               Nasi, lauk, sayur, buah
Porsi                      :1 piring                                              ½  piring
Pantangan             : tidak ada                                           Tidak ada
Keluhan                : Tidak ada                                          tidak nafsu makan
Minum
Frekuensi              : 5-6x/hari                                           4-5x/hari
Jenis                      : air putih, teh                                     Air putih, teh, susu
Porsi                      : 1 gelas                                              1 gelas
Pantangan             : tidak ada                                           Tidak ada
Keluhan                : tidak ada                                           Tidak ada
b.Pola eliminasi
BAB
Frekuensi              : 1x sehari                                           1x sehari
Warna                   : kuning khas feses                             kuning khas feses
Konsistensi           : lunak                                                 lunak
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
BAK
Frekuensi              : 4-5x /hari                                          7-8 x/hari
Warna                   : kuning jernih                                    Kuning jernih
Konsistensi           : cair                                                    cair
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
c. Pola istirahat
Tidur siang          
Lama                     : Tidak pernah                                     ½  jam/hari    
Keluhan                : tidak ada                                           Tidak ada
Tidur malam
Lama                     : 7-8  jam sehari                                 6-7 jam/hari
Keluhan                : tidak ada                                           susah tidur karena gatal
d.Personal hygiene 
Mandi                   : 2x sehari                                           2x sehari                    
Gosok gigi            : 2x sehari                                           2x sehari
Ganti pakaian       : 1x sehari                                           1x sehari
Mencuci rambut   : 2x seminggu                                     2x seminggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi              : 3x seminggu                                     1x seminggu
Keluhan                : tidak ada                                            tidak ada
f. Pola aktivitas( terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan melakukan kegiatan rumah tangga seperti memasak mencuci, menyapu dibantu oleh keluarga. Ibu jarang melakukan kegitan olahraga.
10.  Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol.

11.  Psikososiospritual ( penerimaan ibu/ suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
a. Ibu senang dengan kehamilannya
b. Keluarga dan suami senang dengan kehamilan ibu
c. Ibu dan keluarga cemas dengan keadaan ibu saat ini
d. Ibu selalu menjalankan ibadah sholat 5 waktu
e. Kegiatan sosial: ibu senang mengikuti kegiatan sosial dikampungnya

12.  Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)
Ibu mengatakan pernah mendapatkan informasi mengenai kehamilan, persalinan dan laktasi.

13.  Lingkungan yang berpengaruh( sekitar rumah dan hewan peliharaan)
a. Lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b. Ibu tidak memiliki hewan peliharaan

B. Data Obyektif
1.   Pemeriksaan Umum
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Composmentis
Status Emosional  : Stabil
Tanda vital Sign   :
Tekanan Darah     : 110/80  mmHg                                 Nadi    : 90 x/menit
Pernafasan            : 26x/menit                                         Suhu    : 37,5 0C
TB                         : 159 cm
BB                         : Sebelum hamil         : 56 kg
                                Sekarang                   : 58 kg
LILA                     : 23,5 cm
2.    Pemeriksaan Fisik
Kepala            : Bentuk  meshocepal, tidak ada bekas operasi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri  tekan.
 Rambut          lurus, hitam,tidak berketombe, tidak rontok,tidak berbau.
Muka               :Bentuk oval, warna kulit sawo matang, tidak ada chloasma, tidak ada bekas                                   operasi, tidak ada odema.
                        Mata                : simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada secret.
Hidung            :bersih, tidak ada polip, tidak ada secret, tidak ada cuping hidung.
Mulut              :bibir kering, tidak ada stomatitis, tidak ada karies gigi, lidah bersih gusi tidak berdarah, tidak terdapat pembesaran kelenjar tonsil.
Telinga            : simetris, terdapat sedikit serumen, tidak ada tanda-tanda infeksi
Leher               : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, parotis, limfe dan vena jugularis.
                       Dada               
 Payudara          : simetris, terdapat pembesaran payudara, puting susu menonjol, aereola hyperpigmentasi, tidak ada benjolan yang abnormal.
                        Abdomen        :Tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat linea dan striae gravidarum.
                        Kulit                 :timbul bintik-bintik berisi cairan pada punggung.
                        Auskultasi DJJ : tidak teratur
                        TFU                 : Teraba tegang
Ekstr                            Ekstermitas atas          : simetris, gerakan aktif, kuku tidak anemis tidak sianosis
Ekstermitas bawah      : simetris, gerakan aktif, kuku  tidak anemis tidak sianosis reflek patela (+)
Genetalia luar              :bersih,tidak ada varises
Anus                            : tidak haemorroid
3.     Pemeriksaan Penunjang              
      Tidak dilakukan.

