ASUHAN
KEBIDANAN PATOLOGI KEHAMILAN GANDA
- SRI
SUPENI
- YETI OKTAFIANI
PRODI D3 KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2013/ 2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Hadirat Illahi Robbi karena
berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Salawat dan
salam semoga senantiasa tercurah kepada suri tauladan sepanjang jaman
Rasullulah SAW. Kami ucapkan juga terimakasih kepada dosen yang membimbing kami
dam pembuatan makalah ini.
Makalah ini membahas dan menjelaskan secara sederhana tentang“KEHAMILAN GANDA”
Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan dan
kesalahannya, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran yang bersifat
membangun dari semua pihak dan semoga makalah ini bermanfaat.
Yogyakarta,05Maret2013
Penulis
BAB
1
PENDAHULUAN
A.LATAR BLAKANG
Kehamilan ganda atau kehamilan kembar adalah kehamilan
dengan dua janin atau lebih ( Rustam Mochtar, 1998 ). Kehamilan kembar
mempengaruhi ibu dan janin, diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu
bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya,
terhadap janin yaitu usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah
janin pada kehamilan kembar : 25% pada gemelli, 50% pada triplet, 75% pada
quadruplet, yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. Jadi kemungkinan
terjadinya bayi premature akan tinggi.
Persalinan
dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada persalinan satu
janin ( Tunggal ). Semakin banyak jumlah janin yang dikandung ibu, semakin
tinggi resiko yang akan ditanggung ibu.
Sejak ditemukannya obat-obat dan cara induksi ovulasi,
maka dari laporan-laporan dari seluruh pelosok dunia, frekuensi kehamilan
kembar cenderung meningkat. Bahkan sekarang telah ada hamil kembar lebih dari 6
janin (Mochtar, Buku Sinopsis Obstetri Fisiologi dan Patologi, 1998).
Berbagai faktor mempengaruhi frekuensi kehamilan
kembar, seperti bangsa, hereditas, umur, dan paritas ibu.Bangsa Negro di
Amerika Serikat mempunyai frekuensi kehamilan kembar yang lebih tinggi daripada
bangsa kulit putih.Juga frekuensi kehamilan kembar berbeda pada tiap negara,
angka yang tertinggi ditemukan di Finlandia yang terendah di Jepang.
Faktor umur, makin tua makin tinggi angka kejadian
kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun. Paritas, pada
primipara 9,8 per 1000 dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18,9 per
1000 persalinan. Keturunan, keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak
kembar yang biasanya diturunkan secara paternal,
B.RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang kami angkat yaitu Pengertian penanganan kehamilan gemelly
Rumusan masalah yang kami angkat yaitu Pengertian penanganan kehamilan gemelly
C.TUJUAN
1. Tujuan Umum
mengetahui apa yang dimaksud kehamilan gemelly.
1. Tujuan Umum
mengetahui apa yang dimaksud kehamilan gemelly.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui etiologi kehamilan gemelly.
a. Mengetahui etiologi kehamilan gemelly.
b. Mengetahui patofisiologi kehamilan gemelly
c. Mengetahui penatalaksanaan dan penanganannya.
c. Mengetahui penatalaksanaan dan penanganannya.
D. MANFAAT
1. Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.
1. Bagi Mahasiswa
Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan.
BAB 11
TINJAUAN TEORI
a.
Pengertian
Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu
kehamilan dengan dua janin atau lebih.Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/gemelli (2janin),triplet (3janin), kuadruplet (4 janin ) Quintiplet (5janin)dengan frekuensi
kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin.Hukum Hellin
menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89,
untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893,dan seterusnya.Kehamilan
tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya.Morbiditas dan mortalitas mengalami
peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena
itu mempertimbangkan kehamilanganda sebagai kehamilan dengan komplikasi
bukanlah hal yang berlebihan
b.
Frekuensi
Frekuensi menurut hukum Hellin antara kehamilan ganda
dan tunggal :
1. gemelli
(2) 1
: 89
2 .triplet
(3) 1 : 892
3.duadruplet
(4) 1 : 89 3
4.duintuplet
(5) 1
: 89 4
5.sextuplet
(6) 1 : 89 5
Menurut penelitian Ereulich (1930) pada 120 juta persalinan memperoleh angka kejadian kehamilan ganda :
gemelli 1 :
85 ; triplet 1 : 7.629 ; duardriplet 1 : 670.743 dan duantuplet 1
: 41.600.000.
