TUGAS
DARAH
Definisi
Darah adalah Suatu jaringan tubunh yang ada di dalam pembuluh darah yang berwarna merah.Warna merah itu keadanya tidak tetap tergantung pada banyaknya O2 dan CO2 di dalamnya.Darah yang banyak mengandung CO2 warnanya merah tua.
Pengisian O2 di dalam darah dilakukan saat peruses
bernapas. Proses pertukaran O2 dan CO2 di lakukan di dalam Paru yang nantinya
di hantarkan di hantarkan keseluruh tubuh oleh jantung. O2 dalam darah erguna
dalam peristiwa pembakaran atau
metabolism di dalam tubuh. Darah masih selama di dalam pembuluh darah akan
tetap encer yang memudahkan darah beredar di dalam tubuh. Jika darah di luar
pembuluh maka akan memebeku kecuali di beri obat anti pembeku / sitras
natrikus. Keadaan ini akan berguna saat tranfusi darah karena tidak ada
pembekuan darah(Syaifuddin,1997).
Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda
dengan jaringan tubuh lain, berada dalam konsistensi cair, beredar dalam suatu
system tertutup yang dnamakan sebai pembuluh darah dan menjalankan fungsi transport
berbagai bahan serta fungsi homeostasis (Sadikin,2002).
Darah adalah jaringan cair yang terdiri dari dua bagian. antarsel Bahan adalah cairan dalam panggilan plasma dan di dalam yang solid, tidak yakin yakin memanggil sel darah
terjamah
Darah
adalah jaringan cair yang terdiri dari dua bagian.Bahan interseluler adalah
cairan yang di sebut dengan plasma dan di dalamnya terdapat unsure unsure
padat, yaitu seldarah (Russell J, 1991).
Volume Darah
Turorial Tentang Darah Di RSUD Saras Husada Purworejo terangkan Volume
darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per dua belas berat badan
atau kira kira 5liter.55persen adalah cairan, sedangkan 45 lainya adalah sel
darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang
didapatkan yang bekisar antara 40 sampai 47 (Pearce,1991).
Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat sebanyak 1/13 dari berat badan atau kira kira 4 sampai 5 liter. Kondisi jumlah tersebut pada tiap orang tidak sama tergatung pada pada umur, pekerjaan, kondisi jantung atau pembuluh darah. Hal ini karena ada kompensasi tubuh untuk memenuhi kebutuhan tubuh atau penyesuain tubuh terhadap situasi. Viskositas / kekentalan darah lebih kental dari pada air yaitu memiliki BJ 1.041 - 1.067 dngan temperature 38®C dan pH 7,37 - 7,45 (Syafuddin, 1997)
Fungsi darah
Fungsi
darah menurut Sadikin (2002) terdiri atas
1. Sebagai
alat pengangkut yaitu:
a) Mengambil
O2 / zat pembakar dari paru paru untuk di edarkan keseluruh jaringan tubuh
b) Mengangkat
CO2 dari jaringa untuk dikeluarkan melaluai paru paru
c) Mengambil
zat zat makanan dari usus halus untuk di edarkan dan dibagikan keseluruh
jaringan/alat tubuh.
d) Mengangkat / mengeluarkan zat zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk di keluarkan melalui kulit dan ginjal.
2. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan bibit penyakit dan racun di dalam tubuh dengan perantara lekosit, antibody / zat zat anti racun.
3. Menyebarkan
panas keseluruh tubuh.
Bagian-bagian darah
Isi dari plasma darah
-Gas mengandung oksigen karbon dioksida
- Hormon
- Enzim, dan
- Anti gen / menolak gen
Terdiri dari tiga jenis sel darah
-erythrocytes, atau sel darah merah
- Leokosit atau sel darah putih
- Trombosit atau granula menyebabkan pembekuan
terjamah
Plasma darah berisi
Gas oksigen ber isi beaf dioksida
-hormon-hormon
-enzum, Dan
-antigen
Sel darah terdiri tiga jenis:
-eritrosit atau sel
darah merah
-leokosit atau sel
darah putih
-trombosit atau
butir pembeku
Diatas
merupakan pembagian darah menurut Lindell K (1989).
Menurut
Pearce (1991) susunan darah atau serum darah
terdiri dari :
1. Air ada 90%
2. Protein 3% (albumin, globulin, protombin Dan fibrinogen)
3 Mineral 0,9% (Natrium Klorida, Natrium bikarbonat, garam fosfat, magnesium, Kalsum Dan ZAT peserta didik)
4. Bahan
organic 0,1% (glukosa, lemak, asam urat, kreatinin, kolesterol, dam asam
amino).
5. Sedangkan cairan yang berwarna kuning kuningan disebut plasma darah.
Darah terdiri dari dua baigian. Menurut Syaifuddin (1997):
1. Sel-sel
darah, ada 3 macam
-Eritrosit (sel
drah merah)
-Leukosit (sel
darah putih)
-Trombosit (sel
pembekudarah)
2. Plasma darah
Keterangan
menurut Syaifuddin (1997)
Eritrosit adalah cairan bagian dari darah.Bentuknya seperti cakram / bikonkaf dan tidak memiliki inti. Ukuran 7,7 unit (0,007mm) diameternya. Tidak dapat bergerak.Jumlahnya kurang lebih 5juta dalam 1mm kubik.Warna kuning kemerah merahan karena ada hemoglobin.Fungsinya mengikat O2 di paru paru dan mengubah CO2 untuk di keluarkan dari paru. Rumus kimianya Hb + O2 = HbO2. Tempat pembuatanya di dalam tubuh.Sel darah mera di buat di sumsum tulang mrah, limpa dan hati. Hb yang keluar dari erotrosit yang mati akan terurai menjadi dua. Zat ini adalah hematin (Fe) berguna pembuatan eritrosit baru dan hemoglobin zat yang terdapat dalam eritrosit (pengikat O2 dan CO2). Sel darah merah bisa berkurang dan tidak beda dengan hemoglobin bisa berkurang juga. Keduanya saat berkurang dalam tubuh maka akan membuat kekurangan, hal ini desebut anemia.
Leukosit
adalah cairan bagian dari darah.Bentuk dan sifat leukosit berbeda dengan
eritrosit.Bentuk zat ini berubah-ubah dapat bergerak perantara kaki palsu
(pseudopodia). Memiliki bermacam-macam sel inti sel. Warna bening(tidak
berwarna), banyaknya dalam 1mm kubik darah kira kira 6000-9000. Fungsinya
sebagi serdadu tubuh, yaitu sebagi pembunuh dan pemakan bibit penyakit dalam
tubuh.Pembentukan zat ini di dalam limpa dan kelenjar limfe. Fungsi leikosit
yang lain yaitu sebagai pengangkut zat lemak dari dinding usus melalui limpa
terus kepembuluh darah. Leukosit terdapat pada semua jaringan tubuh manusia.Apa
bila terjadi infeksi maka jumlah leukosit akan bertambah banyak sebagi
kompensasi tubuh untuk memakan parasit didalam tubuh. Dan leokosit normalnya
berada pada dalam kelenjar limfe tetapi jika terjadi infeksi maka leokosit
berada dalam darah untuk pertahanan tubuh. Leukositosis istilah dari kelebihan leikosit dalam darah (lebih
dari 10000/mm kubik) jika kurang dari 6000/mm kubik disebut leucopenia.
Macam-macam leukosit
1) Agranulosit
Adalah sel leukosit yang tidak mempunyai granula
didalamnya.Agranulosit terdiri dari limfosit dan minosit. Limfosit adalah macam
lekosit yang dihasilkan dari jaringan
system retikulo endotel (RES) dan kelenjar limfe. Minosit adalah macam
lekosit yang dibuat di sumsum darah merah.
2) granulosit
Adalah leukosait
granular. Granulosit terdiri dari
1) -neotrofil atau polimor nuclear leukosit, memiliki inti sel yang berangkai kadang-kadang terpisah pisah. Protoplasmanya ada banyak bintik bintik halus / granula banyaknya 60% -70%
2) -esionofil
ukuran dan bentuknya hamper sama dengan neutrofil tetati granula dalam dalam
sitoplasmanya lebih besar. Banyaknya 24%
3) -basofil sel ini kecil dari esofil tetapi memiliki inti dan bentuk teratur. Di dalam rotoplasmanaya ada granula-granula besar. Banyaknya 1/2% di susmsusm merah. Fungsi belum diketahui.
Trombosit
(sel pembeku) meruakan benda benda kecil yang intiselnya membentuk dan ukuranya
bermacam maam.Fungsinya membantu pembekuan darah. Apabila kurang dari batas
normak maka akan pembekuan darah akan sulit jika ada luka. Bentuk ada yang
bulat dan aada yang lonjong.Warna putih.Jumlah normlnya 200000-300000/mm
kubik.Apabila berlebih dari 300000 disebut trombositosis dan bila kurang
trombositopenia.Ca 2+ dan fibrinogen membantu pembekuan darah.Ini terdapat di
dalam trombosit. Proses pembekuan darah terjadi adanya Ca2+ akan menjadi
trombin dan akan membentuk benang benag halus yang tidak beraturan yang
nantinya bisa menahan sel darah. Protombin dibuat dalam hati dan untuk
membuatnya memerlikan vitamin K.
Plasma
darah adalah bagian darah yang encer tanpa sel-sel darah.Warna bening kekuning
kuningan.90% dari plasma terdiri dari air.Dan ter dapat zat zat lai yang larut
di dalamnya.
Zat-zat yang terdapat dalam plasma
1) -fibrinogen yang berguna dalam peristiwa pembekuan darah
2) -garam-garam mineral (garam kalsium, kalsium, natrium, dan lain-lain)
3) -protein
darah (albumin dan globumin) meningkatkan viskositas dan darah dan meninbulkan
tekanan osmotic untuk keseimbangan cairan.
4) -zat
makanan (asam amino glukosa, lemak ,mineral dan vitamin)
5) -hormon adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar
6) -antibodi / bersifat antitoksin.
Golongan darah
Golongan
darah adalah indentivikasi atau membedakan darah berdasarkan koogulasi
darah.Penentuan golongan darah dan tes tentang kecocokannya dilakukan sebelum
pemberian tranfusi untuk meyakini keamanannya.
Golongan darah utama:
-golongan AB ada pada 3%
-golongan A ada pada 42%
-golongan B ada pada 8,5%
-golongan O ada pada 46,55%
Selain
itu terdapat pula pembagianlebih lanjut dan Landsteiner,
dan factor Rh atau factor Rhesus dalam darah.
Berdasarkan
dilahat dari donor darah
-golongan AB dapat member darah pada pada AB
-golongan A ke A dan AB
-golongan B ke B dan AB
-golongan O donor umum untuk semua golongan
Resipien
-golongan AB dapat member darah pada pada AB
-golongan A dapat menerima golongan A dan O
-golongan B dapat menerima dari golongan B dan O
-golongan O dari O
Berdasarkan
dari (Pearce, 1991)
Pembekuan
darah
Pengumpalan darah (koogulasi) adalah proses yang majemuk, dan berbagai factor di butuhkan untuk melaksanakan itu. Trombobin adalah alat dalam mengubah fibrinogen menjadi benang fibrin.Trombin tiddak ada dalam darah normal yang masih dalam pembuluh.Tetapi yang ada adalah zat pendahulunya, protombin.Protombin diubah menjadi menjadi zat aktif trombin oleh kerja trombokinase.Trmbokinase / tromboplastin adalah zat pengerak yang dilepaskan kea rah yang luka.Tromboplastin terbentuk karena terjadi kerusakan trombosit. Trombosit selama ada garam kalsium dalam darah, akan mengubah potrombin menjadi trombin sehingga terjadi penggumpalan darah. Protombin dibuat dalam hati.Vitamin K diperlukan untuk menghasilkan protombin (Pearce, 1991).
