KEHAMILAN GANDA


ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI KEHAMILAN GANDA


SRI SUPENI
YETI OKTAFIANI             




PRODI D3 KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2013/ 2014


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Hadirat Illahi Robbi karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan sepanjang jaman Rasullulah SAW. Kami ucapkan juga terimakasih kepada dosen yang membimbing kami dam pembuatan makalah ini.
Makalah ini membahas dan menjelaskan secara sederhana tentang“KEHAMILAN GANDA”
Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran yang bersifat membangun dari semua pihak dan semoga makalah ini bermanfaat.


                                                                                              






                                                                                    Yogyakarta,05Maret2013



                                                                                                Penulis



BAB 1
PENDAHULUAN


A.LATAR BLAKANG
Kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih ( Rustam Mochtar, 1998 ). Kehamilan kembar mempengaruhi ibu dan janin, diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya, terhadap janin yaitu usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar : 25% pada gemelli, 50% pada triplet, 75% pada quadruplet, yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi.
            Persalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada persalinan satu janin ( Tunggal ). Semakin banyak jumlah janin yang dikandung ibu, semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu.
Sejak ditemukannya obat-obat dan cara induksi ovulasi, maka dari laporan-laporan dari seluruh pelosok dunia, frekuensi kehamilan kembar cenderung meningkat. Bahkan sekarang telah ada hamil kembar lebih dari 6 janin (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998).
Berbagai faktor mempengaruhi frekuensi kehamilan kembar, seperti bangsa, hereditas, umur, dan paritas ibu.Bangsa Negro di Amerika Serikat mempunyai frekuensi kehamilan kembar yang lebih tinggi daripada bangsa kulit putih.Juga frekuensi kehamilan kembar berbeda pada tiap negara, angka yang tertinggi ditemukan di Finlandia yang terendah di Jepang.
Faktor umur, makin tua makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun. Paritas, pada primipara 9,8 per 1000  dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18,9 per 1000 persalinan. Keturunan, keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal,
B.RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang kami angkat yaitu Pengertian penanganan kehamilan gemelly
C.TUJUAN
1. Tujuan Umum
mengetahui apa yang dimaksud kehamilan gemelly.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui etiologi kehamilan gemelly.
b. Mengetahui patofisiologi kehamilan gemelly
c. Mengetahui penatalaksanaan dan penanganannya.
D. MANFAAT
1. Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.

















BAB 11
                                                  TINJAUAN TEORI

a.       Pengertian
Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih.Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/gemelli (2janin),triplet (3janin), kuadruplet (4 janin ) Quintiplet (5janin)dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin.Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89, untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893,dan seterusnya.Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya.Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilanganda sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan
b.      Frekuensi
Frekuensi menurut hukum Hellin antara kehamilan ganda dan tunggal :
1. gemelli (2)                 1 : 89
2 .triplet (3)                   1 : 892
3.duadruplet (4)             1 : 89 3
4.duintuplet (5)              1 : 89 4
5.sextuplet (6)                1 : 89 5
Menurut penelitian Ereulich (1930) pada 120 juta persalinamemperoleh angka kejadian kehamilan ganda : gemelli 1 : 85 ; triplet 1 : 7.629 ; duardriplet 1 : 670.743 dan duantuplet  1 : 41.600.000.
Bangsa mempengaruhi kehamilan ganda ; di Amerika Serikat lebih banyak dijumpai pada wanita negro dibandingkan kulit putih. Angka  tertinggi kehamilan ganda dijumpai di Finlandai dan terendah di Jepang.
a.       Faktor umur  : makin tua umur makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan munurun lagi setelah berumur 40 tahun.
b.      Paritas : pada primipara 9,8 per 1000 dan pada multipara (oktipara) baik jadi 18,9 per 1000 persalinan.
c.       Keturunan : keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal,namun dapat pula secara maternl
c.Jenis gameli    
Gemelli dizigotik  =  kembar dua telur , heterolog, biovuler dan praternal :
Kedua telur berasal dari :
1.ovarium dan dari dua folikel de graff
2. ovarium dan dari 1 folikel de graff
3.dari ov arium kanan dan satu lagi dari ovarium kiri.
Gemelli monozigotik  =  kembar satu telur, homolog, uniovuler, identik dapat terjadi karena :
1.Satu telur dengan 2 inti,hambatan  pada tingkat blastula :
2.Hambatan pada tingkat segmentasi
3.Hambatan setelah amion dibentuk,tetapi sebelum primitive steak.
Perbedaan ciri,  sifat dan lain-lainnya antara kembar monozigotik dan zigotik (satu telur dan dua telur):
Perbedaan
kembar monozigot
kembar dizigot
Plasenta                          
1 (70%)2 (30%)
2 (_+ 100%)
Khorium
1(70%)2 (30%)
2 (_+ 100%)
Amnion
1 (70%)2 (30%)
2 (_+ 100%)
Tali  pusat
2
2
Sirkulasi  darah janin
           Bersekutu
Terpisah
Jenis  kelamin
Sama
Sama atau tidak
Kupa  dan sifat
Sama
Agak berlainan
Mata, kuping, gigi, kulit
Sama
Berbeda
Ukuran  antropologik
Sama
Berbeda
Sidik  jari
Sama
Berbeda
Cara  pegangan
bisa samaBisa satu kidalYang lain kanan
sama,bisa duaduanya kanan
Kira-kira sepertiga kembar adalah monozigotik,dan dua pertiga lainnya adalah dizigotik.
1.      Conjoined  twins
Conjoined twins atau kembar siam adalah kembar dimana janin melengket satu dengan yang lainnya.misalnya torakopagus (dada dengan dada),abdominopagus (perlengketan antara kedua abdomen)kraniopagus (kedua kepala)dan sebagainya.banyak kembar siam telah dapat dipisahkan setara  operatif dengan berhasil.
2.      Sperfekkundasi
Superfekundasi adalah pembuahan dua telur yang dikeluarkan dalam ovulasi yang sama pada dua kali koitus yang dilakukan pada jarak waktu yang pendek.hal ini dilaporkan oleh archer (1910)seorang wanita kulit putihmelakukan koitus berturut-turut dengan seorang kulit putih dan kemudian dengan pria negro melahirkan bayi kembar : satu bayi putih dan satu bayi negro (mulato).
3.      superfetasi
Superfetasi adalah kehamilan kedua yang terjadi beberapa mingguatau bulan setelah kehamilan pertama.belum pernah dibuktikan pada manusia,namun dapat ditemukan pada kuda.
d.Etiologi
 Etilogi Gemelli
1)      Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah:bangsa,umur dan paritassering mempengaruhi kehamilan 2 telur.
2)      Faktor obat-obat induksi ovulasi profertil, domid dan hormon gonadotropin dapat menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.
3)      .Faktor keturunan.
4)      Faktor yang lain belum diketahui.
Bangsa, hereditas, umur dan paritas hanya mempunyai pengaruh terhadap kehamilan kembar yang berasal dari 2 telur, juga obat klomit dan hormon gonadotropin yang dipergunakan untuk menimbulkan ovulasi dilaporkan menyebabkan kehamilan dizigotik. Faktor-faktor tersebut dan mungkin pula faktor lain dengan mekanisme tertentu menyebabkan matangnya 2 atau lebih folikel de graff atau terbentuknya 2 ovum atau lebih dalam satu folikel. Kemungkinan  pertama dibuktikan dan ditemukan 21 korpora lutea pada kehamilan kembar. Pada  fertilisasi in vitro dapat pula terjadi kehamilan kembar, jika telur-telur yang diperoleh dapat dibuahi lebih dari satu, jika semua embrio yang kemudian dimasukan kedalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu. Pada   kembar yang berasal dari satu telur, faktor bangsa, hereditas, umur dan paritas tidak atau sedikit sekali mempengaruhi kehamilan kembar itu. Diperkirakan  disini sebabnya ialah faktor penghambat pada masa pertumbuhan dini hasil konsepsi.
e.Tanda gejala gamely
1)      Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. Usia kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan kembar.
2)      Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain.
3)      Frekuensi hidramnion kira-kira sepuluh kali lebih besar pada kehamilan kembar daripada kehamilan tunggal.
4)      Frekuensi pre-eklamsia dan eklamsia juga dilaporkan lebih sering pada kehamilan kembar.
5)      Solusio plasenta dapat terjadi, seperti sesak nafas, sering kencing, edema dan varises pada tungkai bawah dan vulva
f. Patofisiologis
Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua.Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur.Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot.Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma.Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan.Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak.
 Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu, yaitu 0-72 jam, 4-8 hari, 9-12 dan 13 hari atau lebih. Pada pembelahan pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta. Sedangkan pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu plasenta.Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak.Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat.Lalu, pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
   Pada pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu pembelahannya terlalu lama, sehingga sel telur menjadi berdempet. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.
Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama,karena bayi bisa membelah dengan sempurna.Namun,keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya.Faktor yang mempengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.
g.Pertumbuhan janin kembar
1)      Berat  badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan dari janin tunggal.
2)      Berat badan baru lahir biasanya pada kembar dibawah 2500 gr triplet dibawah 2000 gr,duadriplet dibawah 1500 gr dan duintuplet dibawah 1000 gr.
3)      Berat badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama umumnya berselisih  antara 50 – 100 gr, karena pembagian sirkulasi darah tidak sama, maka yang satu kurang bertumbuh dari yang lainnya.
4)       Pembuluh darah janin yang satu beranastomosis dengan pembuluh darah janin yang lain, karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari perdarahan. Karena itu  janin yang satu daapt terganggu pertumbuhannya dan menjadi  monstrum seperti akardiakus, dan kelainan lainnya.
5)       Dapat terjadi sondroma transfusi fetal : pada janin yang dapt darah lebih banyak terjadi hidramnion, polisitemia, edema dan pertumbuhan yang baik. Sedangkan janin kedua kurang pertumbuhannya terjadilah bayi kecil, anemia, dehidrasi, oligohidrami dan mikrokardia.
6)      Pada kehamilan kembar dizigotik
a.       Dapat terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan.
b.      Janin yang mati dapat diresorbsi (kalau pada kehamilan muda) atau pada kehamilan agak tua janin jadi gepeng disebut fetus papyraseus atau kompresus.
h.Letak persentasi janin
Pada hamil kembar sering terjadi kesalahan presentasi dan posisi kedua janin  Begitu pula letak janin kedua dapat berubah setelah janin pertama lahir, misalnya dari letak lintang berubah jadi letak sungsang atau letak kepala.






GAMBAR
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTf2t0UAqOHA7wYUPOhHyBMHOzBXEqSShPtJzoGu8ywnPGofOO4hA

Berbagai kombinasi letak, presentasi dan posisi bisa terjadi ; yang paling sering dijumpai adalah :
1.Kedua janin dalam letak membujur, presentasi kepala ; (44-47 %).
2.Letak membujur, presentasi kepala bokong (37-38 %).
3.Keduanya presentasi bokong (8-10 %).
4.Letak lintang dan presentasi kepala (5-5,3 %).
5.Letak lintang dan presentasi bokong (1,5-2 %).
6.Keduanya letak lintang (0,2-0,6 %). Letak dan presentasi 69 adalah letak yang berbahaya    karena dapat terjadi kunci-mengunci (interlocking).
i.Diangnosis
1. Anamnesa
a.Perut lebih buncit dari semestinya tua kehamilan
b.Gerakan janin lebih banyak dirasakan ibu hamil
c.Uterus terasa lebih cepat membesar
d.Pernah hamil kembar atau ada sejarah keturunan.
2. Inspeksi dan palpasi
a. Pada pemeriksaan pertama dan ulang ada kesan uterus lebih besar dan cepat tumbuhnya dari biasa.
b.Teraba gerakan-gerakan janin lebih banyak
c.Banyak bagian-bagian kecil teraba
d.Teraba 3 bagian besar janin
e.Teraba 2 balotemen
3 Auskultasi
Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut per menit atau sama-sama dihitung dan berselisih 10.
a.Rontgen foto abdomen, kelihatan 2 janin.
 b.Ultrasonografi: kelihatan 2 janin, 2 jantung yang berdenyut telah dapat ditentukan pada triwulan I.
c.Elektrokardiogram fetal : diperoleh dua EKG yang berbeda dari kedua janin.
d.Reaksi kehamilan : karena pada hamil kembar umumnya plasenta besar atau ada 2 plasenta, maka HCE akan tinggi ; jadi reaksi kehamilan titrasi bisa positif kadang-kadang sampai 1/200. hal ini dapat meragukan dengan malahidatidosa.
j.Penaganan dalam kehamilan 
a.       Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul,dan bila diagnosis telah ditegakkan pemeriksaan ulangan harus lebih sering ( 1 x tiap seminggu pada kehamilan lebih dari 32 minggu )
b.      Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan perjalanan jauh sebaiknya dihindari, karena akan merangsang partus prematurus
c.       Dibandingkan dengan kehamilan tunggal, kehamilan ganda lebih mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan. Pada  kehamilan kebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar sehingga terjadi difisiensi nutrisi seperti anemia dalam kehamilan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam rahim. Ada argumen kuat yang menyatakan bahwa pasien harus mendapat asam folat 5 mg dan satu tablet zat besi setiap hari. Frekuensi hidraminion pada hamil kembar sekitar 10 kali lebih besar dari kehamilan tunggal.
d.      Pematangan paru janin : bila ada tanda-tanda partus prematurus yang mengancam dengan pemberian betamethasone 24 mg/hari.
e.        Dengan janin (bayi) yang relatif berat badannya lebih rendah menyebabkan morbiditas dan kematian yang tinggi. Keluhan pada kehamilan kembar diantaranya terasa sesak nafas, sering kencing, edema tungkai, pembesaran pembuluh darah (varises). Untuk memperkecil kemungkinan penyulit ibu dan janin, kehamilan Ganda penanganan  yang lebih intensif dengan melakukan pengawasan hamil lebih sering, melakukan pemeriksaan  laboratorium dasar dan pengobatan intensif terhadap kekurangan  nutrisi dan preparat Fe.
f.       Kehamilan kembar paling baik di lakukan operasi karena mengingat bahwa ini merupakan persalinan patologis dimana menyangkut nyawa ibu dan kedua bayinya.




























