Kehamilan dengan IUFD [Intra Uterine Fetal Death]

KATA PENGANTAR

           Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kepada kita semua. Atas izin-Nya kami dapat berhasil menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini.
     Akhirnya tugas makalah Asuhan Kebidanan Patologis ,dengan judul “IUFD(Intra Uterine Fetal Death)” ini dapat diselesaikan. Maksud dan tujuannya adalah untuk memenuhi tugas yang di berikan dan lebih utama lagi ialah supaya lebih luas di manfaatkan sebagai pengetahuan baru bagi kami dan teman – teman. Kami mohon dengan segala kerendahan hati kepada semua pembaca terutama dosen yang memberikan tugas makalah ini untuk memberi koreksinya demi perbaikan makalah kami ini.    
            Penyusun menyadari betapa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, masukan berupa kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempunaan makalah ini. Atas segala perhatiannya, penyusun mengucapkan terima kasih.


Yogyakarta,25 Maret 2013


Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………….……….i

 



 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

IUFD (Intra Uterine Fetal Death) merupakan kematian janin yang terjadi tanpa sebab yang jelas, yang mengakibatkan kehamilan tidak sempurna (Uncomplicated Pregnancy). Kematian janin terjadi kira-kira pada 1% kehamilan dan dianggap sebagai kematian janin jika terjadi pada janin yang telah berusia 20 minggu atau lebih, dan bila terjadi pada usia di bawah usia 20 minggu disebut abortus. Sedangkan WHO menyebutkan bahwa yang dinamakan kematian janin adalah kematian yang terjadi bila usia janin 20 minggu dan berat janin waktu lahir diatas 1000 gram.
Pada dasarnya untuk membedakan IUFD dengan aborsi spontan, WHO dan American College of Obstetricians and Gynaecologists telah merekomendasikan bahwa statistik untuk IUFD termasuk di dalamnya hanya kematian janin intra uterine dimana berat janin 500 gr atau lebih, dengan usia kehamilan 22 minggu atau lebih. Tapi tidak semua negara menggunakan pengertian ini, masing-masing negara berhak menetapkan batasan dari pengertian IUFD (Kliman, 2000)
Penyebab dari kematian janin intra uterine yang tidak dapat diketahui sekitar 25-60%, insiden meningkat seiring dengan peningkatan usia kehamilan. Pada beberapa kasus yang penyebabnya teridentifikasi dengan jelas, dapat dibedakan berdasarkan penyebab dari faktor janin, maternal dan patologi dari plasenta.
a.       Tujuan Umum
Menjelaskan dan menatalaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan masalah IUFD.
b.      Tujuan Khusus
1.      Untuk menjelaskan Definisi IUFD
2.      Untuk menjelaskan penyebab IUFD, tanda dan gejala
3.      Untuk menjelaskan pencegahan, penatalaksanaan pada IUFD.



BAB II



                Intra uterine fetal deadth (IUFD) atau kematian janin dalam rahim adalah kematian janin dalam kehamilan sebelum terjadi proses persalinan pada usia kehamilan 28 minggu ke atas atau berat janin 1000 gram.IUFD adalah kematian intrauterin sebelum seluruh produksi konsepsi manusia dikeluarkan, ini tidak diakibatkan oleh aborsi terapeutik atau kematian janin juga disebut kematian intrauterin dan mengakibatkan kelahiran mati.IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20 minggu atau kurang dari 20 minggu.

Faktor predisposisi IUFD
a. Ibu (High Risk Mothers)
1. Faktor Status sosial ekonomi yang rendah
2. Tingkat pendidikan ibu yang rendah
3. Umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang dari 20 tahun
4. Paritas pertama atau paritas kelima atau lebih
5. Tinggi dan BB ibu tidak proporsional
6. Kehamilan di luar perkawinan
7. Kehamilan tanpa pengawasan antenatal
8. Ganggguan gizi dan anemia dalam kehamilan
9. Ibu dengan riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya tidak baik seperti bayi lahir mati
10.  Riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu

b.Faktor Bayi (High Risk Infants)
1. Bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
2. Bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine Growth Retardation)
3. Bayi dalam keluarga yang mempunyai problema sosial

a.  Terhentinya pertumbuhan uterus, atau penurunan TFU
b. Terhentinya pergerakan janin
c.  Terhentinya denyut jantung janin
d.                   Penurunan atau terhentinya peningkatan berat badan ibu
e.  Perut tidak membesar tapi mengecil dan terasa dingin
f.  Terhentinya perubahan payudara