Trombosit
(sel pembeku) meruakan benda benda kecil yang intiselnya membentuk dan ukuranya
bermacam maam.Fungsinya membantu pembekuan darah. Apabila kurang dari batas
normak maka akan pembekuan darah akan sulit jika ada luka. Bentuk ada yang
bulat dan aada yang lonjong.Warna putih.Jumlah normlnya 200000-300000/mm
kubik.Apabila berlebih dari 300000 disebut trombositosis dan bila kurang
trombositopenia.Ca 2+ dan fibrinogen membantu pembekuan darah.Ini terdapat di
dalam trombosit. Proses pembekuan darah terjadi adanya Ca2+ akan menjadi
trombin dan akan membentuk benang benag halus yang tidak beraturan yang
nantinya bisa menahan sel darah. Protombin dibuat dalam hati dan untuk
membuatnya memerlikan vitamin K (Syaifuddin, 1997).
Empat koagulasi darah:
Garam kalsium yang dalam keadaan normal ada dalam darah
Sel-sel yang terluka melepaskan thrombokinase
Trombin terbentuk dari protombin bila ada trombokinase
Fibrin dibentuk dari fibrinogen selain Thrombin
protombin + kalsium = Thrombin
Thrombin + fibrinogen = fibrin
Fibrin + darah sel = koagulasi
Terjamah
Epat faktor untuk terjadinya koogulasi darah:
Garam kalsium yang dalam keadaan normal ada dalam darah.
Sel yang terluka yang membebaskan trombokinase.
Trombin yang terbentuk dari protombin bila ada
trombokinase.
Fibrin yang terbentuk dari fibrinogen di samping
trombin.
Rumus:
Protombin + kalsium = trombin
Thrombin + = fibrinogen fibrin
Fibrin + sel darah = koogulasi.
Diatas menurut Russell(1991).
Hemostasis
Hemostasis
merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya
pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh
darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan
melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang
menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan.
Pada hemostasis
terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran
darah di sebelah distal cedera terganggu. Kemudian hemostasis dan thrombosis
memiliki 3 fase yang sama:
1. Pembekuan agregat trombosit
yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen
pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh thrombin yang terbentuk
dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang
dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah
bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi
terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.
2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Trombos Tipe:
1. Trombos putih tersusun dari
trombosit serta fibrin dan relative kurang mengandung eritrosit (pada tempat
luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan
aliran yang cepat[arteri]).
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.
3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/p.darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik.Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang dipertahankan.
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.
3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/p.darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik.Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang dipertahankan.
Proses yang mengawali pembentukan
bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan dilaksanakan oleh
lintasan ekstrinsik. Lintasan intrinsic pengaktifannya berhubungan dengan suatu
permukaan yang bermuatan negative. Lintasan intrinsic dan ekstrinsik menyatu
dalam sebuah lintasan terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin
menjadi thrombin dan pemecahan fibrinogen yang dikatalis thrombin untuk
membentuk fibrin. Pada pristiwa diatas melibatkan macam jenis protein yaitu
dapat diklasifikaskan sebagai berikut:
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b. Kofaktor
c. Fibrinogen
d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin
e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b. Kofaktor
c. Fibrinogen
d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin
e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya
Lintasan intrinsik
Lintasan
intinsik melibatkan factor XII, XI, IX, VIII dan X di samping prekalikrein,
kininogen dengan berat molekul tinggi, ion Ca2+ dan fosfolipid trombosit. Lintasan
ini membentuk factor Xa (aktif).
Lintasan ini dimulai dengan “fase kontak” dengan prekalikrein, kininogen dengan berat molekul tinggi, factor XII dan XI terpajan pada permukaan pengaktif yang bermuatan negative. Secara in vivo, kemungkinan protein tersebut teraktif pada permukaan sel endotel. Kalau komponen dalam fase kontak terakit pada permukaan pengaktif, factor XII akan diaktifkan menjadi factor XIIa pada saat proteolisis oleh kalikrein. Factor XIIa ini akan menyerang prekalikrein untuk menghasilkan lebih banyak kalikrein lagi dengan menimbulkan aktivasi timbale balik. Begitu terbentuk, factor xiia mengaktifkan factor XI menjadi Xia, dan juga melepaskan bradikinin(vasodilator) dari kininogen dengan berat molekul tinggi.