II.     INTEPRETASI DATA
A.    Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny “A” umur 25 tahun GIP0A0AH0 Umur kehamilan 12  minggu dengan Varicella.
DS :
a.       Ibu mengatakan HPHT tanggal 31-12-2012
b.      Ibu mengatakan sudah 3 hari sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah.Dan timbul kemerahan pada kulit berisi cairan ,ibu juga mengatakan nyeri dan gatal pada daerah punggung.
DO :
1. Pemeriksaan Umum
KU                        : Lemah
Kesadaran             : Composmentis
Tanda vital Sign   :
 Tekanan Darah           : 110/80  mmHg                                 Nadi    : 90 x/menit
  Pernafasan                  : 26x/menit                                         Suhu    : 37,5 0C
  TB                               : 159 cm
  BB                              : Sebelum hamil         : 56 kg
                                      : Sekarang                   :58 kg
  LILA                          : 23,5 cm
-  teratur, 138 x/menit
-  Pemeriksaan mulut : Bibir kering
-  Pemeriksaan kulit   :timbul bintik-bintik berisi cairan pada punggung.

Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan.

B. Masalah
     Timbul kemerahan pada kulit berisi cairan ,ibu juga mengatakan nyeri dan gatal pada daerah punggung.
C. Kebutuhan
                 - Dukungan emosional
-    Pemberian obat topikal.
     
III.   DIAGNOSA POTENSIAL
      Pada ibu    : Persalinan preterm ,Ensepalitis ,Pneumonia.
Pada Janin : congenital varicella syndrome

IV.  ANTISIPASI MASALAH/TINDAKAN SEGERA
Berkolaborasi denga dokter ahli SPOG

V.    PERENCANAAN                                                
       Tanggal/jam:25-03-2013         jam :09.00  WIB         
1.      Beritahu ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini.
2.      Berikan dukungan emosional.
3.      Berikan bedak pada daerah yang timbul kemerahan, dan gatal.
4.      Berikan surat rujukan.


VI.  PELAKSANAAN                                                
 Tanggal/jam:25-03-2013  jam :09.40  WIB
1.   Memberitahukan ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini.
2.   Memberikan dukungan emosional
3.   Memberikan bedak pada daerah yang timbul kemerahan, dan gatal.
4.   Memberikan surat rujukan

VII.          EVALUASI                                      
   Tanggal/jam:25-03-2013  jam :09.50 WIB
1.      Ibu dan keluarga telah mengetahui keadaan ibu dan keluarga bersedia untuk tetap menjaga dan mengawasi ibu
2.      Ibu merasa tenang.
3.      Ibu bersedia untuk menggunakan bedak yang di berikan.
4.      Ibu menerima surat rujukan dan bersedia untuk rujuk.

 












BAB IV

PENUTUP


            Varicella / chickenpox atau sering disebut cacar air adalah suatu infeksi virus menular, yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik – bintik kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng, yang menimbulkan rasa gatal.
Infeksi varicella akut ( chicken pox , cacar air , waterpoken ) disebabkan oleh virus varicella zoster yang merupakan virus herpes DNA ( famili herpesviridae) dan ditularkan melalui kontak langsung atau via pernafasan.Infeksi varicella pada kehamilan meningkatkan resiko kejadian komplikasi pneumonia. Infeksi varicella pada trimester awal kehamilan memunculkan resiko kelainan kongenital.Pada infeksi yang terjadi pada akhir kehamilan (secara kesepakatan ditetapkan 5 hari sebelum atau sesudah kelahiran) memunculkan resiko transmisi vertikal.Namun yang lebih fatal apabila varicella zooster terjadi pada ibu hamil yang beberapa hari lagi melahirkan, yang penularannya lewat darah karena bayi belum punya antibody dari ibu sehingga teridentifikasi baru yang bisa berakibat kematian dan mengakibtkan bayi baru lahir mengalami infeksi varicella berat.
            Peran bidan dalam menangani klien dengan varicella adalah dengan memberikan konseling mengenai definisi, penyebab, cara pencegahan dan penularan serta terapi varicella, juga menjelaskan pada klien tentang dampak yang ditimbulkan terhadap kehamilan. Di samping itu juga  menawarkan alternatif solusi dan melakukan asuhan kebidanan untuk wanita yang mengalami varicella masa prakonsepsi dalam mempersiapkan kehamilannya.

            Setiap pasangan yang akan merencanakan kehamilan, hendaknya berkonsultasi dulu mengenai kondisi kesehatan kepada tenaga kesehatan, termasuk bidan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit/kelainan yang mungkin dialami calon orang tua, sehingga dapat melakukan tindakan yang lebih komprehensif dalam mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari penyakit yang diderita, baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.



Marmi, dkk.2011.Asuhan Kebidanan Patologi.Pustaka Pelajar.
Bari Saifuddin, Abdul, dkk.2009.Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Yulianti, Lia,Am.Keb,MKM, dkk.2010.Asuhan Kebidanan Patologi.Jakarta :Trans Info Media
Nugraheny, Esti,S.S.T.2010.Asuhan Kebidanan Patologi.Yogyakarta :Pustaka Rihama.
























LAMPIRAN

Pertanyaan :
1.Diastri : Mengapa varisella pada kehamilan menyebabkan persalinan preterm, ensepalitis, pneumonia ?

Jawaban :
1. Diastri :
Pada persalinan preterm: karena pada kasus ibunya nafsu makannya berkurang dapat menyebabkan kandungan lemah karena nutrisi ibu kejanin kurang.
Ensepalitis & pneumonia: penyebabnya melalui sistemik.