BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kehamilan bagi seorang wanita merupakan
hal yang paling dinantikan oleh pasangan suami istri. Tapi dalam kehamilan
terdapat banyak penyakit infeksi kehamilan seperti Toxoplasma, Rubella,
Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakit infeksi ini biasanya disebut
dengan penyakit TORCH. Penyakit TORCH ini sama-sama berbahaya bila infeksi
diderita oleh ibu hamil. Salah satunya adalah Cytomegalovirus atau dikenal
dengan CMV dapat membawa dampak buruk terhadap janin. Jika ibu hamil terinfeksi
CMV, maka janin yang dikandung memiliki resiko tertular sehingga mengalami
gangguan misalnya pembesaran hati, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental
dan lain lain. Hasil riset menunjukkan bahwa infeksi kongenital karena CMV merupakan 0,3-0,5%
dari kelahiran hidup dan 1-2% di negara berkembang. Lebih dari 10-15%infeksi kongenital pada anak baru lahir jelas
gejalanya. Tetapi ada juga yang baru tampak gejalanya pada masa pertumbuhan
dengan memperlihatkan gangguan neurologis, mental, ketulian dan visual. Resiko transmisi dari ibu ke janin
konstan sepanjang masa kehamilan dengan angka sebesar 40 – 50%.
Dengan berbagai macam cara penularan, faktor penularan
dan media penularan yang sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari.Sebagai
seorang bidan yang terdidik dan terlatih kita harus bisa memahami dan mengerti
tentang kegawadaruratan terhadap penyakit yang menyertai kehamilan tersebut pada
ibu hamil, agar bisa diterapkan ke masyarakat jika turun ke dunia kerja dengan
maksud untuk mengurangai angka kematian ibu hamil akibat terinfeksi dari
penyakit yang membahayakan tersebut.
B.
Tujuan
1.
Untuk memberikan informasi mengenai definisi penyakit
Cytomegalovirus
2.
Untuk memberikan informasi tentang etiologi dan factor
predisposisi Cytomegalovirus
3.
Untuk memberikan informasi tentang patologi Cytomegalovirus
4.
Untuk memberikan informasi tentang tanda dan gejala serta
komplikasi Cytomegalovirus
5.
Untuk memberikan informasi tentang manifestasi klinis
Cytomegalovirus
6.
Untuk memberikan informasi tentang pencegahan dan penanganan
Cytomegalovirus
BAB
II
TINJAUAN
TEORI
A.
Definisi Cytomegalovirus (CMV)
Cytomegalovirus
(CMV) adalah salah satu anggota kelompok virus herpes, yang meliputi virus herpes
simpleks tipe 1 dan 2, virus varicella zoster (penyebab cacar air), dan virus
Epstein-Barr (penyebab mononucleosis yang menular). Kira-kira 10% dari
penderita CMV ini memiliki gejala awal seperti demam, kerusakan pada limpa, dan
terlihat lelah/malaise.
Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai resiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Cytomegalo biasanya ditemukan pada kelenjar saliva. Pasien dapat mengalami infeksi kapan saja selama kehamilan, Jika selama kehamilan menimbulkan gelala, maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi. Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai resiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.
Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang terjadi saat ibu sedang hamil karena virus Cytomegalo dapat melewati plasenta dan merusak hati janin. Jika ibu hamil terinfeksi, maka janin yang dikandung mempunyai resiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain. Cytomegalo biasanya ditemukan pada kelenjar saliva. Pasien dapat mengalami infeksi kapan saja selama kehamilan, Jika selama kehamilan menimbulkan gelala, maka kemungkinan 90 % bayinya akan mengalami komplikasi. Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai resiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.
B.
