Kehamilan dengan Cytomegalovirus [CMV]

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kehamilan bagi seorang wanita merupakan hal yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Tapi dalam kehamilan terdapat banyak penyakit infeksi kehamilan seperti Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit infeksi ini biasanya disebut dengan penyakit TORCH. Penyakit TORCH ini sama-sama berbahaya bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Salah satunya adalah Cytomegalovirus atau dikenal dengan CMV dapat membawa dampak buruk terhadap janin. Jika ibu hamil terinfeksi CMV, maka janin yang dikandung memiliki resiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental dan lain lain. Hasil riset menunjukkan bahwa infeksi kongenital karena CMV merupakan 0,3-0,5% dari kelahiran hidup dan 1-2% di negara berkembang. Lebih dari 10-15%infeksi kongenital pada anak baru lahir jelas gejalanya. Tetapi ada juga yang baru tampak gejalanya pada masa pertumbuhan dengan memperlihatkan gangguan neurologis, mental, ketulian dan visual. Resiko transmisi dari ibu ke janin konstan sepanjang masa kehamilan dengan angka sebesar 40 – 50%.
Dengan berbagai macam cara penularan, faktor penularan dan media penularan yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari.Sebagai seorang bidan yang terdidik dan terlatih kita harus bisa memahami dan mengerti tentang kegawadaruratan terhadap penyakit yang menyertai kehamilan tersebut pada ibu hamil, agar bisa diterapkan ke masyarakat jika turun ke dunia kerja dengan maksud untuk mengurangai angka kematian ibu hamil akibat terinfeksi dari penyakit yang membahayakan tersebut.

B.      Tujuan
1.       Untuk memberikan informasi mengenai definisi penyakit Cytomegalovirus
2.       Untuk memberikan informasi tentang etiologi dan factor predisposisi Cytomegalovirus
3.       Untuk memberikan informasi tentang patologi Cytomegalovirus
4.       Untuk memberikan informasi tentang tanda dan gejala serta komplikasi Cytomegalovirus
5.       Untuk memberikan informasi tentang manifestasi klinis Cytomegalovirus
6.       Untuk memberikan informasi tentang pencegahan dan penanganan Cytomegalovirus
BAB II
TINJAUAN TEORI

