Eklampsia
merupakan penyebab dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas maternal
dan perinatal.kejadian eklampsia di Negara berkembang berkisar 1 dari 100
hingga 1 dari 700 kelahiran. Di Indonesia pre eklampsia dan eklampsia berkisar
1,5 % sampai 25 %. Komplikasi signifikan yang mengancam jiwa ibu akibat
eklampsia adalah edema pulmonal, gagal hati dan ginjal, DIC, sindrom HELLP dan dan
perdarahan otak.
Penyakit
eklamsi pada kehamilan merupakan kasus akut pada penderita pre-eklamsi,yang disertai kejang
menyeluruh dan koma, sama halnya dengan preeklamsia, eklamsia, dapat timbul pada ante, intra, dan postpartum.eklamsia
postpartum umumnya hanya terjadi
dalam waktu 24 jam pertama setelah persalinan. Kejang pada eklamsi harus
dipikirkan kemungkinan kejang akibat penyakitlain.Oleh karena itu diagnose banding eklamsia menjadi sangat penting,
misalnya perdarahan otak,hipertensi,lesi
otak,kelainan metabolic, meningitis, epilepsy terratogenik. Eklamsi
selalu didahului oleh pre-eklamsi.perawatan prenatal untuk kehamilan dengan predisposisi preeklamsia perlu
ketat dilakukan agar dapat dikenali sedini mungkin
gejala-gejala prodoma eklamsia.Seiring
dijumpai perempuan hamil yang tampak
sehat mendadak menjadi kejang-kejang eklamsia, karena tidak terdeteksi adanya preeklamsia sebelumnya.
Eklampsia berasal dari kata bahasa Yunani
yang berarti “ halilintar “ karena gejala eklampsia datang dengan mendadak dan
menyebabkan suasana gawat dalam kebidanan. Eklamsi
merupakan serangan konvulsi yang biasa terjadi pada kehamilan , tetapi tidak
selalu komplikasi dari preeklamsi.
Dalam sebuah konduksi studi nasional di UK pada tahun 1992,38% dari kasus
eklamsi tidak di sertai dengan
hipertensi dan protein urin ( Douglas dan redman 1994). Ini terjadi di UK
sekitar 2000 kelahiran dan beresiko tinggi untuk ibu dan janin.Douglas dan
redman (1994) menemukan bahwa satu dari 50 wanita dengan eklamsi meninggal dan satu dari 14 bayi mereka juga meninggal.
Di dunia luas 50000 wanita meninggal setelah menderita konvulsi eklamsi ( Duley
1994 ) dan berbagai pusat penelitian sekarang ini sedang berlangsung untuk
mengetahui obat yang cocok untuk mencegah dan mengatasi konvulsi.
Konvulsi dapat terjadi
sebelum,selama dan sesudah persalinan. Jika ANC
dan INC mempunyai standar yang tinggi, konvulsi postpartum, akan lebih
sering terhindar. Ini terjadi lebih dari 48-72 jam setelahnya.Monitor tekanan darah dan urin untuk protein urin
harus dilakukan dan di lanjutkan selama periode postpartum.
Penyakit eklamsi pada kehamilan sangatlah berbahaya untuk kehidupan ibu dan janin,oleh karena itu deteksi dini terhadap tanda dan gejala pre-eklamsi pada kehamilan sangat penting untuk menghindari terjadinya eklamsi dalam kehamilan. Jika dalam riwayat kesehatan keluarga ada yang memiliki penyakit hipertensi, seorang ibu hamil dalam keadaan sehat mungkin saja dapat terkena eklamsi apabila tidak mendapat pemantauan dan tidak terdeteksi adanya pre-eklamsia sebelumnya selama hamil oleh tenaga medis.
Penyakit eklamsi pada kehamilan sangatlah berbahaya untuk kehidupan ibu dan janin,oleh karena itu deteksi dini terhadap tanda dan gejala pre-eklamsi pada kehamilan sangat penting untuk menghindari terjadinya eklamsi dalam kehamilan. Jika dalam riwayat kesehatan keluarga ada yang memiliki penyakit hipertensi, seorang ibu hamil dalam keadaan sehat mungkin saja dapat terkena eklamsi apabila tidak mendapat pemantauan dan tidak terdeteksi adanya pre-eklamsia sebelumnya selama hamil oleh tenaga medis.
Untuk
tenaga medis sangat penting untuk mendeteksi dini pre-eklamsi terhadap ibu
hamil, guna meminimalisir angka kematian ibu (AKI).
Untuk
ibu hamil usahakan melakukan pemeriksaan rutin kepada tenaga medis di tempat
tinggal masing-masing untuk memantau kesehatan ibu dan kehamilannya.
Untuk
para mahasiswa belajarlah yang sungguh-sungguh mengenai pengertian, gejala
serta tanda bahaya mengenai eklamsia pada kehamilan agar tidak terjadi miss
komunikasi mengenai penyakit pada kehamilan.
DAFTAR
PUSTAKA
Prewirohardjo,sarwono.2009.Ilmu Kebidanan.Jakarta:P.T Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Marmi.dkk. 2011.Asuhan
Kebidanan Patologis. yogyakarta: Pustaka Pelajar
Nugroho Taufan.2012.Obstetri dan Ginekologi.Yogyakarta:Nuha Medika
Saifuddin.Abdul Bari.dkk.2010.Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.jakarta:PT.Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo