KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya, sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan sesuai yang
diharapkan. Makalah ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Askeb patologi pada Ibu
Hamil dengan Post Matur .
Tak
lupa penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah ini
yang telah memberikan bimbingan,
arahan, koreksi serta sarannya untuk kesempurnaan makalah ini. Rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk makalah ini dan seluruh pihak yang telah
berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan banyaknya kekurangan,
sehingga penulis sangat menerima saran serta kritik untuk kemajuan serta
kesempurnaan makalah ini. Demikian semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
bagi para pembacanya.
Yogyakarta, Maret 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar ………………………………………………………………………………….. i
Daftar Isi …………………………………………………………………………………... ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang …………………………………………………………………………. 1
B. Tujuan …………………………………………………………………………. 2
BAB II Landasan Teori
A. Pengertian ………………………………………………………………………… 3
B. Etiologi ………………………………………………………………………… 3
C. Penyebab ………………………………………………………………………… 4
D. Prognosis ………………………………………………………………………… 5
E. Komplikasi ………………………………………………………………………... 5
BAB III Kasus ………………………………………………………………………… 7
BAB IV Asuhan Kebidanan ………………………………………………………………. 8
BAB V Penutup
A. Kesimpulan ………………………………………………………………………… 16
B. Saran ………………………………………………………………………… 16
BAB
I
PENDAHULUAN
A.LATAR
BELAKANG
Wanita mempunyai
peranan yang sangat vital dalam pembangunan kehidupan bangsa, salah satu
peranannya sebagai penerus bangsa, pendamping suami dalam keharmonisan rumah
tangga, pendidik kedewasaan sikap mental anak dan penunjang dalam meningkatkan
pendapatan keluarga .Untuk mendukung keberlangsungan perannya, sudah
selayaknyalah kesejahteraan wanita diperhatikan, salah satu caranya yaitu
dengan memperhatikan beberapa masalah yang sedang dihadapi wanita saat ini
yaitu tingginya Angka Kematian Ibu (Manuaba, 2005:14).
Dari
Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) dan data Biro Pusat Statistik
(BPS), angka kematian ibu dalam kehamilan dan persalinan di seluruh dunia
mencapai 515 ribu jiwa pertahun. Ini berarti seorang ibu meninggal hampir
setiap menit karena komplikasi kehamilan dan persalinannya (dr. Nugraha, 2007).
Kematian
dan kesakitan ibu sebenarnya dapat dikurangi atau dicegah dengan berbagai usaha
perbaikan dalam bidang pelayanan kesehatan obstetri. Pelayanan kesehatan
tersebut dinyatakan sebagai bagian integeral dari pelayanan dasar yang akan
terjangkau seluruh masyarakat. Kegagalan dalam penangan kasus kedaruratan
obstetri pada umumnya disebabkan oleh kegagalan dalam mengenal resiko
kehamilan, keterlambatan rujukan, kurangnya sarana yang memadai untuk perawatan
ibu hamil dengan resiko tinggi maupun pengetahuan tenaga medis, paramedis, dan
penderita dalam mengenal Kehamilan Resiko Tinggi (KRT) secara dini, masalah
dalam pelayanan obstetri, maupun kondisi ekonomi (Syamsul, 2003).
Tingginya
angka kematian ibu dan anak umumnya akibat ahli kebidanan atau bidan terlambat
mengenali, terlambat merujuk pasien ke perawatan yang lebih lengkap, terlambat
sampai di tempat rujukan, dan terlambat ditangani. (Anonim,2002).
Ada lima aspek
dasar atau lima benang merah, yang paling penting dan saling terkait dalam
asuhan persalinan yang bersih dan aman. Berbagai aspek tersebut melekat pada
setiap persalinan baik normal maupun patologis. Lima benang merah tersebut
adalah membuat keputusan klinik, asuhan sayang ibu dan sayang bayi, pencegahan
Infeksi, pencetakan (rekam medik) asuhan persalinan dan rujukan (Asuhan
Persalinan Normal, 2002)
B.TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa itu kehamilan
postmatur
2. Untuk mengetahui etiologi kehamilan
postmatur
3. Untuk mengetahui penyebab kehamilan
postmatur
4. Untuk mengetahui prognosis dari
kehamilan postmatur
5. Untuk mengetahui komplikasi yang
ditimbulkan dari kehamilan postmatur
BAB
II
LANDASAN
TEORI
A. Pengertian
Definisi standar
untuk kehamilan lewat bulan adalah 294 hari setelah hari pertama menstruasi
terakhir, atau 280 hari setelah ovulasi. Istilah lewat bulan ( postdate)
digunakan karena tidak menyatakan secara langsung pemahaman mengenai lama
kehamilan dan maturitas janin. ( Varney Helen,2007)
Definisi
Kehamilan Lewat waktu (PosT Term) adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau
lebih dari 42 minggu Lengkap. ( ILmu kebidanan: hal 317).