Lintasan ini dimulai dengan “fase kontak” dengan prekalikrein, kininogen dengan berat molekul tinggi, factor XII dan XI terpajan pada permukaan pengaktif yang bermuatan negative. Secara in vivo, kemungkinan protein tersebut teraktif pada permukaan sel endotel. Kalau komponen dalam fase kontak terakit pada permukaan pengaktif, factor XII akan diaktifkan menjadi factor XIIa pada saat proteolisis oleh kalikrein. Factor XIIa ini akan menyerang prekalikrein untuk menghasilkan lebih banyak kalikrein lagi dengan menimbulkan aktivasi timbale balik. Begitu terbentuk, factor xiia mengaktifkan factor XI menjadi Xia, dan juga melepaskan bradikinin(vasodilator) dari kininogen dengan berat molekul tinggi.
Factor Xia
dengan adanya ion Ca2+ mengaktifkan factor IX, menjadi enzim serin protease,
yaitu factor IXa. Factor ini selanjutnya memutuskan ikatan Arg-Ile dalam factor
X untuk menghasilkan serin protease 2-rantai, yaitu factor Xa. Reaksi yang
belakangan ini memerlukan perakitan komponen, yang dinamakan kompleks tenase,
pada permukaan trombosit aktif, yakni: Ca2+ dan factor IXa dan factor X. Perlu
kita perhatikan bahwa dalam semua reaksi yang melibatkan zimogen yang
mengandung Gla (factor II, VII, IX dan X), residu Gla dalam region terminal
amino pada molekul tersebut berfungsi sebagai tempat pengikatan berafinitas
tinggi untuk Ca2+. Bagi perakitan kompleks tenase, trombosit pertama-tama harus
diaktifkan untuk membuka fosfolipid asidik (anionic).Fosfatidil serin dan
fosfatoidil inositol yang normalnya terdapat pada sisi keadaan tidak
bekerja.Factor VIII, suatu glikoprotein, bukan merupakan precursor protease,
tetapi kofaktor yang berfungsi sebagai resepto untuk factor IXa dan X pada
permukaan trombosit. Factor VIII diaktifkan oleh thrombin dengan jumlah yang
sangat kecil hingga terbentuk factor VIIIa, yang selanjutnya diinaktifkan oleh
thrombin dalam proses pemecahan lebih lanjut.
Lintasan
Ekstrinsik
Lintasan
ekstrinsik melibatkan factor jaringan, factor VII,X serta Ca2+ dan menghasilkan
factor Xa. Produksi factor Xa dimulai pada tempat cedera jaringan dengan
ekspresi factor jaringan pada sel endotel. Factor jaringan berinteraksi dengan
factor VII dan mengaktifkannya; factor VII merupakan glikoprotein yang
mengandung Gla, beredar dalam darah dan disintesis di hati. Factor jaringan
bekerja sebagai kofaktor untuk factor VIIa dengan menggalakkan aktivitas
enzimatik untuk mengaktifkan factor X. factor VII memutuskan ikatan Arg-Ile
yang sama dalam factor X yang dipotong oleh kompleks tenase pada lintasan
intrinsic. Aktivasi factor X menciptakan hubungan yang penting antara lintasan
intrinsic dan ekstrinsik.
Interaksi yang
penting lainnya antara lintasan ekstrinsik dan intrinsic adalah bahwa kompleks
factor jaringan dengan factor VIIa juga mengaktifkan factor IX dalam lintasan
intrinsic. Sebenarna, pembentukan kompleks antara factor jaringan dan factor
VIIa kini dipandang sebagai proses penting yang terlibat dalam memulai
pembekuan darah secara in vivo. Makna fisiologik tahap awal lintasan intrinsic,
yang turut melibatkan factor XII, prekalikrein dan kininogen dengan berat
molekul besar. Sebenarnya lintasan intrinsik bisa lebih penting dari
fibrinolisis dibandingkan dalam koagulasi, karena kalikrein, factor XIIa dan
Xia dapat memotong plasminogen, dan kalikrein dapat mengaktifkanurokinase
rantai-tunggal.
