Belajar Kasusu di RSUD SARAS HUSADA PURWOREJO. Setidaknya di kabupaten purworejo para mahasiswa belajar tetang kasus gizi buruk apalagi para profesi Ners dan juga profesi lainya. Di RSUD ini para mahasiswa sering kesulitan menjumpai kasus ini dikarenakan jarang kasus ini sampai ke RSU Purworejo. hal ini menandakan kabupaten purworejo mampu mengatasi permasalahan gizi buruk. Mari kita tinjau mengenai KASUS BALITA GIZI BURUK
Pengertian GIZI BURUK
adalah keadaan kekurangan energi dan protein (KEP) tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Ditandai dengan status gizi sangat kurus (menurut BB terhadap TB) dan / atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus, kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor .
1.
Penyebab Kasus Balita Gizi Buruk
- Balita tidak mendapat ASI eksklusif, atau mendapat makanan selain ASI sebelum usia 6 bulan.
- Balita disapih sebelum umur 2
tahun.
- Balita tidak mendapat Makanan
Pendamping ASI (MP-ASI) pada umur 6 bulan atau lebih.
- MP-ASI kurang dan tidak bergizi
- Setelah umur 6 bulan balita
jarang disusui
- Balita menderita sakit dalam
waktu lama, seperti diare, campak, TBC, batuk, pilek
- Kebersihan diri kurang dan
lingkungan kotor
2.
Penggolongan Kasus Gizi Buruk
- Anak sangat kurus, Wajah
seperti orangtua, Cengeng dan rewel
- Rambut tipis, jarang, kusam,
Kulit keriput
- Tulang iga tampak jelas, Pantat
kendur dan keriput, Perut cekung
b. Kwashiorkor
- Wajah bulat dan sembab, Cengeng
dan rewel, Apatis
- Rambut tipis, warna rambut
jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit
- Kedua punggung kaki bengkak, Bercak merah kehitaman di tungkai atau di pantat
c. Marasmik-Kwashiorkor
Gabungan gejala marasmus dan kwashiorkor : sangat kurus, rambut jagung dan mudah rontok, perut buncit, punggung kaki bengkak, cengeng.
3.
Pengaruh Kasus Balita Gizi Buruk :
- Menyebabkan kematian bila tidak
segera ditanggulangi oleh tanaga kesehatan
- Kecerdasan anak akan berkurang
- Berat dan tinggi badan pada
umur dewasa lebih rendah dari anak normal
- Sering sakit infeksi kronis,
seperti: batuk, pilek, diare , TBC, dll.
4.
Penelusuran Kasus Balita Gizi Buruk
BIla
ditemukan balita yang dicurigai gizi buruk dari masyarakat, segera lakukan :
- Penimbangan berat badan secara
teratur
- Pengukuran panjang /tinggi
badan dan/atau pemeriksaan tanda khusus
- Pembandingan hasil pengukuran
dengan buku rujukan penilaian status gizi menurut BB/TB
- Bila kategori BB/TB sangat
kurus dan/atau lebih dari satu tanda klinis, maka balita disebut gizi
buruk.
5.
Perawatan Kasus Balita Gizi Buruk
Kasus balita gizi buruk dirawat sesuai prosedur tetap yang berlaku di puskesmas, kemudian dilakukan rujukan segera ke pusat pelayanan gizi / Rumah Sakit terdekat.
(Dirangkum dari Brosur Pedoman Petugas, Direktorat Bina Gizi Masyarakat-Puslitbang Gizi, Depkes, 2007)