Bangsa mempengaruhi
kehamilan ganda ; di Amerika Serikat lebih banyak dijumpai pada wanita negro
dibandingkan kulit putih. Angka tertinggi kehamilan ganda dijumpai di
Finlandai dan terendah di Jepang.
a.
Faktor
umur : makin tua umur makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan
munurun lagi setelah berumur 40 tahun.
b.
Paritas
: pada primipara 9,8 per 1000 dan pada multipara (oktipara) baik jadi 18,9 per
1000 persalinan.
c.
Keturunan
: keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya
diturunkan secara paternal,namun dapat pula secara maternl
c.Jenis gameli
Gemelli
dizigotik = kembar dua telur , heterolog, biovuler dan praternal :
Kedua telur berasal dari :
1.ovarium dan dari dua
folikel de graff
2. ovarium dan dari 1
folikel de graff
3.dari ov arium kanan dan
satu lagi dari ovarium kiri.
Gemelli monozigotik
= kembar satu telur, homolog, uniovuler, identik dapat terjadi karena :
1.Satu telur dengan 2
inti,hambatan pada tingkat blastula :
2.Hambatan pada tingkat
segmentasi
3.Hambatan setelah amion
dibentuk,tetapi sebelum primitive steak.
Perbedaan ciri, sifat
dan lain-lainnya antara kembar monozigotik dan zigotik (satu telur dan dua
telur):
|
Perbedaan
|
kembar monozigot
|
kembar dizigot
|
|
Plasenta
|
1 (70%)2 (30%)
|
2 (_+ 100%)
|
|
Khorium
|
1(70%)2 (30%)
|
2 (_+ 100%)
|
|
Amnion
|
1 (70%)2 (30%)
|
2 (_+ 100%)
|
|
Tali pusat
|
2
|
2
|
|
Sirkulasi darah janin
|
Bersekutu
|
Terpisah
|
|
Jenis kelamin
|
Sama
|
Sama atau tidak
|
|
Kupa dan sifat
|
Sama
|
Agak berlainan
|
|
Mata, kuping, gigi, kulit
|
Sama
|
Berbeda
|
|
Ukuran antropologik
|
Sama
|
Berbeda
|
|
Sidik jari
|
Sama
|
Berbeda
|
|
Cara pegangan
|
bisa samaBisa satu kidalYang lain kanan
|
sama,bisa duaduanya kanan
|
Kira-kira sepertiga kembar
adalah monozigotik,dan dua pertiga lainnya adalah dizigotik.
1. Conjoined twins
Conjoined twins atau kembar
siam adalah kembar dimana janin melengket satu dengan yang lainnya.misalnya
torakopagus (dada dengan dada),abdominopagus (perlengketan antara kedua
abdomen)kraniopagus (kedua kepala)dan sebagainya.banyak kembar siam telah dapat
dipisahkan setara operatif dengan berhasil.
2. Sperfekkundasi
Superfekundasi adalah
pembuahan dua telur yang dikeluarkan dalam ovulasi yang sama pada dua kali
koitus yang dilakukan pada jarak waktu yang pendek.hal ini dilaporkan oleh
archer (1910)seorang wanita kulit putihmelakukan koitus berturut-turut dengan
seorang kulit putih dan kemudian dengan pria negro melahirkan bayi kembar :
satu bayi putih dan satu bayi negro (mulato).
3.
superfetasi
Superfetasi adalah kehamilan
kedua yang terjadi beberapa mingguatau bulan setelah kehamilan pertama.belum
pernah dibuktikan pada manusia,namun dapat ditemukan pada kuda.
d.Etiologi
Etilogi Gemelli
1)
Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah:bangsa,umur dan paritassering
mempengaruhi kehamilan 2 telur.
2)
Faktor
obat-obat induksi ovulasi profertil, domid dan hormon gonadotropin dapat
menyebabkan kehamilan dizigotik dan kembar lebih dari dua.
3)
.Faktor
keturunan.
4)
Faktor
yang lain belum diketahui.