A.      Definisi Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus (CMV) adalah salah satu anggota kelompok virus herpes, yang meliputi virus herpes simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). Kira-kira 10% dari penderita CMV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, dan terlihat lelah/malaise.
Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai resiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Cytomegalo biasanya ditemukan pada kelenjar saliva. Pasien dapat mengalami infeksi kapan saja selama kehamilan, Jika selama kehamilan menimbulkan gelala, maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi. Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai resiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.
B.      Etiologi dan faktor Predisposisi
Virus menular dari seorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan tubuh seperti urine, air ludah, darah dan produk darah, ASI, juga bisa menular melalui hubungan seksual (dari semen dan sekresi cairan vagina). Bila seorang dewasa tertular, penderita menderita penyakit mirip mononukleosis. Dengan tanda-tanda sakit menelan, demam, dan sakit seluruh badan. Bisa juga menimbulkan sakit badan serius seperti pneumonia, dan konjunctifitis terutama pada seorang yang menderita infeksi HIV/AIDS. Cara penularannya melalui membrane mukosa, transmisi seksual dan virus ini dapat bersembunyi, dan dapat mengalami reaktivasi.
C.     Patologi
Pengaruh yang dialami oleh janin dan neonatal cukup parah termasuk anemia hempllytic, penyakit kuning, hydrocephaly atau microcephaly dan pneumonitis. Bayi-bayi yang terinfeksi melepaskan sejumlah besar virus pada air liurnya dan sekresi pernafasan serta urin. Pelaku perawatan kesehatan untuk kehamilan sebaiknya berhati-hati dalam meneliti cara pencegahan universal dan menghindari pembukaan droplet dari sekresi yang terinfeksi. Perawatan farmasi yang tidak efektif pada CMV, terapi-terapi difokuskan pada perawatan gejala-gejala.
Resiko penularan lebih tinggi, bila ibu tertular virus pada trimester 3 kehamilan. Resiko menjadi 44% bila ibu terinfeksi virus pada trimester kedua dan 36% resiko janin dalam kandungan tertular, bila ibu mendapat infeksi virus pada trimester pertama. Lebih dari 90% bayi lahir tanpa gejala namun 5-15% akan mengalami kerusakan visual atau auditory, biasanya dalam 2 tahun. Gejalanya meliputi restriksi pertumbuhan intrauterine, hepatitis, dengan atau tanpa ikterus, trombositopenia dan meningoensefalitis. Untuk bayi-bayi ini, kematian karena penyebaran koagulasi intravascular, sepsis atau masalah hati adalah 20-30%. Resiko penyakit pada bayi yang terinfeksi virus Cytomegalovirus  sewaktu masih dalam kandungan, antara lain :
1.       Janin mengalami keguguran
2.       Janin lahir cacat
3.       Janin lahir premature
4.       Janin lahir dengan berat badan rendah
5.       Janin mengalami gangguan perkembangan motorik
6.       Kulit berwarna kuning
7.       Pembesaran hati dan limpa
8.       Kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak dan telinga
9.       Gangguan mental
D.     Tanda gejala serta komplikasi
Keluhan seseorang yang tertular virus Cytomegalo, berupa demam yang lama. Secara klinik, infeksi virus Cytomegalo tidak merupakan masalah yang menarik perhatian. Anak-anak yang terinfeksi virus Cytomegalo dapat menularkan virus kepada anggota keluarga yang lain. Juga sekali tertular virus, selama hidup virus ini tetap hidup di dalam tubuh.
a.       Gejala klinis pada ibu hamil
1.       Pyrexia, malaise, lethargy, seperti gejala influenza
2.       Anorexia
3.       Leucorrhea seperti susu
b.       Gejala klinis yang muncul pada bayi
1.       Sistem saraf pusat
a.    Mikrosefalus
b.    Hidrosefalus
c.    Gangguan psikmotor, epilepsy, retardasi mental (pemeriksaan dengan sinar – X, dapat menunjukan ukuran kepal, pengapuran intrakranial, dan kerusakan pada daerah ventrikel )
2.       Mata  dan Telinga
a.    Kerusakan pada retina
b.    Gangguan pendengaran
3.       Liver
a.    Hepatosplenomegaly
b.    Jaundice
4.       Kardiovaskuler
a. Thrombocytopenia
b. Anemi hemolitik
5.       Pernapasan
Intertisial pnemonitis yang dapat menyebabkan kematian
C. Komplikasi dan Bahaya
a.       Berat badan lahir rendah (BBLR)
b.       Persalinan premature
c.       Intra-uterine fetal death
d.       Neonatal death, dalam 20-30 % kelahiran dengan ibu yang terinfeksi
e.       Aborsi dan lahir mati
f.        Infeksi menyeluruh disertai gejala pembesaran pada hati dan ginjal (disertai ikterik) dari ukuran sedang hingga penyakit fatal
g.       Kebanyakan bayi dengan penyakit CMV bertahan hidup, tetapi 80-90% akan mengalami komplikasi, meliputi kehilangan pendengaran, kerusakan penglihatan, retardasi mental dengan berbagai tingkat keparahan
h.       Kurang lebih 5-10% bayi yang terinfeksi CMV pada saat dilahirkan, tetapi tanpa gejala, akan mengalami akibat seperti masalah pendengaran dan mental atau system koordinasi.
E.      Manifestasi Klinis
Gejala yang kadang timbul berupa gejala mirip mononukleus tanpa disertai farinitistonsillitis, atau limfadenopati. Penularan secara vertical pada infeksi primer ataupun sekunder / rekuren belum dapat diprediksi. Janin dalam kandungan tidak / dapat terinfeksi baik pada infeksi primer maupun sekunder. Pada infeksi CMV congenital symptomatic diagnosis dapat diperlukan secara klinis manifestasi klinisnya antara lain berupa retardasi pertumbuhan, intra uterin, kuning, hepatosplenomegali asites, trombositopenia, hepatitis, hiperbilirubinemi, dan anemia hemolitik.
F.      Pencegahan dan Penanganan
a.       Pencegahan
1.       Ibu/baby sitter hendaknya memelihara kebersihan perorangan, mencuci tangan yang bersih bila kontak dengan air seni atau air ludah bayi. Tisu pembersih dan pampers hendaknya dibuang. Kebiasaan tidak minum dari gelas bekas orang lain sebaiknya tetap dipelihara.
2.       Pemberian vaksi sitomegalo dapat memberikan perlindungan bagi yang beresiko tertular virus.
3.       Mengikuti penyuluhan mengenai infeksi virus sitomegalo.
b.       Penanganan
1.       Selama hamil, cuci tangan yang bersih dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan kontak dengan popok dan cairan sekresi mulut.
2.       Ibu hamil yang mencurigakan tertular virus sitomegalo, sebaiknya diperiksa dan perlu perhatian pada bayinya apakah juga sudah tertular virus.
3.       Memeriksakan dengan tes anti body terhadap virus Cytomegalo.