a.  Trauma emosional yg cukup berat terjadi bila wktu antara kematia janin & persalinan cukup lama
b. Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah
c.  Dapat terjadi koagulasi bila kematian janin berlangsung lebih dari 2minggu.
d.                         Kematian janin dalam kandungan 3-4 minggu, biasanya tidak membahayakan ibu.Setelah lewat 4 minggu maka kemungkinan terjadinya kelainan darah (hipofibrinogenemia) akan lebih besar. Kematian janin akan menyebabkan desidua plasenta menjadi rusak menghasilkan tromboplastin masuk kedalam peredaran darah ibu, pembekuan intravaskuler yang dimulai dari endotel pembuluh darah oleh trombosit terjadilah pembekuan darah yang meluas menjadi disseminated intravascular coagulation hipofibrinogenemia (kadar fibrinogen <100 mg%. Kadar normal fibrinogen pada wanita hamil adalah 300-700 mg%. Akibat kekurangan fibrinogen maka dapat terjadi hemoragik postpartum. Partus biasanya berlangsung 2-3 minggu setelah janin mati.

Pencegahan kematian janin :
1. Memberikan nasehat pada waktu ANC mengenai keseimbangan diet makanan, jangan merokok, tidak meminum minuman beralkohol, obat-obatan dan hati-hati terhadap infeksi atau bahan-bahan yang berbahaya
2. Mendeteksi secara dini faktor-faktor predisposisi IUFD dan pemberian pengobatan
3. Medeteksi gejala awal IUFD atau tanda fetal distress.

1. Periksa tanda vital
2. Selama menunggu diagnosa pasti, ibu akan mengalami syok dan ketakutan memikirkan bahwa bayinya telah meninggal. Pada tahap ini bidan berperan sebagai motivator untuk meningkatkan kesiapan mental ibu dalam menerima segala kemungkinan yang ada,sebaiknya pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya. Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat lahir pervaginam.
3. Diagnosa pasti dapat ditegakkan dengan berkolaborasi dengan dokter spesialis kebidanan melalui hasil USG dan rongen foto abdomen, maka bidan seharusnya melakukan rujukan.
4. Jelaskan seluruh prosedur pemeriksaan dan hasilnya serta rencana tindakan yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarganya. Bila belum ada kepastian sebab kematian, hindari memberikan informasi yang tidak tepat.
5. Rencana persalinan pervaginam dengan cara induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan keluarganya, sebelum keputusan diambil.
6. Bila pilihan adalah pada ekspektatif : tunggu persalinan spontan hingga 2 minggu, yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
7. Bila pilihan adalah manajemen aktif: induksi persalinan menggunakan oksitosin atu misoprostol. Seksio sesarea merupakan pilihan misalnya pada letak lintang.
8. Berikan kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut.
9. Pemeriksaan patologi plasenta akan mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.
10.  Periksa ulangan (followup)
Dilakukan kunjungan rumah pada hari ke 2, 6, 14, atau 40 hari. Dilakukan pemeriksaan nifas seperti biasa. Mengkaji ulang tentang keadaan psikologis, keadaan laktasi (penghentian ASI), dan penggunaan alat kontrasepsi.
























Ny.A umur 23 tahun G1P0A0 uk.29 minggu datang ke BPS Ananda bersama suaminya ingin memeriksakan kehamilannya ,ibu mengeluh sudah 2 hari tidak merasakan gerakan janinnya.

































ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NY.A G1P0A0 UMUR 23 TAHUN USIA KEHAMILAN 29 MINGGU DENGAN GERAKAN JANIN TIDAK TERASA
                                                 BPS  ANANDA, YOGYAKARTA

No. Register                           : 4741180484
Hari/ tanggal                           : Kamis, 25 Maret 2013
Jam                                         : 09.00 WIB
Jenis pengkajian                     :autoanamnesa

I.       PENGKAJIAN                              
A.    Data Subyektif
1.     Identitas                                Istri                                         Suami
Nama                                : Ny ”A”                                  Tn “D”
Umur                                 : 25 Tahun                               27 Tahun
Agama                              : Katolik                                   Katolik
Pendidikan                        : SMA                                      S1
Pekerjaan                          : IRT                                        Swasta
Suku/Bangsa                     : Jawa/Indonesia                     Jawa/Indonesia
Alamat                              : Gorongan                              Gorongan      
Telp                                   : 085729292929                     085729999999