Bangsa,
hereditas, umur dan paritas hanya mempunyai pengaruh terhadap kehamilan kembar
yang berasal dari 2 telur, juga obat klomit dan hormon gonadotropin yang
dipergunakan untuk menimbulkan ovulasi dilaporkan menyebabkan kehamilan
dizigotik. Faktor-faktor tersebut dan mungkin pula faktor lain dengan mekanisme
tertentu menyebabkan matangnya 2 atau lebih folikel de graff atau terbentuknya
2 ovum atau lebih dalam satu folikel. Kemungkinan pertama dibuktikan dan
ditemukan 21 korpora lutea pada kehamilan kembar. Pada fertilisasi in
vitro dapat pula terjadi kehamilan kembar, jika telur-telur yang diperoleh
dapat dibuahi lebih dari satu, jika semua embrio yang kemudian dimasukan
kedalam rongga rahim ibu tumbuh berkembang lebih dari satu. Pada
kembar yang berasal dari satu telur, faktor bangsa, hereditas, umur dan paritas
tidak atau sedikit sekali mempengaruhi kehamilan kembar itu. Diperkirakan
disini sebabnya ialah faktor penghambat pada masa pertumbuhan dini hasil
konsepsi.
e.Tanda gejala gamely
1)
Pada
kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas
toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. Usia kehamilan makin
pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan kembar.
2)
Kebutuhan
ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah sehingga dapat
menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain.
3)
Frekuensi
hidramnion kira-kira sepuluh kali lebih besar pada kehamilan kembar daripada
kehamilan tunggal.
4)
Frekuensi
pre-eklamsia dan eklamsia juga dilaporkan lebih sering pada kehamilan kembar.
5)
Solusio
plasenta dapat terjadi, seperti sesak nafas, sering kencing, edema dan varises
pada tungkai bawah dan vulva
f. Patofisiologis
Secara garis besar, kembar dibagi menjadi
dua.Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang
berasal dari dua telur.Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah
monozigot.Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu
dibuahi oleh sperma.Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam
waktu bersamaan.Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi
sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada
kondisi bayi kelak.
Masa pembelahan
sel telur terbagi dalam empat waktu, yaitu 0-72 jam, 4-8 hari, 9-12 dan 13 hari
atau lebih. Pada pembelahan pertama, akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya
dua selaput ketuban, dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta. Sedangkan
pada pembelahan kedua, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu
plasenta.Pada kondisi ini, bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak
makanan, sementara bayi satunya tidak.Akibatnya, perkembangan bayi bisa
terhambat.Lalu, pada pembelahan ketiga, selaput ketuban dan plasenta
masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
Pada
pembelahan keempat, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban,
sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Pasalnya waktu
pembelahannya terlalu lama, sehingga sel telur menjadi berdempet. Jadi kembar
siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.
Dari keempat pembelahan tersebut, tentu saja yang terbaik
adalah pembelahan pertama,karena bayi bisa membelah dengan sempurna.Namun,keempat pembelahan ini tidak bisa diatur
waktunya.Faktor yang mempengaruhi waktu pembelahan, dan kenapa bisa membelah
tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan
infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.
g.Pertumbuhan janin kembar
1)
Berat
badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan dari janin
tunggal.
2)
Berat
badan baru lahir biasanya pada kembar dibawah 2500 gr triplet dibawah 2000 gr,duadriplet
dibawah 1500 gr dan duintuplet dibawah 1000 gr.
3)
Berat
badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama umumnya
berselisih antara 50 – 100 gr, karena pembagian sirkulasi darah tidak
sama, maka yang satu kurang bertumbuh dari yang lainnya.
4)
Pembuluh
darah janin yang satu beranastomosis dengan pembuluh darah janin yang lain,
karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari
perdarahan. Karena itu janin yang satu daapt terganggu
pertumbuhannya dan menjadi monstrum seperti akardiakus, dan kelainan
lainnya.
5)
Dapat
terjadi sondroma transfusi fetal : pada janin yang dapt darah lebih banyak
terjadi hidramnion, polisitemia, edema dan pertumbuhan yang baik. Sedangkan
janin kedua kurang pertumbuhannya terjadilah bayi kecil, anemia, dehidrasi,
oligohidrami dan mikrokardia.
6)
Pada
kehamilan kembar dizigotik
a.
Dapat
terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan.
b.