BAB II
MANAGEMEN KEBIDANAN


1.kasus           
Pada  Ny. S G1P0A0 UK 29  minggu ibu datang memeriksakan kehamilanya ibu dengan merasakan gerakan janin kuat,berat badan meningingkat secara siknifikan,lelah, kesulitan nafas, mual pusing,pada saat di lakukan pemeriksaan TTV TD120/80mmHg,  N:84Xmenit,RR:26x/menit,lalu di lakukan  pemeriksan auskultasi DDJ terdengar 2 tempat yang berbeda,di lakukan palpasi teraba 2 bagian punggung.


















ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NY.S GIP0A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN GANDA
DI BPS KASIH BUNDA PUNDUHAN-MAGELANG

I. Data Subyektif
A. Pengkajian

Pada tangga Rabui   04 maret 2013 pukul 14.00 WIB
Identitas
Nama isteri  : Ny. S                             Nama suami : Tn. F
Umur           : 24 tahun                        Umur             : 24 tahun
Agama         : Islam                             Agama           : Islam
Suku            : Jawa                              Suku              : jawa
Pendidikan  : SMA                             Pendidikan    : SMA
Pekerjaan     : IRT                               Pekerjaan       : Wiraswasta
Alamat         : Jl. Melati                      Alamat          : Jl. Melati
                        