Postmatur
menunjukan atau menggambarkan kaadaan janin yang lahir telah melampauhi batas
waktu persalinannya, sehingga dapat menyebabkan beberapa komplikasi .(Buku
Pengantar Kuliah Obsetri: hal 450)
B. Etiologi
Etiologinya masih
belum pasti. Faktor yang dikemukakan adalah hormonal yaitu kadar progesteron
tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan, sehingga kepekaan
uterus terhadap oksitosin berkurang ( Mochtar, Rustam, 1999). Diduga adanya
kadar kortisol yang rendah pada darah janin. Selain itu, kurangnya air ketuban
dan insufisiensi plasenta juga diduga berhubungan dengan kehamilan lewat waktu.
Fungsi plasenta
memuncak pada usia kehamilan 38-42 minggu, kemudian menurun setelah 42 minggu,
terlihat dari menurunnya kadar estrogen dan laktogen plasenta. Terjadi juga
spasme arteri spiralis plasenta. Akibatnya dapat terjadi gangguan suplai
oksigen dan nutrisi untuk hidup dan tumbuh kembang janin intrauterin. Sirkulasi
uteroplasenta berkurang sampai 50%.Volume air ketuban juga berkurang karena
mulai terjadi absorpsi. Keadaan-keadaan ini merupakan kondisi yang tidak baik
untuk janin. Risiko kematian perinatal pada bayi postmatur cukup tinggi : 30%
prepartum, 55% intrapartum, 15% postpartum
C. Penyebab
Menjelang persalinan
terdapat penurunan progesteron,peningkatan oksitosin tubuh dan receptor
terhadap oksitosin sehingga otot rahim makin sensitif terhadap rangsangan. Pada
kehamilan lewat waktu terjadi sebaliknya, otot rahim tidak sensitif terhadap
rangsangan, karena ketegangan psikologis atau kelainan pada rahim. Pada
kehamilan lewat waktu perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan sehingga
hasil akhir menuju well baby dan well health mother dapat tercapai.
a.
Faktor
potensial
Adanya defesiensi hormon
adrenokortikotropik (ACTH) pada fetus atau defisiensi enzim sulfatase placenta.
Kelainan sistem saraf pusat pada janin sangat berperan misalnya pada keadaan
anensefal.
Semua faktor yang mengganggu
mulainya persalinan baik faktor ibu, placenta, maupun anak. Kehamilan terlalu
lama adalah 1 tahun 24 hari, yang terjadi pada bayi anensefal (Sastrawinata,
2005: 13)
b.
Gambaran
klinis
Serotinus atau postmatur adalah
istilah yang menggambarkan sindrom dismaturitas yang dapat terjadi pada
kehamilan serotinus. Keadaan ini terjadi 30% kehamilan serotinus dan 3%
kehamilan aterm.
Tanda-tanda serotinus/postmatur
1)
Menghilangnya lemak subkutan
2)
Kulit keriput, kering, atau retak-retak
3)
Pewarnaan mekonium pada kulit, umbilikus dan selaput ketuban
4)
Kuku dan rambut panjang
5)
Bayi malas
D. Prognosis
Beberapa ahli dapat menyatakan
kehamilan lewat bulan bila lebih dari 41 minggu karena angka mordibitas dan
mortalitas neonatus meningkat setelah usia 40 minggu. Namun kurang lebih 18 %
kehamilan akan berlanjut melebihi 41 minggu hingga 7% akan menjadi 42 minggu
bergantung pada populasi dan kriteria yang digunakan.
Seringnya kesalahan dalam
mendefinisikan postmatur diperlukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari
kesalahan dalam menentukan usia kehamilan.Jika Tp telah ditentukan pada
trimester terakhir atau berdasarkan data yang tidak dapat diandalkan.Data yang
terkumpul sering menunjukkan peningkatan resiko lahir mati seiring peningkatan
usia kehamilan lebih dari 40 minggu.
