KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kepada
kita semua. Atas izin-Nya kami dapat berhasil menyusun dan menyelesaikan tugas
makalah ini.
Akhirnya tugas makalah Asuhan Kebidanan Patologis ,dengan judul
“IUFD(Intra Uterine Fetal Death)” ini dapat diselesaikan. Maksud dan tujuannya
adalah untuk memenuhi tugas yang di berikan dan lebih utama lagi ialah supaya
lebih luas di manfaatkan sebagai pengetahuan baru bagi kami dan teman – teman.
Kami mohon dengan segala kerendahan hati kepada semua pembaca terutama dosen
yang memberikan tugas makalah ini untuk memberi koreksinya demi perbaikan
makalah kami ini.
Penyusun
menyadari betapa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
masukan berupa kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempunaan
makalah ini. Atas segala perhatiannya, penyusun mengucapkan terima kasih.
Yogyakarta,25 Maret 2013
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………….……….i
BAB I
PENDAHULUAN
IUFD (Intra Uterine Fetal Death)
merupakan kematian janin yang terjadi tanpa sebab yang jelas, yang
mengakibatkan kehamilan tidak sempurna (Uncomplicated Pregnancy).
Kematian janin terjadi kira-kira pada 1% kehamilan dan dianggap sebagai
kematian janin jika terjadi pada janin yang telah berusia 20 minggu atau lebih,
dan bila terjadi pada usia di bawah usia 20 minggu disebut abortus. Sedangkan
WHO menyebutkan bahwa yang dinamakan kematian janin adalah kematian yang
terjadi bila usia janin 20 minggu dan berat janin waktu lahir diatas 1000 gram.
Pada dasarnya untuk membedakan IUFD
dengan aborsi spontan, WHO dan American College of Obstetricians and
Gynaecologists telah merekomendasikan bahwa statistik untuk IUFD termasuk
di dalamnya hanya kematian janin intra uterine dimana berat janin 500 gr atau
lebih, dengan usia kehamilan 22 minggu atau lebih. Tapi tidak semua negara
menggunakan pengertian ini, masing-masing negara berhak menetapkan batasan dari
pengertian IUFD (Kliman, 2000)
Penyebab dari kematian janin intra
uterine yang tidak dapat diketahui sekitar 25-60%, insiden meningkat seiring
dengan peningkatan usia kehamilan. Pada beberapa kasus yang penyebabnya
teridentifikasi dengan jelas, dapat dibedakan berdasarkan penyebab dari faktor
janin, maternal dan patologi dari plasenta.
a. Tujuan
Umum
Menjelaskan dan
menatalaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan masalah IUFD.
b. Tujuan
Khusus
1. Untuk
menjelaskan Definisi IUFD
2. Untuk
menjelaskan penyebab IUFD, tanda dan gejala
3. Untuk
menjelaskan pencegahan, penatalaksanaan pada IUFD.
BAB II
Intra uterine fetal
deadth (IUFD)
atau kematian janin dalam rahim adalah kematian janin dalam kehamilan sebelum terjadi
proses persalinan pada usia kehamilan 28 minggu ke
atas atau berat janin 1000 gram.IUFD adalah kematian intrauterin sebelum
seluruh produksi konsepsi manusia dikeluarkan, ini tidak diakibatkan oleh
aborsi terapeutik atau kematian janin juga disebut kematian intrauterin dan
mengakibatkan kelahiran mati.IUFD adalah keadaan tidak adanya tanda-tanda kehidupan
janin dalam kandungan baik pada kehamilan yang besar dari 20
minggu atau kurang dari 20 minggu.
Faktor predisposisi IUFD
a. Ibu (High Risk Mothers)
a. Ibu (High Risk Mothers)
1. Faktor Status sosial ekonomi yang rendah
2. Tingkat pendidikan ibu yang rendah
3. Umur ibu yang melebihi 30 tahun atau kurang
dari 20 tahun
4. Paritas pertama atau paritas kelima atau
lebih
5. Tinggi dan BB ibu tidak proporsional
10. Riwayat inkompatibilitas darah janin dan ibu
b.Faktor Bayi (High
Risk Infants)
1. Bayi dengan infeksi antepartum dan kelainan congenital
2. Bayi dengan diagnosa IUGR (Intra Uterine
Growth Retardation)
3. Bayi dalam keluarga yang mempunyai problema sosial
a. Terhentinya pertumbuhan uterus, atau penurunan
TFU
b.
Terhentinya pergerakan janin
c. Terhentinya denyut jantung janin
d.