Inhibitor
lintasan factor jaringan (TFPI: tissue factor fatway inhibitior) merupakan
inhibitor fisiologik utama yang menghambat koagulasi. Inhibitor ini berupa
protein yang beredar didalam darah dan terikat lipoprotein. TFPI menghambat
langsung factor Xa dengan terikat pada enzim tersebut didekat tapak aktifnya.
Kemudian kompleks factor Xa-TFPI ini manghambat kompleks factor VIIa-faktor
jaringan.
Lntasan Terakhir
Lntasan Terakhir
Pada lintasan
terskhir yang sama, factor Xa yang dihasilkan oleh lintasan intrinsic dak
ekstrinsik, akan mengaktifkan protrombin(II) menjadi thrombin (IIa) yang
kemudian mengubah fibrinogen menjadi fibrin.
Pengaktifan
protrombin terjadi pada permukaan trombosit aktif dan memerlukan perakitan
kompelks protrombinase yang terdiri atas fosfolipid anionic platelet, Ca2+,
factor Va, factor Xa dan protrombin.
Factor V yang
disintesis dihati, limpa serta ginjal dan ditemukan didalam trombosit serta
plasma berfungsi sebagai kofaktor dng kerja mirip factor VIII dalam kompleks
tenase. Ketika aktif menjadi Va oleh sejumlah kecil thrombin, unsure ini
terikat dengan reseptor spesifik pada membrane trombosit dan membentuk suatu
kompleks dengan factor Xa serta protrombin. Selanjutnya kompleks ini di
inaktifkan oleh kerja thrombin lebih lanjut, dengan demikian akan menghasilkan
sarana untuk membatasi pengaktifan protrombin menjadi thrombin. Protrombin (72
kDa) merupakan glikoprotein rantai-tunggal yang disintesis di hati.Region
terminal-amino pada protrombin mengandung sepeuluh residu Gla, dan tempat
protease aktif yang bergantung pada serin berada dalam region-terminalkarboksil
molekul tersebut. Setelah terikat dengan kompleks factor Va serta Xa pada
membrane trombosit, protrombin dipecah oleh factor Xa pada dua tapak aktif
untuk menghasilkan molekul thrombin dua rantai yang aktif, yang kemudian
dilepas dari permukaan trombosit. Rantai A dan B pada thrombin disatukan oleh
ikatan disulfide.
Konversi Fibrinogen menjadi Fibrin
Konversi Fibrinogen menjadi Fibrin
Fibrinogen
(factor 1, 340 kDa) merupakan glikoprotein plasma yang bersifat dapat larut dan
terdiri atas 3 pasang rantai polipeptida nonidentik (Aα,Bβγ)2 yang dihubungkan
secara kovalen oleh ikatan disulfda. Rantai Bβ dan y mengandung oligosakarida
kompleks yang terikat dengan asparagin. Ketiga rantai tersebut keseluruhannya
disintesis dihati: tiga structural yang terlibat berada pada kromosom yang sama
dan ekspresinya diatur secara terkoordinasi dalam tubuh manusia. Region
terminal amino pada keenam rantai dipertahankan dengan jarak yang rapat oleh
sejumlah ikatan disulfide, sementara region terminal karboksil tampak terpisah
sehingga menghasilkan molekol memanjang yang sangat asimetrik. Bagian A dan B
pada rantai Aa dan Bβ, diberi nama difibrinopeptida A (FPA) dan B (FPB),
mempunyai ujung terminal amino pada rantainya masing-masing yang mengandung
muatan negative berlebihan sebagai akibat adanya residu aspartat serta
glutamate disamping tirosin O-sulfat yang tidak lazim dalam FPB. Muatannegatif
ini turut memberikan sifat dapat larut pada fibrinogen dalam plasma dan juga
berfungsi untuk mencegah agregasi dengan menimbulkan repulse elektrostatik
antara molekul-molekul fibrinogen.