2.    Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya dan kesehatannya.
3.   Keluhan Utama
      Ibu mengatakan sudah 2 hari tidak merasakan gerakan janinnya
     
4.   Riwayat perkawinan
Status pernikahan                         : Sah
Lama                                            : ± 2 thn
Menikah ke                                  : I
Usia menikah pertama kali          : 21 thn
5    Riwayat Menstruasi
      Menarche umur                            : 13 tahun                                Warna             : merah
lama                            : 5-6 hari                                Konsistensi     : cair
siklus                          : 29 hari                                  Bau                  : khas
keluhan                      : tidak ada

6.     Riwayat kontrasepsi yang digunakan
  Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.
8.         Riwayat Kehamilan sekarang
a.       Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertama
b.      Ibu mengatakan usianya 23 tahun
c.       Gerakan janin pertama uk 20 minggu
d.      HPHT     : 03 September 2012
e.       HPL       : 10 Juni 2013             
f.       UK         : 29 minggu
g.      Kunjungan ANC
Trimester I     
Frekuensi        : 2 x,     Tempat: BPS                Oleh: Bidan
Keluhan          : mual muntah
Trimester II                 Tanggal :27 februari 2013
Frekuensi         : 1 x,    Tempat : BPS              Oleh : Bidan
Keluhan           : tidak ada
h.      Imunisasi TT :
TT 1    : usia kehamilan 8 minggu
TT 2     : usia kehamilan 12 minggu
9.      Riwayat Kesehatan
a.       Penyakit yang pernah/sedang diderita ( menular, menurun, dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau sedang menderita penyakit menular HIV, PMS. menurun seperti hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal
b.      Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga ( menular, menurun, menahun)
Ibu mengatakan bahwa dari pihak keluarga ibu pernah menderita penyakit hipertensi.
c.       Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun suami tidak ada keturunan kembar.
d.      Riwayat alergi
Ibu mengatakan tidak  alergi apapun.
10.  Pola Kebutuhan Sehari-hari
a.       Pola nutrisi                 Sebelum hamil                                   Saat Hamil     
Makan
Frekuensi              : 3x/hari                                              3x/hari
Jenis                      : nasi, lauk, sayur                               nasi, lauk, sayur, buah
Porsi                      :1 piring                                              ½  piring
Pantangan             : tidak ada                                           tidak ada
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
Minum
Frekuensi              : 5-6x/hari                                           6-7x/hari
Jenis                      : air putih, teh                                     air putih, teh, susu
Porsi                      : 1 gelas                                              1 gelas
Pantangan             : tidak ada                                           tidak ada
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
b. Pola eliminasi
BAB
Frekuensi              : 1x sehari                                           1x sehari
Warna                   : kuning khas feses                             kuning khas feses
Konsistensi           : lunak                                                 lunak
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
BAK
Frekuensi              : 4-5x /hari                                          7-8 x/hari
Warna                   : kuning jernih                                    kuning jernih
Konsistensi           : cair                                                    cair
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
c. Pola istirahat
Tidur siang          
Lama                     : tidak pernah                                     ½  jam/hari    
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
Tidur malam
Lama                     : 7-8  jam sehari                                 6-7 jam/hari
Keluhan                : tidak ada                                           tidak ada
d.Personal hygiene 
Mandi                   : 2x sehari                                           2x sehari                    
Gosok gigi            : 2x sehari                                           2x sehari
Ganti pakaian       : 1x sehari                                           1x sehari
Mencuci rambut   : 2x seminggu                                     2x seminggu
e. Pola seksualitas
Frekuensi              : 3x seminggu                                     1x seminggu
Keluhan                : tidak ada                                            tidak ada
f. Pola aktivitas( terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan melakukan kegiatan rumah tangga seperti memasak mencuci, menyapu dibantu oleh keluarga. Ibu jarang melakukan kegiatan olahraga

10.  Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol.

11.  Psikososiospritual ( penerimaan ibu/ suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan, pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial dan persiapan keuangan ibu dan keluarga)
a. Ibu senang dengan kehamilannya
b. Keluarga dan suami senang dengan kehamilan ibu
c. Ibu cemas dengan keadaan janinnya saat ini
d.Kegiatan sosial: ibu senang mengikuti kegiatan sosial didaerahnya.