BAB III
TINJAUAN KASUS

Ny. D usia 23 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0 datang ke BPS tanggal 20 Februari 2013 dengan keluhan demam tidak teratur sudah selama 1 minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum menurun. Ibu mengatakan berat badannya turun 2 kg.
























MANAJEMEN KEBIDANAN
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny. D usia 28 tahun
hamil 16 minggu G1 P0 A0 Trimester I dengan CMV
di BPS

Tanggal Pengkajian        : 20 Februari 2013
Jenis Pengkajian           : Autoanamnesa

        I.            Pengkajian
a.       Data Subjektif
1.             Identitas


Identitas Ibu
Nama                                    : Ny.D
Umur                         : 23 tahun
Agama                       : Islam
Pendidikan                 : SMA
Pekerjaan                   : IRT
Alamat                       : Condongcatur
Identitas suami
Nama                           : Tn. K
Umur                            : 27 tahun
Agama                          : Islam
Pendidikan                    : SMA
Pekerjaan                      : Swasta
Alamat                          : Condongcatur


2.             Alasan Datang
Ibu mengatakan akan memeriksakan keluhannya
3.             Keluhan Utama
         Ibu mengeluh demam tidak teratur sudah selama 1 minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum menurun.
4.             Riwayat Kesehatan
1)       Riwayat kesehatan sekarang
a)  Riwayat Penyakit : Ibu mengatakan saat ini tidak mempunyai penyakit kronis ( jantung, ginjal)
b)  Riwayat operasi  : Ibu mengatakan belum pernah melakukan tindakan operasi
c)   Riwayat melahirkan kembar : Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat kehamilan kembar
d)  Riwayat penyakit menurun : Ibu mengatakan tidak memiliki penyakit menurun ( DM, ashma, hipertensi )
2)       Riwayat kesehatan keluarga : ibu mengatakan di dalam keluarga tidak mempunyai penyakit kronis, penyakit menular, penyakit menurun dan tidak mempunyai riwayat kehamilan kembar
5.                   Riwayat Perkawinan
a)       Kawin 1 kali
b)       Kawin pertama umur 23 tahun
c)       Lama perkawinan dengan suami sekarang 1 tahun
6.                   Riwayat Obstetri
a)       Riwayat Menstruasi
-          Menarche umur  : 14 tahun
-          Lama haid                     : 6 hari
-          Hpht                             : 2 November 2012
-          Hpl                               : 9 Agustus 2013
b)       Riwayat Kehamilan yang lalu
Tgl lahir
UK
Persalinan
Penolong
Jenis kelamin
BB/ PB
Perdarahan
Nifas
-
-
-
-
-
-
-
-

c)       Riwayat Kehamilan sekarang
1.    Ibu mengtakan hamil yang pertama (G1 P0 A0)
2.    Hpl tanggal 9 Agustus 2013
3.    Ibu mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minum jamu atau mengkonsumsi obat-obatan
4.                   Riwayat KB
Belum pernah KB
5.                   Pola Kebutuhan Sehari-hari
1)       Nutrisi
a)    Makanan

Sebelum hamil
Selama hamil
Porsi makan perhari
makan 3x/hari
porsi sedang,
makan 2x/hari
porsi sedikit
Jenis makanan yang dikonsumsi
lauk, nasi, sayur
Nasi, lauk, mie
Makanan pantangan
Tidak ada
Tidak ada

b)    Minuman

Sebelum hamil
Selama hamil
Banyaknya minum
Minum 7-8 gelas
Minum 5 gelas
Jenis minum
air putih
air putih
Minuman pantangan
Tidak ada
Tidak ada
2)    Eliminasi
a)    BAK

Sebelum hamil
Selama hamil
Frekuensi
4 x/hari                       
4x/hari
Lancar / tidak lancar
Lancar
Lancar
Warna
Kuning jernih
kuning jernih
Bau
Khas
Khas

b)    BAB

Sebelum hamil
Selama hamil
Frekuensi
BAB 1x/hari
3 hari sekali
Sifat
lembek
Agak padat
Bau
Khas
Khas


c)                   Istirahat

Sebelum hamil
Selama hamil
Tidur siang
Tidur siang ±2jam
Tidur 1,5 jam
Tidur malam
Tidur malam ±8 jam
Belum tidur malam
Keluhan
-
-

d)                   Aktivitas

Sebelum hamil
Selama hamil
Aktivitas sehari-hari
Menyapu, memasak, mencuci
Menyapu, memasak
Senam hamil
Belum pernah
Belum pernah

e)                   Personal hygiene

Sebelum hamil
Selama hamil
Mandi
2 kali/hari
2 kali/hari
Menggosok gigi
2 kali/hari
2 kali/hari
Mencuci rambut
1 kali/ 2 hari
1 kali/ 3 hari
Mengganti pakaian luar / dalam
2 kali/hari
2 kali/hari
Jenis bahan yang dipakai
Dapat menyerap keringat
Dapat menyerap keringat
Membersihkan genetalia
Tiap habis BAB / BAK
Tiap habis BAB / BAK

6.                   Data Psikologis
1.    Anak diharapkan/ tidak   : Ibu mengatakan kehamilan ini sangat di inginkan dan direncanakan
2.    Saudara terdekat siapa   : Ibu merasa dekat dengan suami dan ibu kandungnya
3.    Rencana yang merawat bayinya : Ibu mengatakan akan merawat bayinya dengan suami
4.    Dukungan dari keluarga  : Ibu mengatakan keluarga sangat mendukung dengan kelahiran bayinya
5.                   Data Sosial
1.       Ibu tinggal serumah dengan              :  Ibu mengatakan tinggal bersama suami
2.       Hubungan ibu dengan keluarga         : Ibu mengatakan hubungannya dengan keluarga baik
3.    Kegiatan social yang diikuti ibu         : Ibu mengatakan rajin mengikuti kegiatan sosial di desanya
b.       Data Obyektif
a.          Pemeriksaan Umum
Keadaan umum         : lemah                         Kesadaran         : Composmetis
Tekanan darah          : 90/70 mmHg               Nadi                 : 78 x/menit
Suhu                        : 38.5C                                    Pernafasan        : 19x/menit
b.          Pemeriksaan Antropometri
BB : 41 kg
TB : 150 cm
Lila : 22.5 cm
c.          Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi)
1)          Kepala
-          Bentuk        : simetris
-          Rambut       : bersih, tidak ada ketombe, tidak bercabang
2)          Muka   
-          Mata                       : konjungtiva tampak anemis, simetris, sklera tidak ikterik, penglihatan sedikit kabur, tidak ada cloasma gravidarum
-          Hidung                    : pesek, tampak bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip
-          Mulut/gigi                : tidak ada stomatitis, tidak ada karies, bibir kering dan pucat
3)          Telinga  :  simetris, tidak ada serumen, tampak bersih, tidak ada benjolan
4)          Leher    : tampak bersih, tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, limfe/vena jugularis, ada gangguan menelan
5)          Dada               
-          Bentuk                    : tampak simetris, bersih, dengan auskultasi tidak terdengar ronkhi
-          Payudara    : kencang, simetris, bersih, putting susu menonjol, tidak teraba benjolan/kelainan, areola kehitaman
-          Keluhan      : tidak ada
6)          Abdomen
-          Inspeksi                              : tidak ada bekas luka,ada linea nigra
-          Palpasi                               : hasil palpasi 1 TFU teraba ½ pusat symphisis, balotemen positif
-          DJJ terdengar positif dengan frekuensi 130x/menit
7)          Genetalia         
-          Varises                   : tidak ada
-          Oedem                    : tidak ada
8)          Ekstremitas      
-          Oedem                    : tidak ada
-          Varises                   : tidak ada
-          Reflek patella          : + kanan kiri
-          Kuku                       : normal,bersih
d.          Pemeriksaan Penunjang Laboratorium
Tanggal 20 Februari 2013
Hb                    : 10 gr%
IgG CMV          : (+)