Penurunan atau terhentinya peningkatan berat
badan ibu
e. Perut tidak membesar tapi mengecil dan terasa
dingin
f. Terhentinya perubahan payudara
b.
Dapat terjadi infeksi bila ketuban pecah
c.
Dapat terjadi koagulasi bila kematian janin
berlangsung lebih dari 2minggu.
d.
Kematian janin dalam kandungan 3-4 minggu,
biasanya tidak membahayakan ibu.Setelah lewat 4 minggu maka kemungkinan
terjadinya kelainan darah (hipofibrinogenemia) akan lebih besar. Kematian janin
akan menyebabkan desidua plasenta menjadi rusak menghasilkan tromboplastin
masuk kedalam peredaran darah ibu, pembekuan intravaskuler yang dimulai dari
endotel pembuluh darah oleh trombosit terjadilah pembekuan darah yang meluas
menjadi disseminated intravascular coagulation hipofibrinogenemia (kadar
fibrinogen <100 mg%. Kadar normal fibrinogen pada wanita hamil adalah
300-700 mg%. Akibat kekurangan fibrinogen maka dapat terjadi hemoragik
postpartum. Partus biasanya berlangsung 2-3 minggu setelah janin mati.
Pencegahan kematian janin :
1. Memberikan
nasehat pada waktu ANC mengenai keseimbangan diet makanan, jangan merokok, tidak
meminum minuman beralkohol, obat-obatan dan hati-hati terhadap infeksi atau
bahan-bahan yang berbahaya
2. Mendeteksi
secara dini faktor-faktor predisposisi IUFD dan pemberian pengobatan
3. Medeteksi
gejala awal IUFD atau tanda fetal distress.
1. Periksa tanda vital
2. Selama menunggu diagnosa pasti, ibu akan mengalami syok dan
ketakutan memikirkan bahwa bayinya telah meninggal. Pada tahap ini bidan berperan sebagai
motivator untuk meningkatkan kesiapan mental ibu dalam menerima segala
kemungkinan yang ada,sebaiknya pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya.
Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat lahir pervaginam.
3. Diagnosa pasti dapat ditegakkan dengan berkolaborasi dengan dokter
spesialis kebidanan melalui hasil USG
dan rongen foto abdomen, maka bidan seharusnya melakukan
rujukan.
4. Jelaskan seluruh prosedur pemeriksaan dan hasilnya serta rencana
tindakan yang akan dilakukan kepada pasien dan keluarganya. Bila belum ada
kepastian sebab kematian, hindari memberikan informasi yang tidak tepat.
5. Rencana
persalinan pervaginam dengan cara induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan
dengan pasien dan keluarganya, sebelum keputusan diambil.
6. Bila
pilihan adalah pada ekspektatif : tunggu persalinan spontan hingga 2 minggu,
yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
7. Bila
pilihan adalah manajemen aktif: induksi persalinan menggunakan oksitosin atu
misoprostol. Seksio sesarea merupakan pilihan misalnya pada letak lintang.
8. Berikan
kesempatan kepada ibu dan keluarganya untuk melihat dan melakukan berbagai
kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut.
9. Pemeriksaan patologi plasenta akan
mengungkapkan adanya patologi plasenta dan infeksi.
10. Periksa ulangan (followup)
Dilakukan kunjungan rumah pada hari ke 2, 6, 14, atau 40 hari.
Dilakukan pemeriksaan nifas seperti biasa. Mengkaji
ulang tentang keadaan psikologis, keadaan laktasi (penghentian ASI), dan
penggunaan alat kontrasepsi.
Ny.A umur 23
tahun G1P0A0 uk.29 minggu datang ke BPS Ananda bersama suaminya ingin
memeriksakan kehamilannya ,ibu mengeluh sudah 2 hari tidak merasakan gerakan
janinnya.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NY.A
G1P0A0 UMUR 23 TAHUN USIA KEHAMILAN 29 MINGGU DENGAN GERAKAN JANIN TIDAK TERASA
BPS
ANANDA, YOGYAKARTA
No.
Register :
4741180484
Hari/
tanggal :
Kamis, 25 Maret 2013
Jam :
09.00 WIB
Jenis pengkajian
:autoanamnesa
I. PENGKAJIAN
A. Data Subyektif
1. Identitas Istri Suami
Nama :
Ny ”A” Tn
“D”
Umur :
25 Tahun 27
Tahun
Agama :
Katolik Katolik
Pendidikan :
SMA
S1
Pekerjaan :
IRT Swasta
Suku/Bangsa :
Jawa/Indonesia Jawa/Indonesia
Alamat :
Gorongan Gorongan
Telp :
085729292929
085729999999
2. Alasan Datang
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilanya dan
kesehatannya.