Thrombin
(34kDa), yaitu protease serin yang dibentuk oleh kompleks protrobinase, menghidrolisis
4 ikatan Arg-Gly diantara molekul-molekul fibrinopeptida dan bagian α serta β
pada rantai Aa dan Bβ fibrinogen. Pelepasan molekul fibrinopeptida oleh
thrombin menghasilkan monomer fibrin yang memiliki struktur subunit (αβγ)2.
Karena FPA dan FPB masing-masing hanya mengandung 16 dab 14 residu, molwkul
fibrin akan mempertahankan 98% residu yang terdapat dalam fibrinogen.
Pengeluaran molekul fibrinopeptida akan memajankan tapak pengikatan yang
memungkinkan molekul monomer fibrin mengadakan agregasi spontan dengan susunan
bergiliran secara teratur hingga terbentuk bekuan fibrin yang tidak larut.
Pembentukan polimer fibrin inilah yang menangkap trombosit, sel darah merah dan
komponen lainnya sehingga terbentuk trombos merah atau putih.Bekuan fibrin ini
mula-mula bersifat agak lemah dan disatukan hanya melalui ikatan nonkovalen
antara molekul-molekul monomer fibrin.
Selain mengubah
fibrinogen menjadi fibrin, thrombin juga mengubah factor XIII menjadi XIIIa
yang merupakan transglutaminase yang sangat spesifik dan membentuk ikatan silan
secara kovalen anatr molekul fibrin dengan membentuk ikatan peptide antar gugus
amida residu glutamine dan gugus ε-amino residu lisin, sehingga menghasilkan
bekuan fibrin yang lebih stabil dengan peningkatan resistensi terhadap
proteolisis.
Regulasi Trombin
Begitu thrombin aktif terbentuk
dalam proses hemostasis atau thrombosis, konsentrasinya harus dikontrol secara
cermat untuk mencegah pembentukan bekuan lebih lanjut atau pengaktifan
trombosit. Pengontrolan ini dilakukan melalui 2 cara yaitu:
1. Thrombin beredar dalam darah sebagai prekorsor inaktif, yaitu protrombin. Pada setiap reaksinya, terdapat mekanisme umpan balik yang akan menghasilkan keseimbangan antara aktivasi dan inhibisi.
2. Inaktivasi setiap thrombin yang terbentuk oleh zat inhibitor dalam darah.
1. Thrombin beredar dalam darah sebagai prekorsor inaktif, yaitu protrombin. Pada setiap reaksinya, terdapat mekanisme umpan balik yang akan menghasilkan keseimbangan antara aktivasi dan inhibisi.
2. Inaktivasi setiap thrombin yang terbentuk oleh zat inhibitor dalam darah.
Sumber :
Biokimia Harper
DAFTAR PUSTAKA
Sadikin,
Muhammad. (2002). Biokimia Darah. Jakarta.
Widya Medika.
Mima M. Horne. (2001). Keseimbangan Cairan Elektrolit & Asam Basa . Jakarta. EGC.
Syaifuddin,
B.Ac. (1997). Anatomi Fisiologi Untuk
Siswa Perawat. Jakarta. EGC.
Pearce,
Everlyn. (1991). Anatomi dan Fisiologi
Untuk Paramedis. Bandung. PT Gramedia Pustaka Utama.
Russell J. (1991). Metode Sukses Untuk Interpretasi aterial Gas Darah . Crit Perawatan Nurs. New York.
Lindell K dan Wesmiller S. (1989). Menggunakan aterial Darah Gas Menafsirkan Asam-Basa Balance . Orthop Perawat. New York.
MG Cogan. (1991). Cairan Dan Elektrolit Fisiologi Dan Patofisiologi . Norvalk CT dan Los Altos.
Robert K. Murray. (2003). biokimia Herper. EGC. Jakarta

No comments:
Post a Comment