12.  Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan dan laktasi)
Ibu mengatakan pernah mendapatkan informasi mengenai kehamilan, persalinan dan laktasi.

13.  Lingkungan yang berpengaruh( sekitar rumah dan hewan peliharaan)
a. Lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b. Ibu tidak memiliki hewan peliharaan

B.    Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
    KU                        : baik
    Kesadaran             : Composmentis
    Status Emosional  : stabil
    Tanda vital Sign   :
    Tekanan Darah     : 120/80  mmHg                                 Nadi    : 90 x/menit
    Pernafasan            : 24x/menit                                         Suhu    : 36,5 0C
    TB                        : 159 cm
    BB                        : Sebelum hamil         : 51 kg
                                  TM I      : 56 kg             TM II  : 59 kg             TM III : 57 kg
 LILA                     : 27 cm
2.    Pemeriksaan Fisik
Kepala            : Bentuk  meshocepal, tidak ada bekas operasi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri  tekan.
 Rambut          lurus, hitam,tidak berketombe, tidak rontok,tidak berbau.
 Muka              :Bentuk oval, warna kulit sawo matang, tidak ada chloasma, tidak ada bekas                                   operasi, tidak ada odema.
                         Mata               : simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada secret.
Hidung            :bersih, tidak ada polip, tidak ada secret, tidak ada cuping hidung.
Mulut              :bibir kering, tidak ada stomatitis, tidak ada karies gigi, lidah bersih gusi tidak berdarah, tidak terdapat pembesaran kelenjar tonsil.
Telinga            : simetris, terdapat sedikit serumen, tidak ada tanda-tanda infeksi
Leher               : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, parotis, limfe dan vena jugularis.    
  Payudara         :simetris, terdapat pembesaran payudara, puting susu menonjol, aereola                hyperpigmentasi, tidak ada benjolan yang abnormal.
                        Abdomen        : tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat linea nigra dan striae gravidarum.
                        Leopold 1        : TFU 1 jari diatas pusat,teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
                        Leopold 2        : bagian kanan teraba keras,panjang seperti papan (punggung). Bagian kiri teraba                            bagian kecil-kecil janin (ekstremitas).
                        Leopold 3        : teraba bulat, keras dan melenting (kepala)
                        Leopold 4        : konvergen
                        Auskultasi DJJ : negatif
                        TFU mc Donald : 24 cm
                        TBJ      : (TFU – 12 ) x 155
                                    : (24 cm – 12) x 155
                                    :1860 gram
Ekstr                            Ekstermitas atas          : simetris, gerakan aktif, kuku tidak anemis tidak sianosis
Ekstermitas bawah      : simetris, gerakan aktif, kuku  tidak anemis tidak sianosis reflek patela (+)
Genetalia luar              :bersih,tidak ada varises
Anus                            : tidak haemorroid
3.     Pemeriksaan Penunjang    
        Tidak ada 


II.   INTEPRETASI DATA
A.    Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny “A” umur 23 tahun GIP0A0 Umur kehamilan 29  minggu
Janin intrauterine,gerakan tidak ada, tunggal, puka, preskep.
DS :
a.       Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertama
b.      Ibu mengatakan usianya 23 tahun
c.       Ibu mengatakan HPHT tanggal 03 September 2012
d.      Ibu mengatakan tidak merasakan gerakan janin
DO :
1.      Pemeriksaan Umum
KU                        : baik
Kesadaran             : Composmentis
Tanda vital Sign   
Tekanan Darah           : 120/80  mmHg                                 Nadi    : 90 x/menit
Pernafasan                  : 24x/menit                                         Suhu    : 36,5 0C
TB                              : 159 cm
BB                              : Sebelum hamil         : 51 kg
                                      TM I  : 56 kg             TM II  : 59 kg             TM III : 57 kg 
LILA                          : 23,5 cm
      Palpasi abdomen
                        Leopold 1        : TFU 1 jari diatas pusat,teraba bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
                        Leopold 2        : bagian kanan teraba keras,panjang seperti papan (punggung). Bagian kiri teraba                            bagian kecil-kecil janin (ekstremitas).
                        Leopold 3        : teraba bulat, keras dan melenting (kepala)
                        Leopold 4        : konvergen
                        DJJ                  : negatif
                        TFU mc Donald : 24 cm
                        TBJ      : (TFU – 12 ) x 155
                                    : (24 cm – 12) x 155
                                    :1860 gram
                        IMT : BB/TB2 =57kg/1592=22,54
Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada

B.     Masalah
1.      Gerakan janin tidak terasa
2.      Ibu merasa cemas
C.  Kebutuhan
1.      Rujukan untuk USG
2.      KIE tentang IUFD
3.      Dukungan emosional
III.  DIAGNOSA POTENSIAL
      Janin: IUFD (Intra Uterine Fetal Death)
      Ibu: hipo-fibrinogenemia
IV.  ANTISIPASI MASALAH/TINDAKAN SEGERA
 Tidak ada

V.   PERENCANAAN                                                
      Tanggal/jam:25-03-2013          jam :09.00  WIB
1. Beritahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
2. KIE tentang IUFD
3. Berikan dukungan emosional selama menunggu diagnosa pasti,sebaiknya pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya.
4. Lakukan rujukan dan kolaborasi dengan dokter spesialis kehamilan melalui hasil USG.

VI.  PELAKSANAAN                                                
 Tanggal/jam:25-03-2013         jam :09.05  WIB
1. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan.
2.Memberikan KIE tentang IUFD kepada Ibu dan suaminya
Intra uterine fetal deadth (IUFD) atau kematian janin dalam rahim adalah kematian janin dalam kehamilan sebelum terjadi proses persalinan pada usia kehamilan 28 minggu ke atas atau berat janin 1000 gram. Tanda dan Gejala: Terhentinya pertumbuhan uterus, atau penurunan, Terhentinya pergerakan janin, Terhentinya denyut jantung janin, Penurunan atau terhentinya peningkatan berat badan ibu, Perut tidak membesar tapi mengecil dan terasa dingin, Terhentinya perubahan payudara.
3.Memberikan dukungan emosional selama menunggu diagnosa pasti,sebaiknya pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya.
4.Melakukan rujukan dan kolaborasi dengan dokter spesialis melalui hasil USG.


VII. EVALUASI                                      
       Tanggal/jam:25-03-2013  jam :09.20 WIB
1.      Ibu dan keluarga mengerti tentang hasil pemeriksaan yang dijelaskan oleh bidan.
2.      Ibu mengerti KIE tentang IUFD
3.      Ibu merasa sedikit nyaman karena mendapat dukungan dari bidan dan suaminya.
4.      Ibu bersedia dirujuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP


Mahasiswa mampu memahami teori tentang persalinan dengan IUFD serta dapat memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian data baik secara subyektif maupun obyektif  dari data yang telah dikumpulkan mahasiswa dapat mendiagnosa Ny.A G1P0A0 UK 29 minggu, tunggal,intrauterin,janin tidak terasa. Keadaan umum ibu dan janin cukup sesuai dengan diagnosa dilakukan antisipasi masalah potensial dan menetapkan kebutuhan segera bila ada komplikasi.
Intervensi dan implementasi disesuaikan dengan kondisi ibu, kemudian untuk meninjau keefektifan asuhan yang telah diberikan mahasiswa melakukan evaluasi yang juga sebagai koreksi untuk memberikan asuhan selanjutnya.

            Setiap pasangan yang akan merencanakan kehamilan, hendaknya berkonsultasi dulu mengenai kondisi kesehatan kepada tenaga kesehatan, termasuk bidan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit/kelainan yang mungkin dialami calon orang tua, sehingga dapat melakukan tindakan yang lebih komprehensif dalam mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.










Bari Saifuddin, Abdul, dkk.2009. Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Bari Saifuddin,MPH, SpOG(K), Prof. dr. Abdul, dkk.2010. Ilmu Kebidanan.PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Bari Saifuddin,MPH, SpOG(K), Prof. dr. Abdul, dkk.2002.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Yulianti, Lia,Am.Keb,MKM, dkk.2010.Asuhan Kebidanan Patologi.Jakarta :Trans Info Media



























LAMPIRAN

Pertanyaan :

1.      Purwati : Apakah menurut anda bisa menunjang hanya dengan keluhan?
2.      Eti : kapan gerakan janin dirasakan? pada payudara, abdomen normal atau tidak?

Jawaban :

1.      Purwati : tidak, karena kita mendiagnosa dari hasil palpasi dan auskultasi.
2.      Eti : gerakan janin dirasakan pada uk.20 minggu. Pada abdomen yang tidak normal hanya pada TFU tidak sesuai usia kehamilan.