3. Keluhan Utama
Ibu
mengatakan sudah 2 hari tidak merasakan gerakan janinnya
4. Riwayat perkawinan
Status
pernikahan :
Sah
Lama :
± 2 thn
Menikah ke :
I
Usia menikah pertama
kali : 21 thn
5 Riwayat
Menstruasi
Menarche
umur
: 13
tahun Warna :
merah
lama : 5-6
hari Konsistensi :
cair
siklus
: 29 hari
Bau :
khas
keluhan :
tidak ada
6. Riwayat
kontrasepsi yang digunakan
Ibu mengatakan
belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun.
8.
Riwayat Kehamilan sekarang
a.
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan
pertama
b.
Ibu mengatakan usianya 23 tahun
c.
Gerakan janin pertama uk 20 minggu
d.
HPHT : 03
September 2012
e.
HPL : 10 Juni
2013
f.
UK : 29 minggu
g.
Kunjungan ANC
Trimester
I
Frekuensi :
2 x, Tempat: BPS Oleh: Bidan
Keluhan :
mual muntah
Trimester II Tanggal :27 februari 2013
Frekuensi : 1 x, Tempat
: BPS Oleh : Bidan
Keluhan : tidak ada
h.
Imunisasi TT :
TT
1 : usia kehamilan 8 minggu
TT 2 : usia kehamilan 12 minggu
9. Riwayat Kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita ( menular,
menurun, dan menahun)
Ibu mengatakan tidak
pernah atau sedang menderita penyakit menular HIV, PMS. menurun seperti
hipertensi, DM, Asma. Menahun seperti jantung, paru-paru, ginjal
b. Penyakit yang pernah/ sedang diderita keluarga (
menular, menurun, menahun)
Ibu mengatakan bahwa
dari pihak keluarga ibu pernah menderita penyakit hipertensi.
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan baik
dari keluarga ibu maupun suami tidak ada keturunan kembar.
d. Riwayat alergi
Ibu mengatakan
tidak alergi apapun.
10. Pola Kebutuhan Sehari-hari
a. Pola
nutrisi Sebelum
hamil Saat
Hamil
Makan
Frekuensi :
3x/hari 3x/hari
Jenis :
nasi, lauk, sayur nasi,
lauk, sayur, buah
Porsi :1
piring ½ piring
Pantangan :
tidak
ada tidak
ada
Keluhan :
tidak
ada
tidak ada
Minum
Frekuensi :
5-6x/hari 6-7x/hari
Jenis :
air putih, teh air
putih, teh, susu
Porsi :
1
gelas 1
gelas
Pantangan :
tidak
ada tidak
ada
Keluhan :
tidak
ada tidak
ada
b. Pola eliminasi
BAB
Frekuensi :
1x
sehari 1x
sehari
Warna :
kuning khas feses kuning
khas feses
Konsistensi :
lunak lunak
Keluhan :
tidak
ada tidak
ada
BAK
Frekuensi :
4-5x
/hari 7-8
x/hari
Warna :
kuning jernih kuning
jernih
Konsistensi :
cair cair
Keluhan :
tidak
ada tidak
ada
c. Pola
istirahat
Tidur
siang
Lama :
tidak pernah ½ jam/hari
Keluhan :
tidak
ada tidak
ada
Tidur malam
Lama :
7-8 jam
sehari 6-7
jam/hari
Keluhan :
tidak
ada tidak
ada
d.Personal
hygiene
Mandi :
2x
sehari 2x
sehari
Gosok
gigi :
2x
sehari 2x
sehari
Ganti
pakaian : 1x
sehari 1x
sehari
Mencuci
rambut : 2x
seminggu 2x
seminggu
e. Pola
seksualitas
Frekuensi :
3x
seminggu 1x
seminggu
Keluhan :
tidak
ada tidak ada
f. Pola
aktivitas( terkait kegiatan fisik, olahraga)
Ibu mengatakan melakukan kegiatan
rumah tangga seperti memasak mencuci, menyapu dibantu oleh keluarga. Ibu jarang melakukan kegiatan olahraga
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok,
minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak
pernah merokok, minum jamu, dan minum minuman beralkohol.
11. Psikososiospritual ( penerimaan ibu/
suami/keluarga terhadap kehamilan, dukungan sosial, perencanaan persalinan,
pemberian ASI, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial dan persiapan
keuangan ibu dan keluarga)
a. Ibu senang dengan kehamilannya
b. Keluarga dan suami senang dengan kehamilan ibu
c. Ibu cemas dengan keadaan janinnya saat ini
d.Kegiatan sosial: ibu senang mengikuti kegiatan sosial
didaerahnya.