Janin
yang mati dapat diresorbsi (kalau pada kehamilan muda) atau pada kehamilan agak
tua janin jadi gepeng disebut fetus papyraseus atau kompresus.
h.Letak persentasi janin
Pada hamil kembar sering terjadi kesalahan presentasi dan posisi kedua janin
Begitu pula
letak janin kedua dapat berubah setelah janin pertama lahir, misalnya dari
letak lintang berubah jadi letak sungsang atau letak kepala.
GAMBAR

Berbagai kombinasi letak,
presentasi dan posisi bisa terjadi ; yang paling sering dijumpai adalah :
1.Kedua janin dalam letak
membujur, presentasi kepala ; (44-47 %).
2.Letak membujur, presentasi
kepala bokong (37-38 %).
3.Keduanya presentasi bokong
(8-10 %).
4.Letak lintang dan
presentasi kepala (5-5,3 %).
5.Letak lintang dan
presentasi bokong (1,5-2 %).
6.Keduanya letak lintang
(0,2-0,6 %). Letak dan presentasi 69 adalah letak yang berbahaya karena dapat terjadi kunci-mengunci
(interlocking).
i.Diangnosis
1. Anamnesa
a.Perut lebih buncit dari
semestinya tua kehamilan
b.Gerakan janin lebih banyak
dirasakan ibu hamil
c.Uterus terasa lebih cepat
membesar
d.Pernah hamil kembar atau
ada sejarah keturunan.
2. Inspeksi dan palpasi
a. Pada pemeriksaan
pertama dan ulang ada kesan uterus lebih besar dan cepat tumbuhnya dari biasa.
b.Teraba gerakan-gerakan
janin lebih banyak
c.Banyak bagian-bagian kecil
teraba
d.Teraba 3 bagian besar
janin
e.Teraba 2 balotemen
3 Auskultasi
Terdengar 2 denyut jantung janin pada 2 tempat yang
agak berjauhan dengan perbedaan kecepatan sedikitnya 10 denyut per menit atau
sama-sama dihitung dan berselisih 10.
a.Rontgen foto abdomen,
kelihatan 2 janin.
b.Ultrasonografi:
kelihatan 2 janin, 2 jantung yang berdenyut telah dapat ditentukan pada
triwulan I.
c.Elektrokardiogram fetal : diperoleh dua EKG yang
berbeda dari kedua janin.
d.Reaksi kehamilan : karena pada hamil kembar umumnya
plasenta besar atau ada 2 plasenta, maka HCE akan tinggi ; jadi reaksi
kehamilan titrasi bisa positif kadang-kadang sampai 1/200. hal ini dapat
meragukan dengan malahidatidosa.
j.Penaganan
dalam kehamilan
a.
Perawatan prenatal yang baik untuk
mengenal kehamilan kembar dan mencegah komplikasi yang timbul,dan bila diagnosis telah ditegakkan
pemeriksaan ulangan harus lebih sering ( 1 x tiap seminggu pada kehamilan lebih
dari 32 minggu )
b.
Setelah kehamilan 30 minggu, koitus dan
perjalanan jauh sebaiknya dihindari, karena akan merangsang partus prematurus
c.
Dibandingkan dengan kehamilan tunggal,
kehamilan ganda lebih mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan. Pada
kehamilan kebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar sehingga
terjadi difisiensi nutrisi seperti anemia dalam kehamilan yang dapat mengganggu
pertumbuhan janin dalam rahim. Ada argumen kuat yang menyatakan bahwa pasien
harus mendapat asam folat 5 mg dan satu tablet zat besi setiap hari. Frekuensi
hidraminion pada hamil kembar sekitar 10 kali lebih besar dari kehamilan
tunggal.
d.
Pematangan paru janin : bila ada
tanda-tanda partus prematurus yang mengancam dengan pemberian betamethasone 24
mg/hari.
e.
Dengan janin (bayi) yang relatif
berat badannya lebih rendah menyebabkan morbiditas dan kematian yang tinggi. Keluhan
pada kehamilan kembar diantaranya terasa sesak nafas, sering kencing, edema
tungkai, pembesaran pembuluh darah (varises). Untuk memperkecil kemungkinan
penyulit ibu dan janin, kehamilan Ganda penanganan yang lebih intensif
dengan melakukan pengawasan hamil lebih sering, melakukan pemeriksaan
laboratorium dasar dan pengobatan intensif terhadap kekurangan nutrisi
dan preparat Fe.
f.
Kehamilan kembar paling baik di lakukan
operasi karena mengingat bahwa ini merupakan persalinan patologis dimana
menyangkut nyawa ibu dan kedua bayinya.
BAB II
MANAGEMEN KEBIDANAN
1.kasus
Pada Ny. S G1P0A0 UK 29 minggu ibu datang memeriksakan kehamilanya
ibu dengan merasakan gerakan janin kuat,berat badan meningingkat secara
siknifikan,lelah, kesulitan nafas, mual pusing,pada saat di lakukan
pemeriksaan
TTV TD120/80mmHg, N:84Xmenit,RR:26x/menit,lalu di lakukan
pemeriksan auskultasi DDJ terdengar 2 tempat yang berbeda,di lakukan
palpasi teraba 2 bagian punggung.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NY.S GIP0A0 UMUR KEHAMILAN 37 MINGGU DENGAN
KEHAMILAN
GANDA
DI
BPS KASIH BUNDA PUNDUHAN-MAGELANG
I. Data
Subyektif
A.
Pengkajian
Pada tangga
Rabui 04 maret 2013 pukul
14.00 WIB
Identitas
Nama
isteri : Ny. S
Nama suami : Tn. F
Umur
: 24
tahun
Umur :
24 tahun
Agama
: Islam
Agama : Islam
Suku
: Jawa Suku
: jawa
Pendidikan
:
SMA
Pendidikan : SMA
Pekerjaan
:
IRT
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat
: Jl. Melati
Alamat : Jl. Melati
1.Alasan
datang
Ibu ingin memeriksakan kehamilanya
2..Keluhan utama
Ibu mengatakan sejak 1 minggu yang lalu mengalami
,lelah, kesulitan nafas, mual pusing
3.Riwayat kesehatan
a. Dahulu
ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit
seperti jantung,hipertensi,hepatitis,ginjal,
hiv/aids.
b.sekarang
ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit
jantung.malaria,asma,DM,hipertensi.
c.keluarga
Ibu
mengatakan dalam keluaraga tdk ada yang mempunyai penyakit DM,hipertensi,ginjal,hepatitis
riwayat kembar,kelalinan patologis,atau cacat bawaan ,suami memiliki riwayat
kembar
4.Riwayat
pernikahan
Ibu mengatakan menikah
1 kali pada usia 21 tahun ,pada suami usia 24 tahun,usia pernikahan 2 tahun,status pernikan sah.
5.Riwayat Menstruasi
Menarche umur 14 tahun.Siklus 30 hari.
Teratur.Lama 7
hari.
Sifat darah : Encer
Bau :amis.
fluor albus :Tidak ada
dismenorroe. :Tidak ada
warna :
merah muda
HPHT :
27 agustus 2012
3.Riwayat kehamilan ini.
Riwayat ANC
ANC sejak umur
kehamilan. ANC di BPS PERMATA BUNDA
a.HPHT : 27
agustus 2012
b.HPL : 20 mei 2013
c.Kunjugan ANC
Trisemester
1
Frekuensi
: 2x,tempat BIDAN Oleh : bidan
keluhan : mual muntah
Trisemestr
2
Frekuensi 1x tempat BIDAN Oleh : bidan
Keluhan : ,lelah, kesulitan nafas, mual pusing,
d.Imunisasi TT
TT I : UK 8 mgg
TT II : UK 12
mgg
4.Pergerakan janin pertma d usia kehamilan
20 minggu
5.Ibu mengatakan masih merasakan gerakan janin, gerakan
aktif sebanyak10 x
dalam12 jam.
6.Riwayat kehamilan, persalinan,dan nifas yang lalu.