Penyebab lahir matinya tidak mudah
dipahami dan juga tidak ada kesepakatan tentang pendekatan yang paling tepat
guna mencegah kematian tersebut. (Varney, Helen, 2007)
Apabila diambil batas waktu 42 minggu frekuensinya adalah 10,4 – 12%. Apabila diambil batas waktu 43 minggu frekuensinya adalah 3,4 -4% ( Mochtar,Rustam,1998)
Apabila diambil batas waktu 42 minggu frekuensinya adalah 10,4 – 12%. Apabila diambil batas waktu 43 minggu frekuensinya adalah 3,4 -4% ( Mochtar,Rustam,1998)
Pengaruh terhadap ibu dan janin adalah :
- Terhadap
ibu
Persalinan
postmatur dapat menyebabkan distosis karena aksi uterus tidak dapat
terkoordinir ,janin besar ,moulding kepala kurang .maka akan dijumpai partus
lama ,kesalahan letak ,inersia uteri ,distosia bahu ,dan perdarahan postpartum
.Ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas .
- Terhadap
janin
Jumlah
kematian janin/ bayi pada kehamilan 43 minggu tiga kali lebih besar dri
kehamilan 40 minggu karena postmaturitas akan menambah bahaya pada janin.
Pengaruh postmaturitas pada janin bervariasi: berat badan janin dapat bertambah
besar, tetap dan ada yang berkurang, sesudah kehamilan 42 minggu. Ada pula yang
bisa terjadi kematian janin dalam kandungan.
E. Komplikasi
Kemungkinan
komplikasi pada bayi postmaturhipoksia :
1. Hipovolemia
2. Asidosis
3. Sindrom gawat napas
4. Hipoglikemia
5. Hipofungsi adrenal.
Persalinan
janin makrosomia pervaginam akan menimbulkan trauma pada bayi dan maternal yang
makin tinggi
1. Komplikasi trauma pada janin atau bayi
a. Asfiksia karena terlalu lama terjepit
b. Truma
akibat tindakan oprasi yang di lakukan pervaginam dengan bentuk trias komplikasi:
1) Infeksi
2) Asfiksia
3) Trauma langsung dan perdarahan
2. Komplikasi maternal “trias komplikasi”
a. Trauma langsung persalinan pada
jalan lahir:
1) Robekan
luas
2) Fistula
rekto-vasiko vaginal
3) Ruptura
perineum tingkat lanjut
b. Infeksi karena terbukanya jalan
halir secara luas sehingga mudah terjadi kontaminasi bacterial.
c.
Perdarahan:
1) Trauma
langsung jalan lahir
2) Atonia
uteri
3) Retentio
Plasenta
BAB III
TINJAUAN
KASUS
Pada tanggal 26 Maret
2013 jam 08.00 WIB Ny.S umur 22 tahun G1 P0 A0 UK 42 minggu datang ke BPS GB untuk memeriksakan kehamilannya .Ia
mengatakan HPHTnya 5 Juni 2012. Ibu
merasa cemas dengan keadaan dirinya serta janinnya karena sudah melampaui hari
perkiraan lahir namun ibu belum merasakan tanda-tanda dirinya akan bersalin .
ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI
PADA NY. S UMUR 22 TAHUN G1P0A0
UK 42 MINGGU
DI BPS GB YOGYAKARTA
Tanggal
: 26 Maret 2013
Jam : 08. 00 WIB
Tempat : BPS GB
Jenis pengkajian :
Autoanamnesa
I.
PENGAKAJIAN
A.
Subjektif
1.
Identiitas
Nama : Ny. S Nama Suami
: Tn. A
Umur : 22 tahun Umur : 25 tahun
Agama : islam Agama : islam
Suku/bangsa : jawa/Indonesia Suku/bangsa :
jawa/indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : swasta
Alamat : perum candi Indah Alamat : perum candi Indah
2.
Anamnesa
Alasan
datang : ibu mengatakan datang ingin
memeriksakan kehamilannya
Keluhan
utama : ibu merasa cemas dengan keadaan dirinya serta janinnya
Riwayat
Kesehatan
a.
Riwayat
kesehatan yang lalu
DM :
tidak ada
Jantung : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
TBC : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
IMS : tidak ada
b.