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan,
persalinan dan laktasi)
Ibu mengatakan pernah mendapatkan
informasi mengenai kehamilan, persalinan dan
laktasi.
13. Lingkungan yang berpengaruh( sekitar
rumah dan hewan peliharaan)
a. Lingkungan sekitar rumah ibu bersih
b. Ibu tidak memiliki hewan peliharaan
B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
KU :
baik
Kesadaran :
Composmentis
Status
Emosional : stabil
Tanda vital
Sign :
Tekanan
Darah : 120/80 mmHg Nadi :
90 x/menit
Pernafasan
: 24x/menit Suhu :
36,5 0C
TB :
159 cm
BB : Sebelum
hamil : 51 kg
TM I :
56 kg TM II : 59 kg TM
III : 57 kg
LILA :
27 cm
2. Pemeriksaan
Fisik
Kepala : Bentuk meshocepal, tidak ada bekas operasi,
tidak ada benjolan, tidak ada nyeri
tekan.
Rambut : lurus, hitam,tidak
berketombe, tidak rontok,tidak berbau.
Muka :Bentuk
oval, warna kulit sawo matang, tidak ada
chloasma, tidak ada bekas operasi, tidak ada odema.
Mata : simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, tidak ada secret.
Hidung :bersih, tidak ada polip, tidak ada secret, tidak ada cuping hidung.
Mulut :bibir kering, tidak ada stomatitis, tidak ada karies gigi, lidah bersih
gusi tidak berdarah, tidak terdapat pembesaran kelenjar tonsil.
Telinga : simetris, terdapat sedikit serumen, tidak ada tanda-tanda infeksi
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, parotis, limfe
dan vena jugularis.
Payudara :simetris, terdapat pembesaran payudara, puting susu menonjol, aereola hyperpigmentasi, tidak ada
benjolan yang abnormal.
Abdomen : tidak ada bekas luka operasi, tidak terdapat linea nigra dan striae
gravidarum.
Leopold
1 : TFU 1 jari diatas pusat,teraba
bulat, lunak, tidak melenting (bokong).
Leopold
2 : bagian kanan teraba
keras,panjang seperti papan (punggung). Bagian kiri teraba bagian
kecil-kecil janin (ekstremitas).
Leopold
3 : teraba bulat, keras dan
melenting (kepala)
Leopold
4 : konvergen
Auskultasi DJJ : negatif
TFU
mc Donald : 24 cm
TBJ : (TFU – 12 ) x 155
:
(24 cm – 12) x 155
:1860
gram
Ekstr Ekstermitas atas : simetris, gerakan aktif, kuku tidak anemis tidak
sianosis
Ekstermitas bawah : simetris, gerakan aktif, kuku tidak anemis tidak sianosis
reflek patela (+)
Genetalia luar :bersih,tidak ada varises
Anus : tidak haemorroid
3. Pemeriksaan
Penunjang
Tidak ada
II. INTEPRETASI DATA
A. Diagnosa Kebidanan
Seorang ibu Ny “A” umur 23 tahun GIP0A0 Umur kehamilan
29 minggu
Janin intrauterine,gerakan tidak ada, tunggal, puka,
preskep.
DS :
a. Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan pertama
b.
Ibu mengatakan usianya 23 tahun
c.
Ibu mengatakan HPHT tanggal 03 September
2012
d.
Ibu mengatakan tidak
merasakan gerakan janin
DO :
1. Pemeriksaan Umum
KU :
baik
Kesadaran :
Composmentis
Tanda vital Sign
Tekanan Darah :
120/80 mmHg Nadi :
90 x/menit
Pernafasan :
24x/menit Suhu :
36,5 0C
TB : 159 cm
BB : Sebelum
hamil : 51 kg
TM I : 56 kg TM II : 59 kg TM III : 57 kg
LILA :
23,5 cm
Palpasi abdomen
Leopold 1 : TFU 1 jari diatas pusat,teraba bulat,
lunak, tidak melenting (bokong).
Leopold
2 : bagian kanan teraba
keras,panjang seperti papan (punggung). Bagian kiri teraba bagian
kecil-kecil janin (ekstremitas).
Leopold
3 : teraba bulat, keras dan
melenting (kepala)
Leopold
4 : konvergen
DJJ : negatif
TFU mc Donald : 24 cm
TBJ : (TFU – 12 ) x 155
:
(24 cm – 12) x 155
:1860
gram
IMT : BB/TB2
=57kg/1592=22,54
Pemeriksaan Penunjang
Tidak ada
B. Masalah
1.
Gerakan janin tidak terasa
2.
Ibu merasa cemas
C. Kebutuhan
1. Rujukan untuk USG
2. KIE tentang IUFD
3. Dukungan emosional
III. DIAGNOSA POTENSIAL
Janin:
IUFD (Intra Uterine Fetal Death)
Ibu:
hipo-fibrinogenemia
IV. ANTISIPASI MASALAH/TINDAKAN SEGERA
Tidak
ada
V. PERENCANAAN
Tanggal/jam:25-03-2013
jam :09.00
WIB
1. Beritahu ibu dan keluarga hasil pemeriksaan.
2. KIE tentang IUFD
3. Berikan dukungan emosional selama menunggu diagnosa pasti,sebaiknya pasien selalu didampingi
oleh orang terdekatnya.
4. Lakukan rujukan dan kolaborasi
dengan dokter spesialis kehamilan melalui hasil USG.
VI. PELAKSANAAN
Tanggal/jam:25-03-2013 jam :09.05 WIB
1. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan.
2.Memberikan KIE tentang IUFD kepada Ibu dan
suaminya
Intra uterine fetal deadth (IUFD) atau
kematian janin dalam rahim adalah kematian janin dalam kehamilan sebelum terjadi proses persalinan pada usia kehamilan 28 minggu ke atas atau berat janin 1000
gram. Tanda dan Gejala: Terhentinya
pertumbuhan uterus, atau penurunan, Terhentinya pergerakan janin, Terhentinya
denyut jantung janin, Penurunan atau terhentinya peningkatan berat badan ibu, Perut
tidak membesar tapi mengecil dan terasa dingin, Terhentinya
perubahan payudara.
3.Memberikan dukungan emosional selama menunggu diagnosa pasti,sebaiknya
pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya.
4.Melakukan rujukan dan kolaborasi dengan dokter spesialis melalui
hasil USG.
VII. EVALUASI
Tanggal/jam:25-03-2013 jam :09.20 WIB
1. Ibu dan keluarga mengerti tentang hasil pemeriksaan yang dijelaskan oleh
bidan.
2. Ibu mengerti KIE tentang IUFD
3. Ibu merasa sedikit nyaman karena mendapat dukungan dari bidan dan suaminya.
BAB IV
PENUTUP
Mahasiswa mampu memahami teori tentang persalinan
dengan IUFD serta dapat memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan standar yang
telah ditetapkan. Asuhan yang diberikan meliputi pengkajian data baik secara
subyektif maupun obyektif dari data yang telah dikumpulkan mahasiswa
dapat mendiagnosa Ny.A G1P0A0 UK 29 minggu, tunggal,intrauterin,janin tidak
terasa. Keadaan umum ibu dan janin cukup sesuai dengan diagnosa dilakukan
antisipasi masalah potensial dan menetapkan kebutuhan segera bila ada
komplikasi.
Intervensi dan implementasi disesuaikan
dengan kondisi ibu, kemudian untuk meninjau keefektifan asuhan yang telah
diberikan mahasiswa melakukan evaluasi yang juga sebagai koreksi untuk
memberikan asuhan selanjutnya.
Setiap pasangan yang akan merencanakan kehamilan,
hendaknya berkonsultasi dulu mengenai kondisi kesehatan kepada tenaga
kesehatan, termasuk bidan. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit/kelainan
yang mungkin dialami calon orang tua, sehingga dapat melakukan tindakan yang
lebih komprehensif dalam mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan baik
bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.
Bari
Saifuddin, Abdul, dkk.2009. Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal.PT.Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Bari
Saifuddin,MPH, SpOG(K), Prof. dr. Abdul, dkk.2010. Ilmu Kebidanan.PT.Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Bari
Saifuddin,MPH, SpOG(K), Prof. dr. Abdul, dkk.2002.Buku Panduan Praktis
Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Yulianti,
Lia,Am.Keb,MKM, dkk.2010.Asuhan Kebidanan Patologi.Jakarta :Trans Info Media
LAMPIRAN
Pertanyaan :
1. Purwati
: Apakah menurut anda bisa menunjang hanya dengan keluhan?
2. Eti
: kapan gerakan janin dirasakan? pada payudara, abdomen normal atau tidak?
Jawaban :
1. Purwati
: tidak, karena kita mendiagnosa dari hasil palpasi dan auskultasi.
2. Eti
: gerakan janin dirasakan pada uk.20 minggu. Pada abdomen yang tidak normal
hanya pada TFU tidak sesuai usia kehamilan.