Etiologi dan faktor Predisposisi
Virus menular dari
seorang ke orang lain melalui kontak dengan cairan
tubuh seperti urine, air ludah, darah dan produk darah, ASI, juga bisa menular
melalui hubungan seksual (dari semen dan sekresi cairan vagina). Bila seorang
dewasa tertular, penderita menderita penyakit mirip mononukleosis. Dengan
tanda-tanda sakit menelan, demam, dan sakit seluruh badan. Bisa juga
menimbulkan sakit badan serius seperti pneumonia, dan konjunctifitis terutama
pada seorang yang menderita infeksi HIV/AIDS. Cara penularannya melalui
membrane mukosa, transmisi seksual dan virus ini dapat bersembunyi, dan dapat
mengalami reaktivasi.
C.
Patologi
Pengaruh yang
dialami oleh janin dan neonatal cukup parah termasuk anemia hempllytic,
penyakit kuning, hydrocephaly atau microcephaly dan pneumonitis. Bayi-bayi yang
terinfeksi melepaskan sejumlah besar virus pada air liurnya dan sekresi
pernafasan serta urin. Pelaku perawatan kesehatan untuk kehamilan sebaiknya
berhati-hati dalam meneliti cara pencegahan universal dan menghindari pembukaan
droplet dari sekresi yang terinfeksi. Perawatan farmasi yang tidak efektif pada
CMV, terapi-terapi difokuskan pada perawatan gejala-gejala.
Resiko penularan lebih tinggi, bila ibu tertular virus pada trimester 3 kehamilan. Resiko menjadi 44% bila ibu terinfeksi virus pada trimester kedua dan 36% resiko janin dalam kandungan tertular, bila ibu mendapat infeksi virus pada trimester pertama. Lebih dari 90% bayi lahir tanpa gejala namun 5-15% akan mengalami kerusakan visual atau auditory, biasanya dalam 2 tahun. Gejalanya meliputi restriksi pertumbuhan intrauterine, hepatitis, dengan atau tanpa ikterus, trombositopenia dan meningoensefalitis. Untuk bayi-bayi ini, kematian karena penyebaran koagulasi intravascular, sepsis atau masalah hati adalah 20-30%. Resiko penyakit pada bayi yang terinfeksi virus Cytomegalovirus sewaktu masih dalam kandungan, antara lain :
Resiko penularan lebih tinggi, bila ibu tertular virus pada trimester 3 kehamilan. Resiko menjadi 44% bila ibu terinfeksi virus pada trimester kedua dan 36% resiko janin dalam kandungan tertular, bila ibu mendapat infeksi virus pada trimester pertama. Lebih dari 90% bayi lahir tanpa gejala namun 5-15% akan mengalami kerusakan visual atau auditory, biasanya dalam 2 tahun. Gejalanya meliputi restriksi pertumbuhan intrauterine, hepatitis, dengan atau tanpa ikterus, trombositopenia dan meningoensefalitis. Untuk bayi-bayi ini, kematian karena penyebaran koagulasi intravascular, sepsis atau masalah hati adalah 20-30%. Resiko penyakit pada bayi yang terinfeksi virus Cytomegalovirus sewaktu masih dalam kandungan, antara lain :
1.
Janin mengalami keguguran
2.
Janin lahir cacat
3.
Janin lahir premature
4.
Janin lahir dengan berat badan rendah
5.
Janin mengalami gangguan perkembangan motorik
6.
Kulit berwarna kuning
7.
Pembesaran hati dan limpa
8.
Kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak dan telinga
9.
Gangguan mental
D.
Tanda gejala serta komplikasi
Keluhan
seseorang yang tertular virus Cytomegalo, berupa demam yang lama. Secara
klinik, infeksi virus Cytomegalo tidak merupakan masalah yang menarik
perhatian. Anak-anak yang terinfeksi virus Cytomegalo dapat menularkan virus
kepada anggota keluarga yang lain. Juga sekali tertular virus, selama hidup
virus ini tetap hidup di dalam tubuh.
a.
Gejala klinis pada ibu hamil
1.
Pyrexia, malaise, lethargy,
seperti gejala influenza
2.
Anorexia
3.
Leucorrhea seperti susu
b.
Gejala klinis yang muncul pada bayi
1.
Sistem saraf pusat
a.
Mikrosefalus
b.