Riwayat
kesehatan sekarang
DM : tidak ada
Jantung : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
TBC : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
IMS : tidak ada
c.
Riwayat
kesehatan keluarga
DM : tidak ada
Jantung : tidak ada
Hipertensi : tidak ada
TBC : tidak ada
Hepatitis : tidak ada
IMS : tidak ada
3.
Riwayat
pernikahan
Ibu mengatakan
menikah dengan sah, menikah 1 kali, usia pertama menikah 20 tahun, lama menikah
2 tahun
4.
Riwayat
Haid
Menarce :
usia 14 tahun
Siklus : 28 hari, teratur
Lama : 6 – 7 hari
Volume
: Hari 1 – 2, ganti pembalut 2X, penuh
Hari 3 – 5, ganti pembalut 2X, ½ penuh
Hari 6 – 7, ganti pembalut 2X, flek – flek
5. Riwayat Obstetri
G1 P0
A0
a.
Riwayat
kehamilan sekarang
HPHT : 5 juni 2012
UK : 42 minggu
HPL : 12 maret 2013
Gerakan
janin pertama dirasakan UK 18 minggu, frekuensi gerakan dalam 12 jam
terdapat ±10 kali.
ANC
7X di BPS
1.
TM
I : 2X
Keluhan
: mual
suplemen
: Vit B6 1x1, Vit C 1x1
Nasihat :
banyak istirahat, makan sedikit tapi sering
2.
TM
II : 2X
Keluhan
: -
Suplemen : Vit B6 1x1, anelat 1x1
Nasihat :
makan sedikit tapi sering, lakukan olahraga ringan dan banyak
istirahat
3.
TM
III : 3X
Keluhan
: mudah capek, sering kram
Suplemen : anelat 1x1, calsifar 1x1
Nasihat :
istirahat cukup, tidur dengan posisi miring
b. Riwayat kehamilan, persalinan
dan nifas yang lalu
Ibu
mengatakan ini kehamilan pertamanya
c.
Riwayat
KB
Ibu
mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
6. Pola Kebiasaan Sehari - hari
a.
Pola
nutrisi
Sebelum
hamil
Makan
: 3X/ hari
Menu : nasi 1 porsi sedang, sayur ½
mangkuk, lauk 2 potong
Minum
: ±6 – 8 gelas/ hari,
Jenis
: air putih, air teh
Selama hamil
Makan : 3x/ hari
Menu : nasi 1 porsi sedang, sayur ½
mangkuk, lauk 1 potong
Minum :± 6 – 7 gelas/ hari
Jenis : air putih, air teh
b.
Pola
eliminasi
Sebelum
hamil :
BAK : ± 3 – 4x/ hari, warna jernuh kekuningan, bau khas
urine, keluhan
tidak ada
BAB : ±1 – 2x/hari, warna kuning kecoklatan, bau khas,
konsistensi lembek, keluhan
tidak ada
Selama
hamil
BAK : ±4 – 6X/ hari, warna kuning
jernih, bau khas urine, keluhan tidak ada
BAB : ±1x/hari, warna kuning
kecoklatan, bau khas, konsistensi lembek,
keluhan tidak ada
c.
Personal
Hygine
Sebelum hamil
Mandi : 2x/ hari
Gosok gigi : 2x/ hari
Mencuci rambut : 1x dalam 2 hari
Membersihkan
genetalia : saat mandi dan setelah
selesai BAK danBAB
Ganti pakaian : 2x/ hari
Selama hamil : tidak ada perubahan
d.
Pola
hubungan seksual
Sebelum
hamil : melakukan
hubungan 3 – 4x dalam minggu, keluhan
tidak ada
Selama hamil : melakukan hubungan 1x dalam 1
minggu, keluhan tidak
ada
e.
Pola
aktifitas
Sebelum hamil : ibu terbiasa melakukan
pekerjaan rumah seperti
menyapu, mencuci, masak tanpa bantuan
siapapun
Selama hamil : ibu melakukan pekerjaan
rumah seperti menyapu,
mencuci, memasak dengan bantuan suaminya
f.
Pola
istirahat
Sebelum hamil : tidur malam 8 jam, tidur
siang 1 jam, keluhan tidak ada
Selama hamil : tidak ada perubahan
7. Data Psikososial
- Ibu mengatakan tinggal bersama dengan suaminya
- Hubungan ibu dengan suami,
keluarga dan tetangganya baik
- Ibu mengatakan sangat bahagia
dengan kehamilannya yang pertama kehamilan ini
sangat
diharapkan serta pengambilan keputusan dalam keluarga adalah suami
8. Data
Spiritual
- Ibu dan keluarga taat menjalankan
ibadah
- Selama
hamil ibu tidak pernah puasa
9. Data Sosial Budaya
Ibu tidak menganut
budaya yang dapat merugikan kesehatan ibu dan bayinya
10. Data Ekonomi
Penghasilan
keluarga didapat dari suami yang bekerja
di bidang swasta
B.
Objektif
1.
Pemeriksaan
umum
Keadaan
Umum : baik
Kesadaran : CM
TTV : TD :
120/80 mmHg
R : 24X/m
S
: 36,5˚C
N : 80X/m
BB sebelum : 49 kg BB
sekarang : 56 kg
TB : 153 Cm
IMT : 23, 9
2.
Pemeriksaan
fisik
a.
Kepala
dan muka
Rambut : hitam, bersih, tidak mudah rontok
Muka : tidak pucat, tidak ada oedem,
terlihat cloasma gravidarum
Mata : konjungtiva merah muda, sclera
putih, fungsi penglihatan normal
Hidung : bersih, tidak ada polip, fungsi normal
Mulut : bersih, tidak pembengkakan gusi,
tidak ada caries gigi
Telinga : bersih, tidak ada secret, simetris,
fungsi pendengaran normal
b.
Leher
Tidak
ada pembesaran kelenjar limfe dan tyroid
c.
Dada
dan payudara
Dada : Inspeksi : tidak ada retraksi dinding dada
Palpasi :
tidak ada nyeri tekan
Auskultasi :
bunyi nafas dan jantung normal
Payudara : Inspeksi :
payudara membesar, Tegang, hyperpigmentasi areola,
putting
menonjol
Palpasi :
tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembengkakan ,colostrums +
d.
Abdomen : Inspeksi :
tidak ada luka bekas operasi
Palpasi :
Leopold 1 :
TFU 3 jari dibawah Px, fundus
teraba bulat, lunak, tidak
melenting
Leopold
2 : perut bagian kanan teraba
memanjang keras seperti papan
bagian kiri teraba
bagian kecil – kecil janin .
Leopold
3 : perut bagian bawah teraba
bulat, keras, melenting
Leopold
4 : divergen, perlimaan = 2/5 bagian
TFU
(MD) : 30 cm, TBJ = 2945 gram
Auskultasi : frekuensi DJJ = 134x/m, terdengar di
punctum maximum
sebelah kanan 2 jari di bawah pusat
e.
Genetalia
Tidak
dilakukan
f.
Ekstremitas
Atas : tidak ada oedem, mampu bergerak
bebas
Bawah : tidak ada oedem, tidak ada varises,
mampu bergerak bebas
3.
Pemeriksaan
penunjang
Tanggal
: 26 maret 2013
HB
= 11 gr%
II. Interpretasi Data Dasar
1. Diagnosa
Ny. S usia 22 tahun
G1P0A0 UK
42 minggu,
Janin tunggal, hidup
intra uteri, puka, preskep, post matur
Data dasar
Data Subjektif :
-
Ibu mengatakan HPHT 5 juni 2012
-
Ibu mengatakan kehamilanya sudah 9
bulan lebih
-
Ibu merasa cemas dengan keadaanya saat ini karena kehamilannya sudah
melewati HPL
Data Objektif : KU : baik
Kesadaran : CM
TD : 120/80mmHg
N :
80X/m
S : 36,5˚C
R : 24x/m
TB : 153 cm
BB : 56 cm
Payudara : Inspeksi : payudara membesar, Tegang, hyperpigmentasi areola,
putting menonjol
Palpasi :
tidak ada nyeri
tekan, tidak ada pembengkakan,
colostrums +
Abdomen : Inspeksi : tidak ada luka bekas operasi
Palpasi
Leopold 1 : TFU 3 jari dibawah Px, fundus teraba bulat, lunak, tidak
melenting
Leopold
2 : perut bagian kanan teraba memanjang
keras seperti papan
bagian kiri teraba
bagian kecil – kecil janin .