1.Alasan datang
Ibu ingin memeriksakan kehamilanya
2..Keluhan utama
Ibu mengatakan sejak 1 minggu yang lalu mengalami ,lelah, kesulitan nafas, mual pusing
3.Riwayat kesehatan
 a. Dahulu
 ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit seperti jantung,hipertensi,hepatitis,ginjal,  hiv/aids.
 b.sekarang
 ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit jantung.malaria,asma,DM,hipertensi.
  c.keluarga
Ibu mengatakan dalam keluaraga tdk ada yang mempunyai penyakit DM,hipertensi,ginjal,hepatitis riwayat kembar,kelalinan patologis,atau cacat bawaan ,suami memiliki riwayat kembar
4.Riwayat pernikahan
Ibu mengatakan menikah 1 kali pada usia 21 tahun ,pada suami usia 24 tahun,usia   pernikahan 2 tahun,status pernikan sah.
5.Riwayat Menstruasi
Menarche umur 14 tahun.Siklus 30 hari.
Teratur.Lama 7 hari.
Sifat darah                  : Encer
Bau                              :amis.
fluor albus                   :Tidak ada
dismenorroe.               :Tidak ada
warna                          : merah muda
HPHT              : 27 agustus 2012
3.Riwayat kehamilan ini.
Riwayat ANC
ANC sejak umur kehamilan. ANC di BPS PERMATA BUNDA
 a.HPHT : 27 agustus 2012
 b.HPL     : 20 mei 2013
c.Kunjugan ANC
   Trisemester 1
    Frekuensi : 2x,tempat BIDAN            Oleh : bidan
    keluhan :  mual muntah
   Trisemestr 2
    Frekuensi  1x tempat BIDAN            Oleh : bidan
Keluhan : ,lelah, kesulitan nafas, mual pusing,
d.Imunisasi TT
  TT I  : UK 8 mgg
  TT II :  UK  12 mgg
4.Pergerakan janin pertma d usia kehamilan 20 minggu
5.Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janin, gerakan aktif sebanyak10 x
dalam12  jam.
6.Riwayat kehamilan, persalinan,dan nifas yang lalu.
Ibu mengatakan belum pernah hamil dan ini kehamilan pertama (GIP0A0)
7.Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis kontrasepsi
Mulai memakai
Berhenti/ganti cara
Tanggal
Oleh
Tempat
Keluhan
Tanggal
Oleh
Tempat
Alasan
1
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi

8.Riwayat kesehatan : suami  mempunyai riwayat keturunan kembar
9.Pengetahuan Ibu tentang kehamilan ini :Ibu sudah  mengetahui kehamilannya kembar
10.pola kebutuhan sehari-hari
Pola  Nutisi


Makan   



Sebelum hamil
            Saat Hamil
Frekuensi
3X/hari
4X/hari
Jenis
nasi,lauk ,sayur
nasi,lauk ,sayur
Porsi
1piring                                  
1piring                                 
Pantangan
Tidak ada
Tidak ada
Keluhan
Tidak ada
Tidak nafsu makan



Minum





Frekuensi
5-6x/hari
5-8x/hari
Jenis               
air putih,teh
air putih,teh
Porsi
1gelas
1gelas
Jenis
tidak ada
tidak ada
Keluhan
tidak ada
tidak ada



.Pola Eliminasi


BAB               


Frekuensi
1x/hari
1x/hari
Warna 
kuning khas feses
kuning khas feses
Konsistensi
Lunak
Lunak
Keluhan
tidak ada
tidak ada
BAK


Frekuensi
4-5x/hari
6-7x/hari
Warna 
Kuning jernih
Kuning jernih
Konsistensi
Cair
Cair
Keluhan
Tidak ada
Tidak ada



Pola Istirahat


Tidur siang   


Lama
1 jam
Tidak  biasa tidur
Keluhan
:tidak ada
:tidak ada
Tidur malam


Lama
7-8jam
5-6 jam
Keluhan
Tidak ada
merasa panas dan badan sakit
.Personal Hyginie


mandi
2x/hari
2x/hari
gosok gigi
2x/hari
2x/hari
ganti pakaian
2x/hari
2x/hari
kramas
3x/minggu
3x/minggu



10.piskososialspiritual
a)      Ibu senang atas kehamilanya dan keluarga sangat mendukung
b)      Ibu dan keluaraga cemas dengan kedaan kehamilanya
c)      Ibu seorng muslim dan ibu rasjin menjalankan ibadahnya
d)     Ibu sangat baik di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat



B. Data Obyektif
1.Keadaan umum : baik       
2..Kesadaran : composmentis
Tanda-tanda vital
TD       : 120/80 mmHg
RR        : 16 ×/menit
Temp   : 36,5 ºC
Nadi    : 88×/menit
  IMT                                     : 21 cm
  Lingkar Lengan atas           : 24  cm
 Tinggi badan                        :154 cm                :      
 BB sebelum hamil                :52kg
 BB sekarang                                                     :68kg
3,.Kepala dan rambut
 Warna rambut         : Hitam
 Distribusi                : Merata
 Kekuatan                : Tidak rontok
 Kebersihan             : Tidak berketombe
4 Muka
 Oedema                    : Tidak ada
 Pucat                         : Tidak pucat
 Closma gravidarum  : Ada
5.Mata
 Conjungtiva              : Merah muda
Skelera                       : Putih
Penglihatan                : Baik
         6  Mulut
Gigi                           : Bersih
Gusi                          : Tidak mudah berdarah
         Mukosa bibir             : Lembab
7.Telinga
Pengeluaran               : Tidak ada
         Pendengaran                           : Baik
8.Hidung
Pengeluaran                            : Tidak ada
         Penciuman                               : Baik
9.Leher
         Pembesaran kelenjar tiroid                        : Tidak ada
          Pembesaran kelejar limfe                          : Tidak ada
         Pembesaran vena jugularis                        : Tidak ada
   10.Dada
       Simetris                      : Ya
         Pergerakan dada         : ada retraksi diding dada
11. Mammae
         Simetris                     : Ya
Benjolan                    : Tidak ada
Hiperpigmentasi areola: Ada
Bentuk payudara       : Bulat
Putting susu               : Menonjol
Pengeluaran               : Ada colostrums
12. Abdomen
Warna                       : Sesuai warna kulit ibu
Bekas luka                 : Tidak ada
Linea Nigra               :Ada
Sriae                          : Livida
Ø  Palpasi

Leopold I        : a. TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian  kiriteraba
lunak, tidak melentingberarti bokong.
                                    b.TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian kanan teraba
keras, dapat dilentingkan berarti kepala.
Leopold II      : a. Pada perut bagian kiri teraba keras,datar memanjang
seperti papan berarti punggung
b. Pada perut bagian kanan  teraba keras,datar memanjang seperti papan berarti punggung
Leopold III     :a.  Bagian terbawah janin teraba  bulat keras dan melenting(kepala).
                        b.Bagian terbawah janin teraba bagian kecil  seperti kaki
Leopold IV     : a. Bagian terendah belum masuk panggul
MC. Donald   :  36 cm
TBJ                 :  (TFU-11) × 155
:  (38-11) ×155= 3.875 gram

Ø  Auskultasi
Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat, puctum maximum di bawah pusat sebelah kiri dan kanan, pada janin pertama DJJ terdengar 130×/menit di sebelah kiri dan pada janin kedua DJJ 140 ×/menit di sebelah kanan.
Ø  Perkusi
Reflek patela ada (+)
 13.Pemeriksaan penunjang  27 februari 2013
Pada USG tampak 2 janin dan duajantung yang berdenyut.

III. INTERPRETASI DATA
a..Diagnosis Kebidanan
 Ibu  24 tahun G1P0A0 UK  mi nggu intrauterin, ganda, hidup, puka,puki,preskep.
b.DS  :
Ibu mengatakan hpht  27 agustus 2012
Ibu mengatakan berusia 24 tahun
Ibu mengatakan ini adalah  kehamilan yang pertama
DO :
Tanda-tanda vital
TD      : 120/80 mmHg
RR       : 16×/menit
Temp  : 36,5 ºC
Nadi    : 88×/menit
Palpasi
Leopold I        : a. TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian  kiri teraba
lunak, tidak  melenting  berarti bokong.
                        b.TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian kanan teraba
keras, dapat dilentingkan berarti kepala.
Leopold II      : a. Pada perut bagian kiri teraba keras,datar memanjang
seperti papan berarti punggung
b. Pada perut bagian kanan  teraba keras,datar memanjang seperti papan berarti punggung
Leopold III     :a.Bagian terbawah janin teraba  bulat keras dan melenting(kepala).
                        b.Bagian terbawah janin teraba bagian kecil  seperti kaki
Leopold IV     : a. Bagian terendah belum masuk panggul
MC. Donald   :  36 cm
TBJ                 :  (TFU-11) × 155
:  (38-11) ×155= 3.875 gram

c.masalah
Ibu leleh,pusing dan sesak saat bernafas
d.kebutuhan
KIE Pola istirahat
KIE  keadaan kehamilan  gameli TM II

III DIAGNOSA POTENSIAL
Kehamilan ganda berpotensial  kelahiran  prematur

VI.TINDAKAN SEGERA
Kebutuhan Tindakan Segera Berdasarkan Kondisi
1.Kolaborasi
2.Merujuk