Hidrosefalus
c. Gangguan
psikmotor, epilepsy, retardasi mental (pemeriksaan dengan sinar – X, dapat
menunjukan ukuran kepal, pengapuran intrakranial, dan kerusakan pada daerah
ventrikel )
2.
Mata dan
Telinga
a.
Kerusakan pada retina
b.
Gangguan pendengaran
3.
Liver
a.
Hepatosplenomegaly
b.
Jaundice
4.
Kardiovaskuler
a. Thrombocytopenia
b. Anemi
hemolitik
5. Pernapasan
Intertisial pnemonitis yang dapat menyebabkan kematian
Intertisial pnemonitis yang dapat menyebabkan kematian
C. Komplikasi dan Bahaya
a. Berat
badan lahir rendah (BBLR)
b. Persalinan
premature
c. Intra-uterine
fetal death
d. Neonatal
death, dalam 20-30 % kelahiran dengan ibu yang terinfeksi
e. Aborsi
dan lahir mati
f.
Infeksi menyeluruh
disertai gejala pembesaran pada hati dan ginjal (disertai ikterik) dari ukuran
sedang hingga penyakit fatal
g. Kebanyakan
bayi dengan penyakit CMV bertahan hidup, tetapi 80-90% akan mengalami
komplikasi, meliputi kehilangan pendengaran, kerusakan penglihatan, retardasi
mental dengan berbagai tingkat keparahan
h. Kurang
lebih 5-10% bayi yang terinfeksi CMV pada saat dilahirkan, tetapi tanpa gejala,
akan mengalami akibat seperti masalah pendengaran dan mental atau system
koordinasi.
E.
Manifestasi Klinis
Gejala yang kadang timbul berupa gejala mirip
mononukleus tanpa disertai farinitistonsillitis, atau limfadenopati. Penularan
secara vertical pada infeksi primer ataupun sekunder / rekuren belum dapat
diprediksi. Janin dalam kandungan tidak / dapat terinfeksi baik pada infeksi primer maupun sekunder. Pada infeksi
CMV congenital symptomatic diagnosis dapat diperlukan secara klinis manifestasi
klinisnya antara lain berupa retardasi pertumbuhan, intra uterin, kuning,
hepatosplenomegali asites, trombositopenia, hepatitis, hiperbilirubinemi,
dan anemia hemolitik.
F.
Pencegahan dan Penanganan
a.
Pencegahan
1.
Ibu/baby sitter
hendaknya memelihara kebersihan perorangan, mencuci tangan yang bersih bila
kontak dengan air seni atau air ludah bayi. Tisu pembersih dan pampers
hendaknya dibuang. Kebiasaan tidak minum dari gelas bekas orang lain sebaiknya
tetap dipelihara.
2.
Pemberian vaksi
sitomegalo dapat memberikan perlindungan bagi yang beresiko tertular virus.
3.
Mengikuti penyuluhan
mengenai infeksi virus sitomegalo.
b.
Penanganan
1.
Selama hamil, cuci
tangan yang bersih dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan kontak
dengan popok dan cairan sekresi mulut.
2.
Ibu hamil yang
mencurigakan tertular virus sitomegalo, sebaiknya diperiksa dan perlu perhatian
pada bayinya apakah juga sudah tertular virus.
3.
Memeriksakan dengan
tes anti body terhadap virus Cytomegalo.
BAB
III
TINJAUAN KASUS
Ny. D usia 23 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0 datang ke BPS
tanggal 20 Februari 2013 dengan keluhan demam tidak teratur sudah selama 1
minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum menurun. Ibu mengatakan
berat badannya turun 2 kg.
MANAJEMEN KEBIDANAN
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil pada Ny. D
usia 28 tahun
hamil 16 minggu G1 P0 A0 Trimester I dengan
CMV
di BPS
Tanggal Pengkajian : 20 Februari 2013
Jenis Pengkajian : Autoanamnesa
I.
Pengkajian
a.
Data Subjektif
1.