Leopold
3 : perut bagian bawah teraba bulat,
keras, melenting
Leopold
4 : divergen, Perlimaan = 2/5 bagian
TFU
(MD) : 30 cm, TBJ = 2945 gram
Auskultasi : frekuensi DJJ = 134x/m, terdengar di
punctum maximum,
sebelah
kanan, 2 jari di bawah pusat
2. Masalah :
ibu mengatakan merasa cemas dengan keadaan yang ia alami
saat ini
3. Kebutuhan :
memberikan dukungan psikologis pada ibu
III. Diagnosa Potensial
Pada
Ibu : Distosis
Pada
Bayi : Kematian janin
IV. Tindakan Segera
Merujuk pasien ke
dokter SPOG untuk mendapatkan terapi obat
V. Perencanaan
Tanggal : 26 maret 2013 jam
: 08.10 WIB
1.
Beritahu
ibu mengenai hasil pemeriksaan
2.
KIE tentang kehamilan postmatur
3.
Anjurkan
ibu untuk tetap tenang dan berpikir positif,
4.
Anjurkan
suami dan keluarga untuk mendukung ibu
5.
Beritahu
ibu bahwa dirinya akan dirujuk kedokter spesialis kandungan agar mendapatkan
penanganan lebih lanjut
6.
Beritahu
ibu dan keluarga untuk mempersiapkan persalinan di rumah sakit
VI. Pelaksanaan
Tanggal : 26 maret 203 jam : 08. 30 WIB
1.
Memberitahu
kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan bahwa kehamilan ibu sudah melewati Hari
Tafsiran Persalinan
2.
Memberikan KIE mengenai kehamilan postmatur
3.
Menganjurkan
kepada ibu agar tetap tenang dan berpikir positif
4.
Menganjurkan
suami dan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis kepada ibu
5.
Memberitahu
ibu bahwa dirinya akan dirujuk kedokter spesialis kandungan agar mendapatkan
pelayanan/ penanganan lebih lanjut
6.
Memberitahu
kepada ibu dan keluarga untuk mempersiapkan persalinan di rumah sakit
VII. Evaluasi
Tanggal : 26 maret 2013 jam : 08. 45 WIB
1.
Ibu
mengerti dan merasa cemas dengan keadaan dirinya serta janinnya
2.
Ibu mengerti dan paham mengenai kehamilan postmatur
3.
Suami
bersedia mendampingi dan memberikan dukungan kepada ibu
4.
Ibu
bersedia untuk dirujuk ke dokter
5.
Ibu
bersedia melakukan proses persalinan di rumah sakit
BAB
IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kehamilan
Lewat waktu (PosT Term) adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau lebih dari
42 minggu Lengkap. Postmatur menunjukan atau menggambarkan kaadaan janin yang
lahir telah melampauhi batas waktu persalinannya, sehingga dapat menyebabkan
beberapa komplikasi .Pengaruh pada ibu persalinan
postmatur dapat menyebabkan distosis karena aksi uterus tidak dapat
terkoordinir ,janin besar ,moulding kepala kurang .maka akan dijumpai partus
lama ,kesalahan letak ,inersia uteri ,distosia bahu ,dan perdarahan postpartum
.Ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas . Pengaruh
postmaturitas pada janin bervariasi: berat badan janin dapat bertambah besar,
tetap dan ada yang berkurang, sesudah kehamilan 42 minggu. Ada pula yang bisa
terjadi kematian janin dalam kandungan.
B.
Saran
1.
diharapkan bagi ibu hamil dapat
mengetahui tanda – tanda kehamilan postmatur
2.
diharapkan bagi mahasiswa kesehatan
khususnya mahasiswa kebidanan dapat menjelaskan mengenai kehamilan postmatur
3. diharapkan bagi mahasiswa kebidanan dapat
melaksanakan asuhan kebidanan patologis pada
postmatur
DAFTAR PUSTAKA
-
Mochtar Anantyo Binarso dan Kristanto Herman. Ilmu Kebidanan.
2010. Jakarta : P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
-
Fadlun, Feryanto Ahmad. Asuhan
Kebidanan Potologis. 2011. Jakarta : Salemba Medika
-
Editor Saifudin Abdul Bari, dkk. Buku Acuan Nasional Pelayanan Maternal Dan
Neonatal. 2008. Jakarta : Yayasan Bina Puastaka Sarwono Prawirohardjo