   II.      Interpretasi Data
Tanggal             : 20 Februari 2013                     
Jam                  : 09.00
Diagnosa        :  Ny. D usia 28 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0 Trimester 1 dengan CMV janin tunggal, hidup, intrauteri
a)     Data Subyektif
Ibu mengatakan usianya 28 tahun hamil 16 minggu
Hpht tanggal 3 November 2012
Ibu mengatakan mengeluh demam tidak teratur sudah selama 1 minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum menurun
b)          Data Obyektif
1)       Keadaan umum : lemah, kesadaran : composmentis
2)       Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 90/70 mmHg   Nadi                 : 78 x/menit
Suhu               : 38.5C                        Pernafasan        : 19x/menit
c)          Pemeriksaan fisik : ada gangguan penglihatan, ada gangguan menelan, bibir kering, pernafasan lemah
d)          Pemeriksaan abdomen : hasil palpasi Leopold 1 TFU teraba ½ pusat symphisis, balotemen positif, DJJ terdengar positif dengan frekuensi 130x/menit
    III.   Identifikasi Masalah Potensial
Ny. D usia 28 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0 Trimester 1 dengan Cytomegalovirus
    IV.   Identifikasi Antisipasi Tindakan Segera
a)          Mengurangi rasa cemas karena ibu khawatir terjadi sesuatu pada dirinya dan bayinya
b)          Memberikan obat penurun panas (paracetamol)
c)          Melakukan rujukan agar ibu dapat melakukan pemeriksaan PCR dan pemeriksaan Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG
      V.   Perencanaan
1.          Beri informasi kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan
2.          Beri obat penurun panas (paracetamol)
3.          Anjurkan ibu untuk makan dan minum agar kebutuhan nutrisi terpenuhi
4.          Siapkan surat rujukan
5.          Berikan konseling tentang kebersihan diri
6.          Berikan konseling tentang virus CMV dan resiko yang akan terjadi bila ibu terinfeksi virus CMV

    VI.   Pelaksanaan
Tanggal : 20 Februari 2013
Pukul    : 09.00
1.          Memberikan informasi kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan
2.          Memberikan obat penurun panas (paracetamol)
3.          Menganjurkan ibu untuk makan dan minum agar kebutuhan nutrisi tercukupi
4.          Menyiapkan surat rujukan
5.          Memberikan konseling tentang kebersihan diri
6.          Memberikan konseling tentang virus CMV dan resiko yang akan terjadi bila ibu terinfeksi virus CMV
VII.      Evaluasi
Tanggal : 20 Februari 2013
Pukul    : 09.30
1.          Ibu mengerti mengenai hasil pemeriksaan bahwa keluhan yang dirasakan seperti demam tidak teratur sudah selama 2 minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum menurun dan keputihan dalam jumlah banyak dan berwarna putih merupakan gejala penyakit CMV
2.          Ibu sudah diberikan obat penurun panas
3.          Ibu bersedia untuk makan dan minum dengan cukup agar kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya tercukupi
4.          Ibu bersedia dirujuk ke Rumah Sakit agar dapat melakukan pemeriksaan PCR dan pemeriksaan Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG
5.          Ibu bersedia untuk menjaga dan merawat kebersihan diri dengan cara selalu cuci tangan setelah kontak dengan air seni atau tidak melakukan kebiasaan minum bekas gelas orang lain
6.          Ibu sedikit cemas dengan penjelasan bidan tentang virus CMV dan resiko yang terjadi bila terinfeksi CMV











BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Seorang ibu hamil harus merawat kehamilannya sejak dini dengan memeriksakan diri secara teratur ke dokter dan atau tenaga medis yang berkompeten, menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Karena gizi ibu hamil, kebersihan dan pemeriksaan teratur (Ante natal care) mempunyai peranan penting agar proses kelahiran mudah dan yang lebih penting lagi adalah bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat.
Kondisi kehamilan dapat terpengaruh beberapa keadaaan, antara lain adalah penyakit infeksi.Beberapa penyakit infeksi yang didapat, terutama pada kehamilan dini bisa menyebabkan terjadinya keguguran dan dampak yang serius pada janin, sehingga dapat menimbulkan kelainan-kelainan dan cacat pada bayi yang dilahirkan
. Salah satunya adalah penyakit infeksi Cytomegalovirus pada kehamilan menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, berkisar antara 5,5-8,4 %. sehingga sulit kiranya dipisahkan antara penyebab penyakit beberapa jenis virus tersebut. Selain dapat menyebabkan komplikasi yang bermacam-macam pada janin, infeksi TORCH merupakan salah satu faktor penyebab infertilitas pada wanita. Namun sebagai seorang bidan kita dapat mencegahnya dengan cara menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan melakukan pemberian vaksin CMV agar memiliki kekebalan terhadap infeksi virus tersebut.
B.    Saran
1.       Bagi ibu yang hamil hendaknya memeriksakan dirinya secara rutin mnimal 4 kali selama kehamilan agar bisa dideteksi secara dini bila ada kelainan pada janinnya.
2.       Bagi mahasiswa kebidanan agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk menurunkan angka mortalitas dan morbiditas ibu dan anak.
3.       Bagi teman teman agar belajar yang rajin agar kelak bisa menangani pasien dengan professional.




DAFTAR PUSTAKA

Helen Varney. dkk. 2004. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC
James D.K. dkk. 2006. High Risk Pregnancy. Philadelphia: Elsevir
Marmi, dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

























LAMPIRAN
1.       Jelaskan tentang etiologi CMV yang mengatakan bahwa virus CMV dapat bersembunyi ?
Jawaban :
Virus CMV ini dikatakan sembunyi karena hanya dapat di lihat dan diketahui secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium.
2.       Bagaimana pencegahan dini virus CMV ?
Jawaban :
Melakukan pemeriksaan fisik yang intensif dan menyeluruh
Menjaga kebersihan diri / personal hygiene
Meninggalkan kebiasaan minum dari gelas bekas orang lain
3.       Apa saja data dasar yang mendukung sehingga pasien tersebut dapat di diagnosa terkena CMV ?
Jawaban :
Berdasarkan pemeriksaan PCR ( Polymerase Chain Reaction ) yang mendeteksi keberadaan DNA ( materi genetik ) virus CMV dalam darah dan pemeriksaan kadar antibodi IgG dan IgM yang dilakukan bersama dokter ( kolaborasi ) memberikan hasil positif sehingga pasien dapat di diagnosa dengan masalah CMV
4.       Mengapa resiko janin lebih tinggi hanya pada trimester 3 ?
Jawaban :
Karena perkembangan CMV terjadi di dalam amnion sehingga jika pada trimester 3 janin terkena CMV maka resiko janin terpapar virus CMV tersebut akan semakin meluas pada perkembangan bayi dan cairan amnion, hal itu dapat beresiko lebih tinggi di bandingkan dengan ibu hamil pada trimester 1 dan 2.