Identitas
Identitas Ibu
Nama :
Ny.D
Umur :
23 tahun
Agama :
Islam
Pendidikan :
SMA
Pekerjaan :
IRT
Alamat :
Condongcatur
Identitas suami
Nama :
Tn. K
Umur :
27 tahun
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Condongcatur
2.
Alasan Datang
Ibu mengatakan akan memeriksakan
keluhannya
3.
Keluhan Utama
Ibu
mengeluh demam tidak teratur sudah selama 1 minggu, sakit kepala, sakit ketika
menelan, makan minum menurun.
4.
Riwayat Kesehatan
1)
Riwayat kesehatan sekarang
a) Riwayat Penyakit : Ibu mengatakan saat
ini tidak mempunyai penyakit kronis ( jantung, ginjal)
b) Riwayat operasi : Ibu mengatakan belum pernah melakukan tindakan operasi
c) Riwayat melahirkan kembar : Ibu
mengatakan tidak mempunyai riwayat kehamilan kembar
d) Riwayat penyakit menurun : Ibu
mengatakan tidak memiliki penyakit menurun ( DM, ashma, hipertensi )
2) Riwayat kesehatan keluarga : ibu
mengatakan di dalam keluarga tidak mempunyai penyakit kronis, penyakit menular,
penyakit menurun dan tidak mempunyai riwayat kehamilan kembar
5.
Riwayat Perkawinan
a)
Kawin 1 kali
b)
Kawin pertama umur 23 tahun
c)
Lama perkawinan dengan suami sekarang 1 tahun
6.
Riwayat Obstetri
a)
Riwayat Menstruasi
-
Menarche umur : 14
tahun
-
Lama haid :
6 hari
-
Hpht :
2 November 2012
-
Hpl : 9 Agustus 2013
b)
Riwayat Kehamilan yang lalu
|
Tgl lahir
|
UK
|
Persalinan
|
Penolong
|
Jenis kelamin
|
BB/ PB
|
Perdarahan
|
Nifas
|
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
c)
Riwayat Kehamilan sekarang
1.
Ibu mengtakan hamil yang pertama (G1 P0 A0)
2.
Hpl tanggal 9 Agustus 2013
3.
Ibu mengatakan tidak memiliki kebiasaan merokok, minum jamu
atau mengkonsumsi obat-obatan
4.
Riwayat KB
Belum
pernah KB
5.
Pola Kebutuhan Sehari-hari
1)
Nutrisi
a)
Makanan
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Porsi makan perhari
|
makan
3x/hari
porsi
sedang,
|
makan
2x/hari
porsi
sedikit
|
|
Jenis makanan yang dikonsumsi
|
lauk,
nasi, sayur
|
Nasi,
lauk, mie
|
|
Makanan pantangan
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
b)
Minuman
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Banyaknya minum
|
Minum
7-8 gelas
|
Minum
5 gelas
|
|
Jenis minum
|
air
putih
|
air
putih
|
|
Minuman pantangan
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
2) Eliminasi
a)
BAK
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Frekuensi
|
4 x/hari
|
4x/hari
|
|
Lancar / tidak lancar
|
Lancar
|
Lancar
|
|
Warna
|
Kuning jernih
|
kuning
jernih
|
|
Bau
|
Khas
|
Khas
|
b)
BAB
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Frekuensi
|
BAB
1x/hari
|
3 hari sekali
|
|
Sifat
|
lembek
|
Agak padat
|
|
Bau
|
Khas
|
Khas
|
c)
Istirahat
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Tidur siang
|
Tidur siang
±2jam
|
Tidur 1,5 jam
|
|
Tidur malam
|
Tidur malam ±8 jam
|
Belum tidur malam
|
|
Keluhan
|
-
|
-
|
d)
Aktivitas
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Aktivitas sehari-hari
|
Menyapu, memasak, mencuci
|
Menyapu, memasak
|
|
Senam hamil
|
Belum pernah
|
Belum pernah
|
e)
Personal hygiene
|
|
Sebelum hamil
|
Selama hamil
|
|
Mandi
|
2 kali/hari
|
2 kali/hari
|
|
Menggosok gigi
|
2 kali/hari
|
2 kali/hari
|
|
Mencuci rambut
|
1 kali/ 2 hari
|
1 kali/ 3 hari
|
|
Mengganti pakaian luar / dalam
|
2 kali/hari
|
2 kali/hari
|
|
Jenis bahan yang dipakai
|
Dapat menyerap keringat
|
Dapat menyerap keringat
|
|
Membersihkan genetalia
|
Tiap habis BAB / BAK
|
Tiap habis BAB / BAK
|
6.