Ibu mengatakan belum pernah hamil dan ini kehamilan
pertama (GIP0A0)
7.Riwayat kontrasepsi yang digunakan
|
No
|
Jenis kontrasepsi
|
Mulai memakai
|
Berhenti/ganti cara
|
||||||
|
Tanggal
|
Oleh
|
Tempat
|
Keluhan
|
Tanggal
|
Oleh
|
Tempat
|
Alasan
|
||
|
1
|
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat
kontrasepsi
|
||||||||
8.Riwayat kesehatan : suami mempunyai riwayat keturunan kembar
9.Pengetahuan Ibu tentang kehamilan ini :Ibu
sudah mengetahui kehamilannya kembar
10.pola kebutuhan
sehari-hari
|
Pola Nutisi
|
|
|
|
Makan
|
|
|
|
|
Sebelum hamil
|
Saat
Hamil
|
|
Frekuensi
|
3X/hari
|
4X/hari
|
|
Jenis
|
nasi,lauk
,sayur
|
nasi,lauk
,sayur
|
|
Porsi
|
1piring
|
1piring
|
|
Pantangan
|
Tidak
ada
|
Tidak
ada
|
|
Keluhan
|
Tidak
ada
|
Tidak
nafsu makan
|
|
|
|
|
|
Minum
|
|
|
|
|
|
|
|
Frekuensi
|
5-6x/hari
|
5-8x/hari
|
|
Jenis
|
air
putih,teh
|
air
putih,teh
|
|
Porsi
|
1gelas
|
1gelas
|
|
Jenis
|
tidak
ada
|
tidak
ada
|
|
Keluhan
|
tidak
ada
|
tidak
ada
|
|
|
|
|
|
.Pola Eliminasi
|
|
|
|
BAB
|
|
|
|
Frekuensi
|
1x/hari
|
1x/hari
|
|
Warna
|
kuning
khas feses
|
kuning
khas feses
|
|
Konsistensi
|
Lunak
|
Lunak
|
|
Keluhan
|
tidak
ada
|
tidak
ada
|
|
BAK
|
|
|
|
Frekuensi
|
4-5x/hari
|
6-7x/hari
|
|
Warna
|
Kuning jernih
|
Kuning jernih
|
|
Konsistensi
|
Cair
|
Cair
|
|
Keluhan
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
|
|
|
|
|
Pola Istirahat
|
|
|
|
Tidur siang
|
|
|
|
Lama
|
1 jam
|
Tidak biasa tidur
|
|
Keluhan
|
:tidak
ada
|
:tidak
ada
|
|
Tidur malam
|
|
|
|
Lama
|
7-8jam
|
5-6
jam
|
|
Keluhan
|
Tidak ada
|
merasa
panas dan badan sakit
|
|
.Personal Hyginie
|
|
|
|
mandi
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
gosok
gigi
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
ganti
pakaian
|
2x/hari
|
2x/hari
|
|
kramas
|
3x/minggu
|
3x/minggu
|
|
|
|
|
10.piskososialspiritual
a) Ibu
senang atas kehamilanya dan keluarga sangat mendukung
b) Ibu
dan keluaraga cemas dengan kedaan kehamilanya
c) Ibu
seorng muslim dan ibu rasjin menjalankan ibadahnya
d) Ibu
sangat baik di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat
B. Data
Obyektif
1.Keadaan umum : baik
2..Kesadaran : composmentis
Tanda-tanda vital
TD : 120/80
mmHg
RR : 16 ×/menit
Temp : 36,5 ºC
Nadi : 88×/menit
IMT : 21 cm
Lingkar Lengan atas : 24 cm
Tinggi badan :154
cm :
BB sebelum hamil :52kg
BB sekarang :68kg
3,.Kepala dan rambut
Warna
rambut
: Hitam
Distribusi
: Merata
Kekuatan
: Tidak rontok
Kebersihan
: Tidak berketombe
4 Muka
Oedema
: Tidak ada
Pucat
: Tidak pucat
Closma
gravidarum : Ada
5.Mata
Conjungtiva : Merah muda
Skelera
: Putih
Penglihatan
: Baik
6 Mulut
Gigi : Bersih
Gusi : Tidak mudah berdarah
Mukosa
bibir : Lembab
7.Telinga
Pengeluaran : Tidak ada
Pendengaran
: Baik
8.Hidung
Pengeluaran : Tidak ada
Penciuman :
Baik
9.Leher
Pembesaran
kelenjar tiroid :
Tidak ada
Pembesaran kelejar limfe : Tidak ada
Pembesaran
vena jugularis :
Tidak ada
10.Dada
Simetris
: Ya
Pergerakan
dada : ada retraksi diding dada
11. Mammae
Simetris
: Ya
Benjolan
: Tidak ada
Hiperpigmentasi
areola: Ada
Bentuk
payudara : Bulat
Putting
susu
: Menonjol
Pengeluaran
: Ada colostrums
12. Abdomen
Warna
: Sesuai warna kulit ibu
Bekas
luka
: Tidak ada
Linea Nigra
:Ada
Sriae
: Livida
Ø Palpasi
Leopold I
: a. TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian kiriteraba
lunak, tidak melentingberarti bokong.
b.TFU
3 jari bawah px, pada fundus bagian kanan teraba
keras, dapat
dilentingkan berarti kepala.
Leopold II : a. Pada perut bagian kiri teraba
keras,datar memanjang
seperti papan berarti
punggung
b.
Pada perut bagian kanan teraba
keras,datar memanjang seperti papan berarti punggung
Leopold III :a. Bagian terbawah janin
teraba bulat keras dan
melenting(kepala).
b.Bagian terbawah janin teraba bagian
kecil seperti kaki
Leopold IV : a. Bagian terendah belum masuk panggul
MC.
Donald : 36 cm
TBJ
: (TFU-11) × 155
: (38-11) ×155= 3.875 gram
Ø
Auskultasi
Terdengar 2
denyut jantung janin pada 2 tempat, puctum maximum di bawah pusat sebelah kiri
dan kanan, pada janin pertama DJJ terdengar 130×/menit di sebelah kiri dan pada janin kedua DJJ 140
×/menit di sebelah kanan.
Ø
Perkusi
Reflek patela
ada (+)
13.Pemeriksaan penunjang 27 februari 2013
Pada USG tampak
2 janin dan duajantung yang berdenyut.
III. INTERPRETASI
DATA
a..Diagnosis Kebidanan
Ibu 24 tahun G1P0A0 UK mi nggu intrauterin, ganda, hidup,
puka,puki,preskep.
b.DS :
Ibu mengatakan hpht
27 agustus 2012
Ibu mengatakan berusia 24 tahun
Ibu mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama
DO :
Tanda-tanda vital
TD :
120/80 mmHg
RR : 16×/menit
Temp : 36,5
ºC
Nadi :
88×/menit
Palpasi
Leopold I
: a. TFU 3 jari bawah px, pada fundus bagian kiri teraba
lunak, tidak melenting
berarti bokong.
b.TFU
3 jari bawah px, pada fundus bagian kanan teraba
keras, dapat
dilentingkan berarti kepala.
Leopold II
: a. Pada perut bagian kiri teraba keras,datar memanjang
seperti papan berarti punggung
b.
Pada perut bagian kanan teraba
keras,datar memanjang seperti papan berarti punggung
Leopold III
:a.Bagian terbawah janin teraba
bulat keras dan melenting(kepala).
b.Bagian
terbawah janin teraba bagian kecil
seperti kaki
Leopold IV
: a. Bagian terendah belum masuk panggul
MC. Donald
: 36 cm
TBJ
: (TFU-11) × 155
: (38-11)
×155= 3.875 gram
c.masalah
Ibu leleh,pusing dan sesak saat bernafas
d.kebutuhan
KIE Pola istirahat
KIE keadaan kehamilan gameli TM II
III DIAGNOSA POTENSIAL
Kehamilan ganda
berpotensial kelahiran prematur
VI.TINDAKAN SEGERA
Kebutuhan
Tindakan Segera Berdasarkan Kondisi
1.Kolaborasi
2.Merujuk
IV. PERENCANAAN
Tanggal 4 mraet 2013 jam 14.55 wib
1.Beri tahu ibu hasil pemeriksaan
2. Beritahu KIE kehamilan gameli trismester II
3.Beritahu
KIE tanda –tanda persalinan dan kelahiran prematur
4.Beritahu ibu tentang tanda bahaya kehamilan ganda.
5.Beritahu ibu untuk di rujuk ke Rumah Sakit
VI.PELAKSANANA
Tanggal 4 mraet 2013 jam 15.20 wib
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan keadaan ibu dan
janin saat ini baik, TD=120/80 mmHg, N=88x/menit, DJJ kanan=140x/menit, DJJ
kiri=130x/menit
2. Memberitahu
KIE kehamilan gameli trismester IIyaitu kehamilan dengan 2 janin,kehamilan ini dapat menyebabkan ibu
sering BAK,leleh,pusing,sesak saat bernafas dengan semakin membesarnya usia
kehamilan.
3.Memberitahu
KIE tanda –tanda persalinan dan kelahiran prematur tanda-tanda persalinan yaitu kontaksi 3x-4x dalam 10 menit durasi 30-40 detik,
keluar lendir darah, ketuban pecah.dan memberi tahu tentang persalinan prematur merupakan kelahiran sebelum usia
kurang 37 minggu. Jika terjadi segera hubungi tenaga kesehatan terdekat
4.Memberitahu
ibu tentang tanda bahaya
kehamilan ganda meskipun saat ini kondisi Ibu baik namun kehamilan kembar lebih
berisiko kelahiran prematur eklamsi
maupun solusio plasenta yang bisa membahayakan kondisi Ibu sendiri maupun
kondisi janinya
5.Memberitahu ibu untuk di rujuk kerumah sakit jika
ada tanda –tanda persalinan ke rumah sakit .
VII.EVALUASI
Tanggal 4 maret 2013 jam 15.45
wib
1.Ibu
merasa lega dan tenang
2. Ibu mengerti penjelasan bidan tentang kehamilan gameli trismester II
3. Ibu mengerti tanda –tanda persalinan dan kelahiran prematur
4. Ibu mengerti tentang tanda bahaya kehamilan
ganda.
5. Ibu bersedia untuk di rujuk ke Rumah Sakit
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Komplikasi pada ibu
dan janin pada kehamilan kembar lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal.
Angka kematian perinatal pada kehamilan kembar cukup tinggi, dengan kembar
monozigotik 2,5 kali angka kematian kembar dizigotik. Resiko terjadinya abortus
pada salah satu fetus atau keduanya tinggi. Pada trisemester pertama kehamilan
reabsorbsi satu janin atau keduanya kemungkinan terjadi.
Anemia sering ditemukan pada kehamilan kembar oleh karena kebutuhan nutrisi yang tinggi serta peningkatan volume plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan sel darah merah mengakibatkan kadar hemoblobin menjadi turun, keadaan ini berhubungan dengan kejadian edema pulmonum pada pemberian tokolitik yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan kembar. Angka kejadian persalinan preterm ( umur kehamilan kurang 37 minggu ) pada kehamilan kembar 43,6 % dibandingkan dengan kehamilan tunggal sebesar 5,6 %.1,3,4
Frekuensi terjadinya hipertensi yang diperberat kehamilan, preklamsia dan eklamsia meningkat pada kehamilan kembar. Pendarahan antepartum oleh karena solutio plasenta disebabkan permukaan plasenta pada kehamilan kembar jelek sehingga plasenta mudah terlepas. Kematian satu janin pada kehamilan kembar dapat terjadi, penyebab kematian yang umum adalah saling membelitnya tali pusat. ( Benirschke, 1983 ).
Anemia sering ditemukan pada kehamilan kembar oleh karena kebutuhan nutrisi yang tinggi serta peningkatan volume plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan sel darah merah mengakibatkan kadar hemoblobin menjadi turun, keadaan ini berhubungan dengan kejadian edema pulmonum pada pemberian tokolitik yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan kembar. Angka kejadian persalinan preterm ( umur kehamilan kurang 37 minggu ) pada kehamilan kembar 43,6 % dibandingkan dengan kehamilan tunggal sebesar 5,6 %.1,3,4
Frekuensi terjadinya hipertensi yang diperberat kehamilan, preklamsia dan eklamsia meningkat pada kehamilan kembar. Pendarahan antepartum oleh karena solutio plasenta disebabkan permukaan plasenta pada kehamilan kembar jelek sehingga plasenta mudah terlepas. Kematian satu janin pada kehamilan kembar dapat terjadi, penyebab kematian yang umum adalah saling membelitnya tali pusat. ( Benirschke, 1983 ).
B. Saran
Demikianlah makalah
dari penulis sajikan, lebih dan kurang penulis haturkan maaf. Kritik dan saran
yang bersifat membangun sangatlah dibutuhkan penulis untuk menjadi bahan acuan
di dalam pembuatan makalah di masa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Prawiroharjo,Sarwono. Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal.
2001. Jakarta : Tridasa Printer
Manuaba, Ida Bagus Bde. Pengantar Kuliah Obstetri. 2007.
Jakarta : EGC
Cunningham, F.Gary. Obstetri William Eds.21. 2006. Jakarta : EGC
Myles. Buku Ajar Bidan. Eds.14. 2009. Jakarta : EGC
Mochtar,Rustam. Sinopsis Obstetri eds.2. 1998. Jakarta : EGC