IV. PERENCANAAN
Tanggal 4 mraet 2013 jam    14.55   wib
1.Beri tahu ibu hasil pemeriksaan
2. Beritahu KIE kehamilan gameli  trismester II
3.Beritahu  KIE  tanda –tanda   persalinan dan kelahiran prematur
4.Beritahu  ibu  tentang tanda bahaya kehamilan ganda.
5.Beritahu ibu untuk di rujuk ke Rumah Sakit

VI.PELAKSANANA
Tanggal 4 mraet 2013 jam    15.20   wib
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan keadaan ibu dan janin saat ini baik, TD=120/80 mmHg, N=88x/menit, DJJ kanan=140x/menit, DJJ kiri=130x/menit
2. Memberitahu  KIE  kehamilan gameli  trismester IIyaitu kehamilan dengan 2  janin,kehamilan ini dapat menyebabkan ibu sering BAK,leleh,pusing,sesak saat bernafas dengan semakin membesarnya usia kehamilan.
3.Memberitahu  KIE  tanda –tanda   persalinan dan kelahiran prematur  tanda-tanda persalinan  yaitu kontaksi  3x-4x dalam 10 menit durasi 30-40 detik, keluar lendir darah, ketuban pecah.dan memberi tahu tentang persalinan  prematur merupakan kelahiran sebelum usia kurang 37 minggu. Jika terjadi segera hubungi tenaga kesehatan terdekat
4.Memberitahu  ibu  tentang tanda bahaya kehamilan ganda meskipun saat ini kondisi Ibu baik namun kehamilan kembar lebih berisiko  kelahiran prematur eklamsi maupun solusio plasenta yang bisa membahayakan kondisi Ibu sendiri maupun kondisi janinya
5.Memberitahu ibu untuk di rujuk kerumah sakit jika ada tanda –tanda persalinan ke rumah sakit .

VII.EVALUASI
Tanggal 4 maret 2013 jam    15.45  wib
1.Ibu merasa lega dan tenang
2. Ibu mengerti penjelasan bidan tentang  kehamilan gameli  trismester II
3. Ibu mengerti tanda –tanda   persalinan dan kelahiran prematur
4. Ibu mengerti tentang tanda bahaya kehamilan ganda.
5. Ibu bersedia untuk di rujuk ke Rumah Sakit















BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komplikasi pada ibu dan janin pada kehamilan kembar lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal. Angka kematian perinatal pada kehamilan kembar cukup tinggi, dengan kembar monozigotik 2,5 kali angka kematian kembar dizigotik. Resiko terjadinya abortus pada salah satu fetus atau keduanya tinggi. Pada trisemester pertama kehamilan reabsorbsi satu janin atau keduanya kemungkinan terjadi.
Anemia sering ditemukan pada kehamilan kembar oleh karena kebutuhan nutrisi yang tinggi serta peningkatan volume plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan sel darah merah mengakibatkan kadar hemoblobin menjadi turun, keadaan ini berhubungan dengan kejadian edema pulmonum pada pemberian tokolitik yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan kembar. Angka kejadian persalinan preterm ( umur kehamilan kurang 37 minggu ) pada kehamilan kembar 43,6 % dibandingkan dengan kehamilan tunggal sebesar 5,6 %.1,3,4
Frekuensi terjadinya hipertensi yang diperberat kehamilan, preklamsia dan eklamsia meningkat pada kehamilan kembar. Pendarahan antepartum oleh karena solutio plasenta disebabkan permukaan plasenta pada kehamilan kembar jelek sehingga plasenta mudah terlepas. Kematian satu janin pada kehamilan kembar dapat terjadi, penyebab kematian yang umum adalah saling membelitnya tali pusat. ( Benirschke, 1983 ).


B. Saran
Demikianlah makalah dari penulis sajikan, lebih dan kurang penulis haturkan maaf. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangatlah dibutuhkan penulis untuk menjadi bahan acuan di dalam pembuatan makalah di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA


Prawiroharjo,Sarwono. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. 2001. Jakarta : Tridasa Printer
Manuaba, Ida Bagus Bde.  Pengantar Kuliah Obstetri. 2007. Jakarta : EGC
Cunningham, F.Gary. Obstetri William Eds.21. 2006. Jakarta : EGC
Myles. Buku Ajar Bidan. Eds.14. 2009. Jakarta : EGC
Mochtar,Rustam. Sinopsis Obstetri eds.2. 1998. Jakarta : EGC