Data Psikologis
1. Anak diharapkan/ tidak : Ibu mengatakan
kehamilan ini sangat di inginkan dan direncanakan
2. Saudara terdekat siapa : Ibu merasa dekat dengan suami dan ibu
kandungnya
3. Rencana yang merawat bayinya : Ibu
mengatakan akan merawat bayinya dengan suami
4. Dukungan dari keluarga : Ibu mengatakan keluarga sangat mendukung
dengan kelahiran bayinya
5.
Data Sosial
1. Ibu tinggal serumah dengan :
Ibu mengatakan tinggal bersama suami
2. Hubungan ibu dengan keluarga : Ibu mengatakan hubungannya dengan
keluarga baik
3.
Kegiatan social yang diikuti ibu : Ibu mengatakan rajin mengikuti
kegiatan sosial di desanya
b.
Data Obyektif
a.
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum : lemah Kesadaran : Composmetis
Tekanan darah : 90/70 mmHg Nadi :
78 x/menit
Suhu : 38.5ᵒC Pernafasan : 19x/menit
b.
Pemeriksaan Antropometri
BB : 41 kg
TB : 150 cm
Lila : 22.5 cm
c.
Pemeriksaan Fisik (Inspeksi, Palpasi,
Perkusi)
1)
Kepala
-
Bentuk : simetris
-
Rambut : bersih,
tidak ada ketombe, tidak bercabang
2)
Muka
-
Mata :
konjungtiva tampak anemis, simetris,
sklera tidak ikterik, penglihatan sedikit kabur, tidak ada cloasma gravidarum
-
Hidung :
pesek, tampak bersih, tidak ada sekret, tidak
ada polip
-
Mulut/gigi :
tidak ada stomatitis, tidak ada karies, bibir kering dan pucat
3)
Telinga : simetris, tidak ada serumen, tampak bersih, tidak ada benjolan
4)
Leher : tampak
bersih, tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid, limfe/vena jugularis, ada
gangguan menelan
5)
Dada
-
Bentuk :
tampak simetris, bersih, dengan
auskultasi tidak terdengar ronkhi
-
Payudara : kencang, simetris,
bersih, putting susu menonjol, tidak teraba benjolan/kelainan, areola kehitaman
-
Keluhan : tidak
ada
6)
Abdomen
-
Inspeksi :
tidak ada bekas luka,ada linea nigra
-
Palpasi :
hasil palpasi 1 TFU teraba ½ pusat symphisis, balotemen positif
-
DJJ terdengar positif dengan frekuensi 130x/menit
7)
Genetalia
-
Varises :
tidak ada
-
Oedem :
tidak ada
8)
Ekstremitas
-
Oedem :
tidak ada
-
Varises :
tidak ada
-
Reflek patella :
+ kanan kiri
-
Kuku :
normal,bersih
d.
Pemeriksaan Penunjang Laboratorium
Tanggal 20
Februari 2013
Hb :
10 gr%
IgG CMV : (+)
II.
Interpretasi Data
Tanggal : 20 Februari 2013
Jam :
09.00
Diagnosa : Ny. D usia 28 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0
Trimester 1 dengan CMV janin tunggal, hidup, intrauteri
a) Data Subyektif
Ibu mengatakan usianya 28 tahun hamil 16 minggu
Hpht tanggal 3 November 2012
Ibu mengatakan mengeluh demam tidak
teratur sudah selama 1 minggu, sakit kepala, sakit ketika menelan, makan minum
menurun
b)
Data Obyektif
1)
Keadaan umum : lemah,
kesadaran : composmentis
2)
Tanda-tanda vital :
Tekanan darah : 90/70 mmHg Nadi : 78 x/menit
Suhu :
38.5ᵒC Pernafasan : 19x/menit
c)
Pemeriksaan fisik :
ada gangguan penglihatan, ada gangguan menelan, bibir kering, pernafasan lemah
d)
Pemeriksaan abdomen :
hasil palpasi Leopold 1 TFU teraba ½ pusat symphisis, balotemen positif, DJJ
terdengar positif dengan frekuensi 130x/menit
III. Identifikasi Masalah Potensial
Ny. D usia
28 tahun hamil 16 minggu G1 P0 A0 Trimester 1 dengan Cytomegalovirus
IV. Identifikasi Antisipasi Tindakan Segera
a)
Mengurangi rasa cemas karena ibu khawatir terjadi sesuatu
pada dirinya dan bayinya
b)
Memberikan obat penurun panas (paracetamol)
c)
Melakukan rujukan agar ibu dapat melakukan pemeriksaan PCR
dan pemeriksaan Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas
Anti-CMV IgG
V. Perencanaan
1.
Beri informasi kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan
2.
Beri obat penurun panas (paracetamol)
3.
Anjurkan ibu untuk makan dan minum agar kebutuhan nutrisi
terpenuhi
4.
Siapkan surat rujukan
5.
Berikan konseling tentang kebersihan diri
6.
Berikan konseling tentang virus CMV dan resiko yang akan
terjadi bila ibu terinfeksi virus CMV
VI. Pelaksanaan
Tanggal :
20 Februari 2013
Pukul :
09.00
1.
Memberikan informasi kepada ibu mengenai hasil pemeriksaan
2.
Memberikan obat penurun panas (paracetamol)
3.
Menganjurkan ibu untuk makan dan minum agar kebutuhan
nutrisi tercukupi
4.
Menyiapkan surat rujukan
5.
Memberikan konseling tentang kebersihan diri
6.
Memberikan konseling tentang virus CMV dan resiko yang akan
terjadi bila ibu terinfeksi virus CMV
VII.
Evaluasi
Tanggal :
20 Februari 2013
Pukul :
09.30
1.
Ibu mengerti mengenai hasil pemeriksaan bahwa keluhan yang
dirasakan seperti demam tidak teratur sudah selama 2 minggu, sakit kepala,
sakit ketika menelan, makan minum menurun dan keputihan dalam jumlah banyak dan
berwarna putih merupakan gejala penyakit CMV
2.
Ibu sudah diberikan obat penurun panas
3.
Ibu bersedia untuk makan dan minum dengan cukup agar
kebutuhan nutrisi dalam tubuhnya tercukupi
4.
Ibu bersedia dirujuk ke Rumah Sakit agar dapat melakukan
pemeriksaan PCR dan pemeriksaan Anti CMV IgG dan IgM,
serta Aviditas Anti-CMV IgG
5.
Ibu bersedia untuk menjaga dan merawat kebersihan diri
dengan cara selalu cuci tangan setelah kontak dengan air seni atau tidak
melakukan kebiasaan minum bekas gelas orang lain
6.
Ibu sedikit cemas dengan penjelasan bidan tentang virus CMV
dan resiko yang terjadi bila terinfeksi CMV
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Seorang ibu hamil harus merawat
kehamilannya sejak dini dengan memeriksakan diri secara teratur ke dokter dan
atau tenaga medis yang berkompeten, menjaga kebersihan dan mengkonsumsi makanan
yang bergizi. Karena gizi ibu hamil, kebersihan dan pemeriksaan teratur (Ante
natal care) mempunyai peranan penting agar proses kelahiran mudah dan yang
lebih penting lagi adalah bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat.
Kondisi kehamilan dapat terpengaruh beberapa keadaaan, antara lain adalah penyakit infeksi.Beberapa penyakit infeksi yang didapat, terutama pada kehamilan dini bisa menyebabkan terjadinya keguguran dan dampak yang serius pada janin, sehingga dapat menimbulkan kelainan-kelainan dan cacat pada bayi yang dilahirkan. Salah satunya adalah penyakit infeksi Cytomegalovirus pada kehamilan menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, berkisar antara 5,5-8,4 %. sehingga sulit kiranya dipisahkan antara penyebab penyakit beberapa jenis virus tersebut. Selain dapat menyebabkan komplikasi yang bermacam-macam pada janin, infeksi TORCH merupakan salah satu faktor penyebab infertilitas pada wanita. Namun sebagai seorang bidan kita dapat mencegahnya dengan cara menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan melakukan pemberian vaksin CMV agar memiliki kekebalan terhadap infeksi virus tersebut.
Kondisi kehamilan dapat terpengaruh beberapa keadaaan, antara lain adalah penyakit infeksi.Beberapa penyakit infeksi yang didapat, terutama pada kehamilan dini bisa menyebabkan terjadinya keguguran dan dampak yang serius pada janin, sehingga dapat menimbulkan kelainan-kelainan dan cacat pada bayi yang dilahirkan. Salah satunya adalah penyakit infeksi Cytomegalovirus pada kehamilan menunjukkan prevalensi yang cukup tinggi, berkisar antara 5,5-8,4 %. sehingga sulit kiranya dipisahkan antara penyebab penyakit beberapa jenis virus tersebut. Selain dapat menyebabkan komplikasi yang bermacam-macam pada janin, infeksi TORCH merupakan salah satu faktor penyebab infertilitas pada wanita. Namun sebagai seorang bidan kita dapat mencegahnya dengan cara menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri dan melakukan pemberian vaksin CMV agar memiliki kekebalan terhadap infeksi virus tersebut.
B. Saran
1.
Bagi ibu yang hamil hendaknya
memeriksakan dirinya secara rutin mnimal 4 kali selama kehamilan agar bisa
dideteksi secara dini bila ada kelainan pada janinnya.
2.
Bagi mahasiswa kebidanan agar
senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk menurunkan angka
mortalitas dan morbiditas ibu dan anak.
3.
Bagi teman teman agar belajar
yang rajin agar kelak bisa menangani pasien dengan professional.
DAFTAR PUSTAKA
Helen
Varney. dkk. 2004. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC
James
D.K. dkk. 2006. High Risk Pregnancy. Philadelphia: Elsevir
Marmi,
dkk. 2011. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
LAMPIRAN
1.
Jelaskan tentang etiologi CMV yang mengatakan bahwa virus
CMV dapat bersembunyi ?
Jawaban :
Virus CMV ini dikatakan sembunyi karena
hanya dapat di lihat dan diketahui secara pasti melalui pemeriksaan
laboratorium.
2.
Bagaimana pencegahan dini virus CMV ?
Jawaban :
Melakukan pemeriksaan fisik yang
intensif dan menyeluruh
Menjaga kebersihan diri / personal
hygiene
Meninggalkan kebiasaan minum dari gelas
bekas orang lain
3.
Apa saja data dasar yang mendukung sehingga pasien tersebut
dapat di diagnosa terkena CMV ?
Jawaban :
Berdasarkan
pemeriksaan PCR ( Polymerase Chain Reaction ) yang mendeteksi keberadaan DNA (
materi genetik ) virus CMV dalam darah dan pemeriksaan kadar antibodi IgG dan
IgM yang dilakukan bersama dokter ( kolaborasi ) memberikan hasil positif
sehingga pasien dapat di diagnosa dengan masalah CMV
4.
Mengapa resiko janin lebih tinggi hanya pada trimester 3 ?
Jawaban :
Karena perkembangan CMV terjadi di
dalam amnion sehingga jika pada trimester 3 janin terkena CMV maka resiko janin
terpapar virus CMV tersebut akan semakin meluas pada perkembangan bayi dan
cairan amnion, hal itu dapat beresiko lebih tinggi di bandingkan dengan ibu
hamil pada trimester 1 dan 2.